Akhirnya aku harus memilih satu yang pasti...

"Pertolongan ALLAH itu dekat dan PASTI akan datang"
Sekali pertolongan-Nya datang, aku sempat tak bisa menerima kenyataan. Hingga saat kutahu yang sebenarnya, entah apa yang ingin kukatakan, betapa bersyukurnya aku. Andai itu tetap terjadi, mungkin aku takkan seperti ini, aku bahkan mungkin akan merasa sangat bodoh.

Menjelang hari H aku bimbang dengan pilihan yang harus kupilih. kucoba lakukan satu cara, tapi belum menemui jalan keluar. Hingga aku hampir putus asa. Ternyata pertolongan-Nya datang di saat kubutuhkan. Sakit ini, buatku benat-benar lemah. Tak kuasa lakukan yang biasa kukerjakan. Dan aku menyadari, "Mungkin inilah jawaban dari-Nya". Dan aku yakin, ini yang terbaik!
Inilah pertolonganNya yang kedua, dalam hal yang sama. Subhanallah... Dia benar-benar Ar-Rahim..


"Ya Rabb, Engkau sungguh Maha Penyayang hamba-hambaMu. Syukur kupanjatkan padaMu Ya Rabbi. Jika takdir ini memang jawaban atas keraguanku, selamatkan pula teman-teman hamba Ya Rahim. Jangan Kau biarkan mereka berdosa atas ketidaktahuan mereka."

Takdir-Nya selalu indah

Yang kuinginkan tak selalu menjadi nyata. Tapi yang menjadi nyata adalah yang kubutuhkan. Aku mengharapkan sesuatu yang kuinginkan, tapi kenyataan tak sesuai harapku. Lalu kusadari, ini yang terbaik. Tak ada rasa sesal dalam diriku, karena yang kudapatkan lebih dari yang kuinginkan. Patutlah kusyukuri semua ini. Walau terkadang takdir tak sesuai mauku, aku takkan marah, takkan mengeluh, jika kutahu hikmah di balik semua ini.

RumahNya

Hati ini tenang saat disana
Perasaan damai selimuti jiwa
Ibadah terasa lebih khusyuk
Terasa lebih dekat denganNya
Masjid, tempat yang teduh dan nyaman

Tapi, terkadang disalahgunakan
Tempat suci ini, terkadang bagai pasar yang ramai
Terdengar obrolan menggosip, membicarakan hal yang tak pantas dibicarakan disini
Gelak tawa yang tak terkontrol, sering mengganggu orang lain yang sedang shalat
Kadang tempat ini tak mencerminkan sebuah masjid

Ya Rabb, maafkan hamba
Belum kuasa diri ini memegang amanah
Harusnya ini tak terjadi
Tapi lemahnya imanku belum bisa bertanggung jawab
Rabb-ku, kuatkan aku
Tolong aku
Aku ingin mengubahnya
Aku ingin mengembalikan rumahMu sesuai fungsinya
Masjid, sebagai tempat ibadah

Jenis-jenis teman

  • Teman seperti udara: selalu ada kapan saja
  • Teman seperti makanan: selalu ada saat dibutuhkan
  • Teman seperti racun: teman yang merusak
  • Tapi, sebaik-baiknya teman adalah teman yang bisa mengingatkan kita pada ALLAH saat bertemu dengannya
  • Dan teman yang membuat kita lupa pada-Nya, itulah seburuk-buruknya teman

Sungguh tragis!

Menyesal agaknya kurasakan saat ku tahu tempat dudukku di belakang
Tapi kuterima saja takdir ini

Ya ALLAH benarlah tak kusenangi disini
Sungguh pemandangan yang sangat buruk!

Segala cara dilakukan tuk berbuat curang
Bertanya pada teman saat pengawas lalai, menaruh contekan di bawah laci meja, kartu peserta pun tak luput jadi korban

Apalah yang bisa kulakukan, batuk yang dibuat-buat pun tak berarti
Tak sadarkah mereka, ALLAH tak pernah lalai?
Makasih Ya ALLAH, Kau selamatkanku
Saat aku diminta untuk mengambilkan kertas dari tetangga, kejadian itu gagal terjadi
Saat ku diminta untuk mengoperkan kertas, Kau selamatkanku lagi Ya Rabb

Tapi Ya ALLAH, betapa merasa berdosanya aku
Dua kali kulakukan kesalahan
Imanku yang masih lemah buatku tak kuasa menolak
Pertama, saat aku membantu menggeser kertas kartu peserta yang terdapat jawaban
Kedua, aku mengambilkan kertas dari tetangga untuk sebelahku
Ya ALLAH, hati ini sempat ragu tuk lakukan itu, tapi kebodohanku membuat itu terjadi
Merasa berdosa, tentu saja
Aku sadar Engkau mengawasiku, tapi kenapa tetap kulakukan?

Kertas soal ujian yang ditukar, HP yang seharusnya ditaruh di tas tapi dilanggar, posisi duduk pun sudah tak seperti seharusnya
Sendi putar yang terus berkontraksi mencari jawaban
Ya ALLAH, lagi-lagi kuucap maaf
Tak ada yang bisa kulakukan
Ya Rabb, sesulit itukah untuk jujur?

Hatiku berteriak karena kecewa
Kecewa dengan suasana ini, kecewa pada diriku sendiri

Kudengar pula ungkapan kecewa dari guru-guru
Atas kelakuan anak SMAN 2 yang tidak jujur
Sungguh, yang haq dan yang batil sangat berbeda
Begitu mudahnya melakukan hal yang batil, tapi betapa sulitnya mempertahankan yang haq

Secarik kertas kecil yang telah disiapkan untuk menanyakan jawaban
Sampai kapan hal ini akan terjadi?
Indonesia sedang mengalami KRISIS PD!!!
Harusnya hal ini yang patut dipermasalahkan melebihi krisis ekonomi
Indonesia, sampai kapan terus seperti ini??

Hari itu, hari terakhir UAS, aku benar-benar mengganjilkan dosaku
Kulakukan lagi salah itu
Tiga kali, angka yg bagus untuk membuat diriku semakin merasa bersalah
Ya ALLAH, tolong aku
Tolong aku yang lemah ini
Dengan cara apa harus kuingatkan mereka..???

untukmu sahabaT

Seketika kurasakan sakit dalam jiwa
Saat kudengar kabarmu saat ini
Suara paraumu buatku sedih
Terasa makin sakit hati ini
Karna ku tak bisa menemanimu, memelukmu
Maafkanku sobat
Jarak kita yang jauh buatku tak bisa hadir disana

Tapi sahabat
Harus terus kau ingat, ALLAH tak pernah memberi cobaan melebihi kemampuan hambaNya
Semoga dengan sakit yang kau rasakan, pupus semua khilafmu selama ini


Sekali lagi maaf ukhti
Ku tak bisa berkata apa-apa tuk menghiburmu
Mulutku hanya bisa diam, membisu
Sahabat
Yakinlah, di setiap kisah pasti ada hikmah
Sabar, kuncinya

Dapat kubayangkan raut wajahmu yang menahan sakit
Tapi sahabat
Cobalah untuk tetap tersenyum
Ku tak ingin lihatmu bersedih
Dalam suka dalam duka
Dalam tawa dalam luka
Dalam sehat dalam sakit
Tetaplah tersenyum sobat
La tahzan...

Mungkin kita jauh dalam jasmani
Tapi ku ingin kamu tahu kau selalu di hati
Jujur, ku tak pernah menyangka
Rasa sayang ini semakin dalam padamu, saudariku
Ternyata jarak yang jauh buatku makin menyayangimu
Kau sahabatku
Sampai kapanpun kan tetap seperti itu...

maaf yang belum tersampaikan

Kudapati musim hujan kembali hadir
Kudapati tahun tlah berganti lagi
Kulihat perubahan pada diriku

Kusadari semua tlah berbeda
Tempat, waktu, suasana yang berbeda

Terkadang teringat akan dirimu
Tak kutahu seperti apa sekarang
Jarak yang terpisah, buat kita tak bisa bersua
Merindumu, itu yang kurasakan
Berjumpa denganmu, itu yang kuharapkan
Memelukmu, adalah yang 'kan kulakukan
Saat kau di hadapanku

Kau sahabatku
Walau jauh, kurasakan begitu dekat
Disini kumenantimu
Menanti kehadiranmu
Tuk ucapkan terima kasih atas segala yang kau berikan
Dan tuk ucapkan maaf
Ku belum sempat jadi sahabat yang baik saat meninggalkanmu...

_untuk~mu_

Sulitnya diriku mengertikanmu

Buatmu sedih

Buatmu luka

Kecewakah dirimu mengenalku?

Mungkinkah kepergianku selalu kau harapkan?

Sungguh, tak pernah kuinginkan jauh darimu


fRom mY besTfren

My English teacher has ever said, "who is ur best friend in ur school now?" and I answer, "my bestFriend isn't in my school, but she is in Bandung"

by_KikY
my bestfriend in Macassar
 

Harapku

Aku mengagungkan-Mu dengan mengadukan apa pun kepada-Mu
Engkau sangat mengetahui keadaanku dengan pasti
Jika aku bermaksud menyembunyikan kesedihan yang kuhadapi,
Air mata akan menjadi saksi
Engkau memberiku kerinduan,
hingga jika tampak keindahan-Mu, lisanku menjadi kelu
Jika orang-orang tak ingin berhenti
Aku ingin lenyap, sementara cinta tetap ada
Dengan kemurahan-Mu, cukupkanlah hati hamba
Yang terputus dari-Mu hingga ia bingung
Kasihilah ia
Jangan Engkau putuskan dirinya dari diri-Mu
Karena ia telah berdiri di pintu pengharapan-Mu

Hamba yang selalu salah

Aku selalu melakukan kesalahan
Sedangkan Engkau selalu memaafkan dan mengampuni
Jika aku berbuat salah, Engkau tidak menyiksaku
Bahkan kejahatan dibalas kebaikan
Engkau perhatikan orang yang berbuat salah
dengan kebaikan dalam kemurahan-Mu
Ampunilah ia karena Engkau Maha Pemberi Karunia

kadO teRindaH untuKku

Kau laksana BINTANG
Meski kecil, namun indah menerangi malam
Sinarmu adalan NUR hidupku
Di saat asa menjauhiku
Dan ketegaran nyaris sirna

"Tuhan, beri aku waktu, izinkan kudampingi Putri Kecilku meraih cita-cita hidupnya."

Dikau Putri Kecilku
Bersama do'a Ibu, luruslah jalanmu, raih citamu, tundukkan hatimu, ALLAH kan menyayangimu.


By_Ibuku "teRcinTa"
Pemalang, 180808
Bismillahirrahmanirrahim...