Kenapa sy menyebut kalian anak kecil?

Hmm,, sebelumnya maaf klo terlalu frontal mengatakan ini, n_nV
Mungkin emg bersifat subjektif. Tapi itulah pendapat sy. Sy cuman pengen mengingatkan bahwa kehidupan kampus yang akan (aamiin) atau telah kalian hadapi sebentar lagi sebenarnya bukanlah hal yg mudah. Kala itu tanggung jawab kalian akan semakin berat. Bukan hanya pada diri sendiri, orang tua, keluarga, tapi juga masyarakat Indonesia. Masa SMA merupakan langkah 'pemanasan'. Di SMA kita masih dimanja, di kampus harus bener" mandiri. Dunia kampus benar" keras kawan (cieh). Disini kalian akan diuji kesabaran, kemampuan, serta banyak hal lain, termasuk komitmen. Apa yg sudah terbayang oleh kalian mungkin baru sebagian kecil dari apa yg akan kalian rasakan nantinya. Buat yg di SMAnya masih tergantung sama guru, kalo gurunya ga enak pelajaran juga jadi ngeselin (pengalaman :P), di kuliah bener" harus bisa mandiri. Gimana lah caranya supaya tetep bisa ngerti mata kuliah di kampus. Bagi sy (sy kira org lain jg setuju), kampus ga butuh org yg cuman pengen sukses akademik. Kampus, negara, butuh pemuda yang punya mimpi besar. Untuk kesuksesan diri sendiri, bangsa, & negara. Harus ada dalam benak kita niat untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Menjadi pelaku dalam mewujudkan Indonesia yg maju. Bahkan alangkah baiknya kita punya mimpi untuk menjadi salah 1 dari orang" besar Indonesia yang juga memiliki pengaruh positif yg besar. Jadilah pejabat yg antikorupsi, jadilah pemimpin yang adil, jadilah da'i yg menyeru pada kebaikan, mengingatkan pada kehidupan akhirat yang kekal, mengingatkan adanya azab yg pedih. Ga jaman cita" cuman lulus kuliah dg nilai bagus, kerja, nikah. Mau kan jadi org yang bisa bermanfaat u/ org lain? Mungkin kita punya mimpi untuk memberantas kemiskinan, menjamin kesehatan masyarakat, memajukan Indonesia (dimajuin kemana?). Nah, gmn caranya untuk mewujudkan semua itu kawan? Jangan sampai kita cuman bisa komentar dg pemerintah yg ga becus, tapi apakah jika kita yg jadi pemimpin bisa benar dlm memimpin?? Jika kita yakin, maka kita harus buktikan bahwa generasi kita akan membuat perubahan besar dalam negeri ini, bahkan dalam dunia ini. ALLAHU AKBAR!!! ^O^

Klo dibayangin mimpi ini bukanlah mimpi yg kecil & main2. Mungkin banyak juga teman" yg punya mimpi sama. Tapi mimpi ini juga sulit terwujud klo kita semua gak bergerak dari sekarang. Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dg matang. Jadikan setiap pengalaman hidup sebagai pelajaran. Mumpung masih muda, energi gak habis"nya, ayo, manfaatkan masa muda kita untuk hal" yg bermanfaat. Klo bukan kita, siapa lagi? Klo bukan dari skrg, kapan lg? ;DD

Alergi

Alergi bisa terjadi karena makanan, cuaca, dll.
Memang biasanya dari protein laut, seperti udang, ikan. Namun bisa juga dari ayam, telur, makanan yang mengandung pengawet, pewarna. Atau bisa juga dari udara. Misalnya udara dingin terus jadi gatel2. Bisa juga dari sabun. Jadi, diperhatikan apa yang terjadi setelah kontak dari hal-hal tersebut. Misalnya setelah makan ayam kok gatel. Coba selama seminggu ga makan ayam. Setelah itu coba makan ayam lagi. Kalo ga gatel, berarti kemungkinan penyebabnya lain. 

Bisa juga karena daya tahan tubuh. Kalo daya tahan tubuhnya lagi turun, mudah bagi penyebab alergi itu untuk masuk. Obat ini hanya sebagai penghilang efek alergi, namun bukan pencegah penyebab alergi itu. Jadi, daya tahan tubuhnya harus dijaga. Misalnya waktu istirahat harus seimbang dengan aktivitas. Selain itu, makanan yang seimbang dan olahraga. Sayur dan buah itu harus karena sebagai antioksidan, penangkal penyebab alergi. Minum susunya dirutinkan. Minum susu yang mengandung banyak kalsium. Olahraga juga yang rutin.

By: Dokter yang cantik dan shalihah
dr. Catharina



Perasaan baru kali ini aku ke dokter dan diberi petuah spt ini. Sebelumnya ke dokter langsung disuruh jangan makan ikan laut gitu. Aku dengan polosnya iah iah aja. Beliau sempat bertanya suka minum susu ga?
Aku bilang suka. Rutin ga? Aku bilang ngga. Hegheg. Makanya disuruh dirutinkan. Terus beliau juga bertanya, suka olahraga ga? Aku bilang sebenarnya suka, tapi.... Dan beliau berkata, aduh jangan sebenarnya deh, yang bener2 aja. Haghag. Dasor.. Jadi disuruh dirutinkan olahraganya.
Alhamdulillah beliau tidak bertanya, suka sayur ga? ^^'

Jadi ceritanya aku ke dokter untuk konsultasi gatel2 yang mulai menjalar ke seluruh tubuh. Sebelumnya sih pada bagian tertentu saja. Dan setelah itu aku tidak menghindari makanan yang disuruh dokter sebelumnya untuk dihindari. Sekarang kan jelas nih gimana supaya aku bisa tetap hidup sehat & bisa tau alergi apa.

Back to nature. Be healthy. ^O^

Lama tak bersua

Assalamu'alaikum.. ^^
Heu..... Kangeundnya dengan dunia blog..
Sudah lama sekali ga update blog..
Adakah yang rindu dengan postingan2 saya?? Haghaghag
Sbnrnya banyak banget postingan yang msh berupa draft nih..
Namun karena belum bisa menyempatkan untuk finishing & sunting, jadi msh ketunda2 gitchu..
Tunggu aja ya postingan2 selanjutnya.. :DD
Kritik & saran selalu kutunggu... n.n
Wassalamu'alaikum...

Ikhtiarnya gimana?

Ikhtiarnya gimana caranya?

Berdo'a ke ALLAH, minta yang terbaik. Kalo mau agak maksa mah doanya 'Ya ALLAH jadikanlah dia yang terbaik.'

Selalu, tiap sholat. Ikhtiarnya gimana?

Laki2 yang baik untuk perempuan yang baik. Jadilah ikhwan yang baik supaya dapat akhwat yang baik juga.

Ia Insya ALLAH. Cuma tetep aja ikhtiarnya harus ada yang lebih dikhususkan untuk itu. Tahap awalnya gimana?

Ya udah tahap awalnya itu. Banyak-banyak berdoa, kuliah yang bener, cari duit yang banyak. Semua itu juga merupakan bentuk ikhtiar untuk bisa nikah. Kalo punya duit banyak ingat sedekah. Saat bersedekah bisa disisipi do'a berupa harapan yang ingin dicapai.

Cuma kalo ada orang lain yang ngajak dia nikah duluan gimana?

Ya itu takdir. Instropeksi diri. Makanya berdoanya dengan penuh harap dan keyakinan ALLAH akan mengabulkannya.

Ya bisa diikhtiarkan atuh supaya takdirnya ga kayak gitu. Kamu juga bantu do'a atuh.

Ya itu. Kamu pinter geuning. Do'a yang penuh harap & keyakinan ALLAH SWT Maha Memperkenankan do'a merupakan bentuk ikhtiar juga. Sekian persen dari apa yang kita peroleh nanti merupakan hasil ikhtiar juga. Kalo hasilnya ga sesuai harapan berarti harus ada yang diinstropeksi juga. 


Apa yang ada di benakmu stlh membaca ini? :)
Intinya, si penjawab ingin menyampaikan apa yang seharusnya dilakukan o/ si penanya yang sedang jatuh cinta dan bingung harus gimana.

Hmm.. Lalu, bagaimana pendapat teman2 soal orang2 yang menikah muda?
- Dijodohin ya??
- Hmm,, kayaknya udah ga jamannya deh..
- Cepet banget sih.

Mungkin seperti itu beberapa pikiran2 negatif yang ada di benak orang2. Coba direnungkan kembali mengapa orang2 itu memilih menikah muda. Mungkin...

* Dia ingin segera menyempurnakan din-nya. Siapa yang tahu beberapa tahun, bahkan sedetik kemudian dia masih diberi kesempatan untuk menghirup udara dunia.

* Dia ingin menjaga dirinya dari perbuatan maksiat. Dengan kata lain, menghalalkan apa yang sebelumnya diharamkan. Setelah menikah, halal bagi pasangan suami istri untuk berpacaran (misal. berpegangan tangan), halal aurat sang istri untuk suaminya.

* Dia ingin hidup mandiri. Dia tidak ingin terus-menerus merepotkan orang tuanya. Karena menikah bisa disebut sebagai momen dimana orang tua terlepas tanggung jawab terhadap anaknya.


* Dia ingin memanfaatkan kesempatan ketika orang tuanya masih bisa menyaksikan dirinya menikah, bahkan apabila bisa memberikan cucu untuk orang tuanya. Tentunya sangat indah dan membahagiakan jika kedua orang tua kita bisa hadir di pelaminan mendampingi kita.




Lalu, bagaimana pendapat teman2 soal orang2 yang tidak cepat nikah?
- Hmm,, terlalu menunda2, belum tentu diberi kesempatan untuk menikah.
- Kalo udah ada yang mau kenapa ga segera aja?

Mungkin itu adalah beberapa pendapat dari orang2. Mungkin beberapa pertimbangan di bawah ini bisa menjadi renungan.


* Dia masih ingin memanfaatkan masa mudanya. Masa muda adalah masa yang paling bebas (harus bebas bertanggung jawab tentunya). Bebas berorganisasi, bebas berteman.


* Dia masih ingin bisa memaksimalkan bakti kepada orang tuanya. Untuk seorang istri, prioritas tertinggi baktinya akan berpindah dari orang tua ke suami setelah menikah.

* Dia memang belum menemukan calon yang cocok. Daripada buru2 nikah tapi belum sreg, ya mending nunggu sampai nemu yang cocok.


* Belum mendapat restu orang tua. Orang tua tau bgt gimana rasanya menjalani kehidupan rumah tangga. Mungkin beliau menilai anaknya belum siap untuk menikah.




Itulah beberapa pertimbangan kemungkinan alasan seseorang memilih untuk menikah cepat/tidak cepat.
Nikah itu....
- Sunnah Rasul
“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)
- Menjauhkan diri dari zina
“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra 32)

Dalam Al-Qur'an dan Hadits..
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. al-Nuur: 32) 

Hadits Ibnu Mas'ud, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu serta berkeinginan untuk menikah, maka hendaklah ia menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Dan barangsiapa tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu dapat menjadi tameng baginya (melemahkan syahwat)." (Muttafaq 'alaih)

Jadi,,
Tentu harus ada niat dalam hati kita untuk menikah. Hanya saja mengenai waktunya, itu tergantung dari ikhtiar kita juga. Jika kita sudah siap untuk menikah, maka kenapa harus ditunda2??
Namun, apa parameter siap menikah?
Tentunya harus siap lahir batin. Mungkin diantara siap lahir batin adalah siap untuk menerima segala kekurangan pasangannya. Untuk seorang lelaki harus siap untuk menafkahi istri, menjadi kepala keluarga, pemimpin yang siap menuntun keluarganya menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah, bisa melindungi keluarganya dari azab neraka. Bagi seorang istri harus siap untuk dipimpin oleh suami, melayani suami atas segala keperluannya, seperti masak, cuci & setrika pakaian, dll.
Semua itu pasti tidak mudah. Namun dengan niat tulus ikhlash karena ALLAH, tidak ada rasa sulit dalam mengerjakan pekerjaan apapun.

Lalu, bagaimana dengan orang yang memang belum bisa menikah karena belum mampu?
Seperti dalam hadits disebutkan di atas, hendaklah ia berpuasa. Selain menjadi penahan syahwat, juga berpahala. Apa salahnya memaksimalkan ibadah di masa muda?
Bukankah salah 1 golongan manusia yang mendapat perlindungan dari ALLAH saat tidak ada pertolongan selainNya adalah pemuda yang mengabdkan diri kepada ALLAH?
Sembari itu, juga perlu diiringi dengan do'a dan ikhtiar untuk bisa mencapai tujuan menggenapkan dien.
Buat yang karena belum direstui orang tua, buktikan dong kalo memang sudah siap menikah. Apa usahamu untuk bisa meyakinkan orang tuamu jika kamu sudah siap nikah?
:)
Wahai sahabat... Jika kamu dipusingkan dengan dunia ini, ingatlah bahwa kamu punya ALLAH yang selalu ada kapanpun kau membutuhkannya.

Mengapa saya Islam??

Jawaban pertama tentu saja: Karena orang tua saya Islam.
Dan hal ini merupakan hal yg sangat sy syukuri kawan karena sy dilahirkan sebagai seorang muslim, seorang manusia beragama Islam, satu2nya agama yg diridlai ALLAH SWT.
Mungkin awalnya sy masih nerimo2 aja beragama Islam. Namun semakin berlalunya waktu sy mempelajari banyak ilmu dan 1 kesimpulan yg saya peroleh adalah: 'Islam adalah agama yg benar!'
Al-Qur'an, kitab suci orang Islam memiliki banyak keajaiban kawan. Dan ini membuktikan bahwa Al-Qur'an adalah haq dan ALLAH adalah Tuhan semesta alam.
Teman2 pasti sudah pernah/sering mendengar/membaca ayat dalam Al-Qur'an yang mengatakan bahwa cobalah kamu buat ayat yang seperti Al-Qur'an, maka kamu dan kawan2mu itu takkan pernah mampu. Lihatlah, ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an bukan buatan manusia, kawan. Ya, Al-Qur'an adalah buatan ALLAH Azza wa Jalla. Jika kita membaca tafsir Al-Qur'an, maka kita tidak akan menemukan pertentangan di dalamnya.

Lihatlah betapa luar biasanya Al-Qur'an bisa mencakup segala aspek kehidupan. Ketika kita punya masalah dan ga tau jalan keluarnya, sebenarnya semua itu ada di dalam Al-Qur'an kawan. Coba deh, bahkan sampai pembagian warisan, larangan mengurangi isi timbangan dari yg seharusnya sampai dibahas di Al-Qur'an juga.
Subhanallah...
So, masihkah kita ragu pada Islam???
Seharusnya tidak! ;)

Resume, kesan-kesan Materi MSI IV

Pertemuan Pertama
10 April 2011
Bertempat di GSG Salman

Materi ttg Akidah dan Pemikiran dibawakan oleh Ust. Nashruddin Syarief
Materi ini membahas tentang 'Mengapa Islam?'
Dan jawabannya adalah:

1. Islam murni buatan ALLAH
Kita tidak hanya beriman, tapi juga harus berilmu, karena org yg takut pada ALLAH harus berdasar ilmu. Dalam QS.Fatir disebutkan bahwa yg takut pada ALLAH adalah ulama.
Agama yg benar adalah agama yg berasal dari Sang Pencipta (ALLAH).
Agama yg salah adalah agama buatan manusia.

Bukti Islam murini buatan ALLAH:
*Dari segi konsep ketuhanan
Wahyu/samawi-> Allah menurunkan secara langsung siapa diriNYA, konsepnya final, tidak ada perubahan.
Nama 'Islam' sendiri datangnya dari ALLAH lo.

2. Islam dipandu wahyu
Islam adalah agama para nabi, jejak sejarahnya sampai pada manusia pertama (Adam as.). Islam tidak pernah berhenti dipandu wahyu ilahi yg sampai melalui para Nabi, dan wahyu yg dibawa Nabi Sallallahu 'alaihi wassalam terjaga otentisitasnya (Al Qur'an).
Seharusnya kita bisa menggunakan akal kita untuk berpikir bahwa Al-Qur'an ini memang merupakan buatan ALLAH SWT, bukan buatan manusia. Betapa banyak keajaiban2 Al-Qur'an. Banyak kejadian2 masa depan yg sudah tercatat di Al-Qur'an. Al-Qur'an mencakup segala aspek kehidupan; sains, ekonomi, sosial, dll, yg kemudian penjabarannya dijelaskan dalam hadits/sunnah.

3. Islam Matang sejak lahir
Maksudnya?? Check it out.
- sudah dewasa sejak lahir, tidak mengalami perkembangan ideologi.
- hubungan agama dg ilmu tidak pernah mengalami ketegangan, naik-turun, melainkan stabil.
- hubungan agama & negara tidak tegang karena agama senantiasa taat pada konstitusi (Al.Qur'an, Sunnah).
- Islam tidak pernah membenarkan mitos. Tidak berarti mensekulerkan alam, sebab mengakui eksistensi ALLAH SWT.

Kemudian dilanjutkan materi mengenai 'Sikap Muslim'.
Materi ini membahas tentang pola pikir sebagai muslim, yaitu senantiasa memperbaiki kualitas ketakwaannya.
Caranya???
Bersyukur hidup sebagai muslim.
Sebuah nikmat luar biasa yg paling patut kita syukuri adalah nikmat iman islam. Sungguh merugi orang2 yg tidak memiliki keimanan terhadap islam.

Sebagai seorang muslim kita patut:
- merefleksikan peran2 Islam (menauhidkan ALLAH)
- sadar sebagai seorang mukmin
- sadar sebagai hamba yg shaleh
- sadar sebagai individu & elemen terkecil umat
- sadar sebagai khalifah
- makhluk Allah yg paling mulia

Kesan: Rame bgt deh bahasannya. Dan tentunya jadi makin bikin kita yakin dengan kebenaran Islam! ALLAHU AKBAR!!! ^O^


Pertemuan kedua
17 April 2011


Saya tidak mengikuti pertemuan kedua ini dikarenakan ada acara keluarga, yaitu menghadiri walimahan sepupu.
Hmm,,
Singkat cerita, sepupu saya ini merupakan anak pertama dari oom sy. Subhanallah. Sebuah keluarga baru telah tercipta. Tentu saja harapannya keluarga baru ini bisa menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
Disana kami bertemu dengan keluarga besar ibu saya. Yaa, sekalian silaturahim. 
Hmm.. smg saja sy dan teman2 sekalian bisa cepat menyusul di waktu yg tepat. Haghag XD
Setelah cukup lama kami berada disana, siang hari kami berpamitan pulang. Ternyata oom dan tante2 saya ikut ke Bandung. Kami sempat mampir di tempat jualan sate kelinci. Hmm.. Saya sendiri ga begitu suka makan sate kelinci. Bukannya ga suka rasanya, tapi untuk mencobanya pun ga tega. Kelinci yg begitu lucunya dijadikan sate bakar =,= Jadi, sy minum jeruk anget aja :DD
Kemudian kami melanjutkan perjalanan pulang ke rumah di Cimahi. Malam harinya keluargaku itu pulang, kecuali Tante Olis karena ceritanya beliau masih mau jalan2 di Bandung esok harinya =.=a
Yaa,, mgkn begitu saja ceritanya,, Haghaghag,, Maaf geje,,, -,-


Pertemuan ketiga
1 Mei 2011
@Galeri Arsi


Bertemakan 'Dakwah dengan Pena'.
Subhanallah. Keren pisund lah. Kita diajak membuka mata untuk melihat betapa besar pengaruh media bagi dunia. Dan mungkin tanpa kita sadari kita pun telah menjaid korban media. Media2 saat ini sangat didominasi oleh Yahudi. Apakah kita menyadarinya? Lihatlah betapa halusnya cara Yahudi mempengaruhi alam pikiran manusia. Segala yg baik bisa dinilai buruk dg kata-kata.

Dan tau ga sih kawan?! Media yg telah dikuasai Yahudi ini membuat berita2 yg sering kita terima tuh sebenarnya ga sesuai dg kenyataan yg terjadi. Banyak tjd manupulasi. Tapi ada kabar cukup menenangkan karena masih ada media Islam yang berkiprah di media2 elektronik, seperti dakwahtuna.com, eramuslim.com, dll. Media2 Islam ini memberikan info2 yang sebenarnya tentang keadaan saudara2 kita di Palestina, juga seringkali mgnungkap kebohongan2 publik. Namun kawan, kita ga bisa cuman ngandelin media2 yg tadi. Kita juga harus menjadi pelaku dakwah dg tulisan ini. 


Kawan, seringkali kita sulit menyampaikan aspirasi kita. Hanya org2 yg dianggap penting yg dihargai kata2nya. Lalu bagaimana cara kita menyampaikan aspirasi kita ketika hal2 tersebut tidak mendukung?
Kawan, cobalah berdakwah dg 'pena'. Misalnya dengan menulis di blog, atau note facebook. Tahukah kita bahwa tulisan kita di media maya ini dibaca oleh banyak orang. Tulisan kita bisa menginspirasi orang lain. 


Kesan: Pokoknya keren buanget dah materi dakwah dg pena ini. Ketika itu suasana galeri arsi begitu mencekam (alayz), raut2 bingung dan terpesona terlihat menghiasi wajah peserta.
Dan yang pasti, meningkatkan semangat menulis!!!
SEMANGAT menulis!!! ;DD

Tugas Pertama MSI IV

1. bagaimanakah konsep iman menurut anda (apakah sebuah doktrin atau yang bisa digugat dengan logika)

Jawab:
Rasa berTuhan itu adalah fitrah. Seorang manusia normal akan merasa bahwa dirinya memiliki Tuhan. Keyakinan ini timbul dari hati. Iman itu bukan merupakan doktrin. Seseorang dapat menggunakan akalnya untuk semakin menguatkan imannya. Seseorang dapat menggunakan akalnya untuk menentukan apakah yg ia yakini adalah benar/salah. Namun begitu akal manusia pun ada batasnya. Ada hal-hal tertentu yang tidak dapat ditalar dengan akal. Hal ini menunjukkan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan ada yg Maha Mengetahui segalanya, yaitu Allah Subhanahu wa ta'ala..

2. untuk apa manusia diciptakan?

Jawab:
Manusia diciptakan untuk beribadah semata-mata hanya kepada ALLAH SWT dan menjadi khalifah di Bumi. Manusia diamanahi menjadi penguasa Bumi, tentu saja dengan cara merawat Bumi ini, menjaga kelestariannya dan tidak membuat kerusakan di Bumi. Manusia yg membuat kerusakan di Bumi berarti dia telah melanggar perintah ALLAH dan semua perbuatannya itu harus dipertanggungjawabkan. Sedangkan manusia yang merawat Bumi akan mendapat balasan yang lebih atas kebaikannya karena telah menjalankan perintah ALLAH SWT.

3. bila semua kejadian sudah dituliskan di lauhulmahfudz, untuk apa manusia berusaha?

Jawab:
Manusia diwajibkan untuk berusaha/ikhtiar. Ada sebuah cerita tentang seseorang yang meninggalkan untanya tapi tdk diikat. Maka Rasul berkata: Mengapa engkau tidak mengikat untamu? Pemilik unta itu berkata: Karena aq tlah menitipkannya pada ALLAH dan DIA akan menjaganya. Lalu Rasul berkata: Tapi bukankah kamu diwajibkan untuk berusaha terlebih dahulu? Kurang lebih spt itu ceritanya. Maaf sy belum menemukan riwayatnya.
Dengan begitu kita sebagai manusia diwajibkan untuk berusaha karena usaha kita itu menunjukkan bentuk ketaatan kita terhadap perintah ALLAH. Karena ALLAH tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mengubahnya.

4. apa yang akan anda jawab ketika seorang atheis bertanya tentang ketuhanan?

Jawab:
Tuhan adalah esa. Tuhan adalah satu, yaitu ALLAH Azza wa Jalla...
Tiada Tuhan selain ALLAH SWT.
Ketuhanan merupakan keyakinan akan adanya Tuhan yang menguasai alam semesta ini, dan Tuhan itu hanya ada satu, ALLAH Subhanahu wa ta'ala..

Sebuah kayu takkan bisa berubah menjadi meja jikak tanpa melalui proses yang dilakukan oleh tukang kayu. Alam semesta ini takkan bisa tercipta jika tidak ada penciptanya.


Tentu saja kita semua pernah merasakan hembusan angin. Tapi dapatkah kita melihatnya?
Pernahkah kita merasa sakit? Dapatkah kita melihat seperti apa itu sakit?
Semua itu merupakan hal-hal yang membuktikan bahwa ada sesuatu yang tidak dapat kita lihat tapi sebenarnya ada kehadirannya. Begitu pula dg ALLAH Subhanahu wa ta'ala. Nabi Musa as. saja sampai pingsan ketika minta dilihatkan wujud ALLAH. Betapa Mahabesar ALLAH, bahkan hanya dilihatkan beberapa bentuk kebesaranNYA pun kita sudah tak berdaya apa-apa.

Tak sesuai harapan??


Semester I bukanlah permulaan yang baik untukku. Betapa tidak, baru masuk IPku dibawah 3 (padahal aku menyukai angka 3, tapi tak ada 1pun angka 3 pada IPku). Hal ini tentu saja membuatku sedih. Tapi kesedihan itu bukan untuk dirasakan berendapan-endapan (justru bagusnya kesedihan itu dibuat larut). Tapi aku jadikan hal ini sebagai pemicu untuk lebih baik ke depannya. Masih ada kesempatan. Lagipula harusnya aku tetap bisa bersyukur, karena masih ada yg lebih buruk dariku ternyata. Sebuah pesan dari seorang kawan, intinya "Jangan pernah takabbur, apapun yg kita peroleh adalah pemberian dari ALLAH, bukan semata2 karena usaha kita."

Aku buat target untuk semester II. Yang pasti harus lebih baik. Tapi seperti apa parameter lebih baik itu? Hmm,, Jam belajar nambah, tapi sesuaikan dengan waktu main juga, jgn sampai waktu main lebih banyak. Yaa kalo kata Pak Indra (dosen kimia, red) saat membahas soal, "Kita hanya bermain2 dengan bla bla bla.." Mungkin aq bisa memasukkan waktu mengerjakan soal2 kima sebagai waktu bermain. =.='''

Semester II aku sedikit merubah cara belajarku (yaahh,, agak rajin gitu deh, walau cara belajar yg baru ini belum konsisten). Aku mulai terbiasa dg cara kuliah di ITB. Aku mulai lebih bersemangat & aku baru tersadar/mengerti akan apa yg aku pelajari selama semester I pada saat ini (ya bersyukurlah, walau terlambat ngerti, daripada ga ngerti2 =,=).

Perasaan optimis mulai merasuk dalam diri. Aku mulai yakin bisa lebih baik dari sebelumnya. Aku mulai lebih mengerti mata kuliah ini daripada pas semester I. Ya Rabb, semoga keyakinan ini bisa menjadi kenyataan.

Wah, tak terasa waktu berlalu begitu cepat (tanda2 kiamat makin dekat tuh). Waktu UTS I telah tiba. Wow! Jika ditanya apakah gampang mengerjakan soal"nya, percayalah aku takkan bilang 'ya'. Tapi aku merasa lebih tenang dalam mengerjakan soal" UTS di semester ini. Alhasil, pengumuman nilai pun tiba. Ketika postingan ini diterbitkan, baru kimia aja yg udah ada. & taukah kamu wahai kawan2ku?? Betapa buruknya nilaiku, range BL (apa itu BL? Bisa diterka sendiri lah ya yg gtw mah :P).
Nilai ini seakan2 membayang2i bagai sosok yg mengerikan. Betapa tidak kawan, aku begitu optimis akan mendapat nilai yg setidaknya cukup bagus. Tapi apa nyatanya???
Aku kembali teringat pesan dari seorang kawan. Inilah yg namanya takdir kawan. Apa yg kau harapkan tak selalu seperti kenyataan yg kan kau terima. Pasti sakit rasanya (halah). Tapi kucoba u/ tetap bisa menahan air menetes dari mata mengalir melewati pipiku yg lucu (=.=), aku mencoba u/ bisa menerima apa yg kuperoleh dg lapang dada. Mungkin UTS masih bisa kulalui dg baik sehingga ALLAH masih ingin melihar seberapa kuat hambaNYA menghadapi ujian. Kembali teringat kata2 Pak Indra, intinya "Ujian itu harus sulit, yaitu di atas kemampuan awal kita. Ketika kita lulus, berarti kita sudah berada pada level yg lebih tinggi. Begitu seterusnya."

Mungkin keimananku sedang diuji. Apakah aku a/ org yg sombong? Di saat aku telah memaksimalkan ikhtiarku, ALLAH memberi hasil yg tak sesuai (jelek, red). Mungkin aku merasa tidak adil, tapi 1 hal yang harusnya aku sadari, "Di atas semua itu, masih ada kekuasaan ALLAH." Kekuasaan ALLAH, itulah yg tertinggi. Ya, semaksimal2nya ikhtiarku, aku harus ingat bahwa ALLAH punya kuasa apakah akan memberikan hasil yg baik/tidak. Tentu saja harus diingat juga, baik menurutku belum tentu baik menurut ALLAH. Mungkin jika aku diberi hasil yg bagus (bagus di mata manusia, red), aku akan menjadi org yg sombong, bangga dg usaha yg telah kulakukan selama ini. Atau mungkin jg pada ikhtiar yg kurasa lbh maksimal drpd semester I ini terdapat kelalaian, misalnya jadwal baca/hafal Qur'annya jadi berkurang.

Sekali lagi, kucoba untuk tetap bersyukur. Ya Rabb, begitu banyak nikmat yg Kau berikan, kenapa aku harus merasa rugi dengan nilai yg menurutku jelek? Padahal nikmat yang Kau berikan jauh lebih banyak daripada kekurangan yg kurasakan. "Gajah di pelupuk mata tak nampak, semut di seberang lautan nampak." Sepertinya peribahasa ini bisa juga diartikan lebih memfokuskan pada melihat kekurangan daripada kelebihan2 yg telah ALLAH berikan. Astaghfirullah...

Aku belajar banyak dari pengalaman ini. Betapa tauhid yg lurus itu begitu sulit diperoleh. Seringkali lupa bahwa ALLAH-lah yg seharusnya menjadi satu2nya pengharapan. Karena jaman sekarang banyak hal yg bisa menjadi Thagut. Smg hati ini selalu dijaga dari mempersekutukan ALLAH. Ya Rabb, Yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami dalam ketaatan kepadaMU...
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin...
Smg hari" kita selalu dihiasi keberkahan.. =)

wassalamu'alaikum