Kehilangan

Sebenarnya ini sudah cukup lama ingin kutulis. Namun aku jadi semakin termotivasi setelah mengalami peristiwa hari ini.

Aku kira dialah sahabat yang akan menjadi sahabat terdekatku, baik di hati maupun dalam jarak yang sebenanya. Namun ntah mengapa sekarang aku galau. Kurasa perasaanku sama dengannya, merasa resah, seperti ada rasa bersalah. Ntah karena apa, karena aku pun tak tahu kenapa bisa punya perasaan seperti ini.

Pertemuan hari ini pula yang mengingatkanku bahwa dahulu kami punya kenangan yang manis. Suka main sepeda bareng, main badminton, les sekelas dan sering pulang bareng, dan lain-lain.

Aku pun tak tahu kapan tepatnya. Tiba-tiba, semuanya berubah. SMS ga suka dibalas. Sebenarnya bukan aku saja yang mengalaminya, yang lain pun juga pada ga dibalas katanya. Maka kuputuskan untuk mencoba langsung menemui di rumahnya untuk mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi. Ketika itu standar saja jawabannya, ga ada pulsa, atau yang lainnya. Dia pun meng-SMS-ku sepulang dari rumahnya.

Namun, kejadian itu terulang lagi. SMS ga dibalas, bahkan kadang-kadang failed atau pending. Perasaan ini menjadi semakin tak enak. Ada keyakinan kalau aku punya salah yang masih berbekas padanya. Suatu hari, aku ke rumahnya lagi untuk mengantarkan surat. Tapi rumahnya sangat sepi. Kurasa memang tak ada orang. Maka, aku selipkan saja lewat lubang bawah pintu.

Dan hari ini, aku ke rumahnya lagi bersama kalian. Jangan heran kenapa aku nampak takut. Aku sendiri tak tahu kenapa. Hatiku rasanya benar-benar tak enak. Aku tak kuat kalau harus bertemu dengannya. Terbukti dengan aku tak banyak bicara. Hingga akhirnya aku menahan diri untuk bisa bicara seperlunya. Setidaknya untuk membuat suasana tidak terlalu sepi. Namun pada akhirnya aku tidak bisa menahan. Ntah aku pun tak mengerti harus begitu (you know lah ya).

Setelah kupikir-pikir, aku mencoba menebak apa yang kurasakan. Jarak kami sangat dekat secara fisik, bukan hanya dalam keseharian, namun juga ketika aku hanya berjarak sekitar satu meter darinya. Tapi aku merasa seperti sangat jauh darinya. Kehilangan. Mungkin itu yang kurasakan. 

Tahukah dia bahwa aku begitu merindukannya. Sebuah kebahagiaan yang tak terkira bertemu dengannya. Walau aku sebenarnya tak mampu menatapnya. Tahukah dia bahwa aku ingin menggenggam tangannya kembali, memeluknya, ingin kukatakan bahwa "Aku mencintaimu karena ALLAH". Aamiin.. Mungkin kau bertanya mengapa tidak kukatakan? Jangankan untuk mengatakan, untuk menatapnya pun aku merasa tak kuat.

Jika kulihat wajahnya, aku merasakan adanya perasaan tak enak dalam dirinya. Aku tahu dia pun sebenarnya tak ingin melihatku menangis. Tapi aku minta maaf, aku tidak bisa menahan rasa ini. Maafkan aku, sahabatku...


Who is her? What is it?

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Aku punya seorang sahabat sejak masuk SMA dan hingga tulisan ini dibuat persahabatan kami masih erat. Dialah sahabat pertamaku di SMA yang hingga sekarang masih menjadi sahabat dekatku. Dia pula yang menjadi salah satu jalan bagiku untuk hijrah. Dia pula sahabat SMAku yang pertama kali dikenal oleh kedua orang tuaku, termasuk orang tuanya.

Jika kau tanya apapun tentang dia padaku, hmm sepertinya aku bisa menjawabnya. Aku banyak belajar darinya. Aku tak peduli dia menganggapku apa, yang pasti dia adalah one of my special friends in my life. Salah satu ciri khasnya adalah suka bilang "Semangat!!" (jadi ingat drama Full House ya -.-) yang sekarang sudah jarang banget tuh bisa kudengar darinya. Hoghog. Sudahkah kau dapat menebak siapa dia? ^^

Salah satu hal yang kuingat darinya adalah perannya dalam hijrahku. Awalnya aku mengenalnya karena kami sekelas, kemudian kami bersama lagi di sebuah ekskul yang hingga sekarang pun memiliki arti yang besar dalam hidupku. Kau mungkin sudah bisa menebak ekskul apa itu.

Sepertinya karena itulah kami menjadi semakin dekat. Aku memang bukan orang yang mencerminkan pribadi anggota ekskul tersebut yang seharusnya, terutama dari segi penampilan. Hmm.. mungkin karena itu pula dia tergerak untuk membantuku hijrah yang merupakan bukti bahwa ia peduli padaku. Aku bukan hanya ikut ekskul ini. Aku juga mengikuti ekskul yang 'hobi gue banget', dan ekskul inilah yang menjadi prioritas utamaku. Beberapa kali dia mengajakku untuk ikut menjadi titik yang membentuk sebuah lingkaran dan kutolak karena bentrok dengan kegiatan lain.

Selalu ada hikmah di balik sesuatu. Jika kau bertanya pada seseorang mengenai ciri-ciri fisikku, keyakinanku limit mendekati 100% bahwa orang itu akan bilang satu kata yang tak mungkin terlewat bahkan mungkin merupakan kesan pertama jika orang bertemu denganku, "kurus". Aku rasa karena ini pula aku tidak suka memakai baju terbuka, lebih tepatnya lengan pendek. Sejak suatu waktu itulah aku seringkali mengusahakan untuk memakai baju lengan panjang. Yaa... kecuali kalau pakai seragam. Tapi aku termasuk yang suka pakai jaket. Hoh apalagi Bandung itu dingin, terutama buat orang baru sepertiku.

Benakku menggambarkan masjid berwarna hijau. Lantai bawah masjid itu berbentuk kotak, di dalamnya ada sebuah cermin. Ketika itu aku sedang bercermin di depannya. Lalu, seorang perempuan cantik bertanya, "Tik, kapan pakai kerudung?" Wah, aku lupa saat itu tepatnya menjawab apa, Namun aku sangat ingat dengan pertanyaannya. Bahkan keyakinanku mengatakan isi pertanyaan tersebut persis dengan yang kutulis. Seingatku, jawabanku intinya mengatakan bahwa aku sedang belajar, sekarang aku suka memakai baju lengan panjang. Untuk bawahan, dapat kau pastikan aku tidak pernah pakai rok mini sejak SMA ~.~

Sepertinya bukan hanya sekali dia menanyakan pertanyaan itu. Sebuah pelajaran yang kudapat, kurasa itulah salah satu bukti kepedulian pada seorang teman atau sahabat, bahkan keluarga sebagai orang tersekat kita. Sudahkah kita peduli pada si A? Bertanyalah pada diri kita sendiri, "Apakah kita sudah berusaha menyelamatkannya dari api neraka?"

Lalu, bagaimana aku bisa hijrah?
Pastinya tidak akan kubahas lengkap disini. Siapa yang tidak tahu dengan firman ALLAH,
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka.” (QS 13:11)
So, aku bisa hijrah ya karena aku berusaha untuk mendapat hidayahNYA. Alhamdulillah, hasilnya ALLAH memberikan hidayahNYA untukku dan umur hingga sekarang. Suatu hal yang patut disyukuri, karena tidak semua orang bisa mewujudkan niatnya karena masih diberi kesempatan alias umur. Sejak aku tidak lagi aktif di ekskul yang 'gue banget' itu, aku mulai menerima tawarannya dan aktif menjadi bagian dari titik-titik yang membentuk lingkaran di dalam masjid tersebut.

Lalu, bagaimana mungkin persahabatan ini masih bisa bertahan hingga sekarang? (~5 tahun)? Setelah kupikir-pikir, sepertinya jawabannya "because we love each other because of ALLAH, insya ALLAH". Maka, aku jadi memiliki sebuah kesimpulan. Kenapa ada pertemanan atau persahabatan yang tidak awet? Mungkin perlu dipertanyakan apakah kedua belah pihak saling mencintai karena ALLAH. Disini saya bold karena kurasa yang dibold memiliki arti penting. Jika hanya salah satu pihak masih kurang. Mungkin Anda pernah mengalami, berusaha mencintai sesorang karena ALLAH tapi ternyata tidak pula mengeratkan tali pertemanan atau persahabatan. Coba bandingkan dengan yang saling mencintai karena ALLAH. Fakta menunjukkan bahwa ikatan dengan yang berbeda tempat beraktifitas bisa lebih kuat dibandingkan dengan yang setempat beraktifitas. Cinta karena ALLAH bisa mengalahkan jarak yang memisahkan.

Apalah balas budi yang bisa kuberikan padanya. Aku hanya berharap persahabatan ini bisa awet hingga di jannahNYA kelak. Lagi-lagi dibold. Ya, agak aneh nampaknya jika jannah merupakan harapan yang hanya. Kuharap, dia bisa menjadi syafaat bagiku atau sebaliknya, dan harapan tertinggi adalah kita bisa sama-sama menjadi syafaat untuk keluarga kita, orang-orang yang kita cintai. Untuk ini berlaku buat semua saudaraku seiman siapapun itu. Aamiin Ya Rabbal 'alamin.
Semua itu menjadi hal yang sangat mungkin jika kita menyertai harapan kita dengan ikhtiar yang maksimal. Dan itu bisa dicapai jika kita berjuang bersama-sama. :) 
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: 
“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Tirmidzi no.2081, ia berkata: “Hadits ini hasan shahih”)
Lewat tulisan ini aku ingin menyampaikan terima kasih banyak yang sedalam-dalamnya untuk sahabatku yang berarti besar dalam hidupku. Syukran jiddan. Jazakillahu khairan katsiraa. Aku tidak bisa membalas pun dengan yang sepadan. Semoga ALLAH SWT yang memberi balasan kebaikan berlipat buatmu, ukh. :)

Kalau kata lagu sih, "Tetaplah menjadi bintang di langit." Aku analogikan langitnya dengan hatiku. Tetaplah menjadi cahaya dalam kegelapan, tetaplah menjadi pengingat saat aku salah, tetaplah menjadi sahabatku. :)

So, have you can guess the answers of my questions in the title of this letter? ^.^


6 Syawal 1433H
pk 11.37 pm

Ketulusan CINTA

Ya Rabb,, ajarkan aku ketulusan cinta,,
yg walau mengharapkan balasan tapi tetap ikhlash karenaMU


yg semakin menguatkan posisi terbaikMU di hatiku
yg semakin mendekatkanku padaMU, bukan melalaikanku

yg tetap menjaga keikhlashan amalku
yg hadirkan rasa optimis & prasangka baik
yg memberi kebahagiaan saat tak berbalas
yg tetap abadi walau penuh ketidaksempurnaan

Aku bertanya cinta

Cinta, oh, apa itu cinta...
Jika kau tanya padaku apa itu cinta, aku pun tak tau harus berkata apa, karna bagiQ, tak mudah mengartikan cinta yg sebenarnya...

Tergila-gila pada seseorang, selalu teringat akan dirinya, selalu membayangkan wajahnya, selalu ingin bertemunya, walau hanya sekedar melihat dari kejauhan...
Cakep, lucu, imut, pintar, itulah dia. Entah mengapa, dia bisa sampai buatQ spt ini. Padahal, akrab dengannya pun tidak. Aku hanya mengagumi sosoknya. Entahlah, aku bisa mempertahankan perasaan ini selama bertahun-tahun. Ketika itu, ketika aku tergila-gila padanya, saat itu benar-benar hanya dia di hatiQ. Walau ada yang lain, tapi dirinya tlah membuat tak ada ruang kosong di hati ini selain untuknya. Itulah aku, ketika mencintai seseorang, aq akan benar-benar mencintainya, hingga tidak mempedulikan yang lain. Tapi sekarang, dia bagaikan orang biasa di mataku. Mungkinkah dia masih cakep, lucu, imut, pintar seperti dulu? Oh mana kutau. Bahkan dimana ia sekarang aq tak tau. Apalah yg kuharapkan darinya. Kenal pun tidak.

Cinta oh cinta,,
Jika aq flashback, sepertinya saat itu aq benar-benar tak mengerti arti cinta yg sebenarnya. Jangankan saat itu. Saat ini pun aq masih bertanya, apakah cinta sejati tak kan pernah luntur walau terpisah jarak & waktu? Padahal kedekatan jarak & waktu yang bisa menguatkan rasa cinta? Hmm.. What do you think??

Tak perlu kau tanya

Tak perlu kau tanya mengapa aku mencintainya. Semua orang juga tau dia shaleh. Semua orang juga tau dia pintar. Semua orang juga tau dia baik, baik sekali. Mungkin patut kau pertanyakan kalau dia ternyata juga mencintaiku. Karena aku dan dia sangat berbeda. Dia terlalu indah untukku...

28 April 2010

Inikah cinta semu?

Ya Rabb,,
Jika ini hanyalah cinta semu, maka mudahkanlah aku untuk melupakannya
Atau setidaknya untuk hanya menganggapnya teman biasa
Agar tiada lagi rasa cemburu
Agar tak perlu kuberikan perhatian lebih yang menandakan rasa sayangku padanya
Satu hal yang paling kutakuti
Aku takut cinta ini melebihi cintaku padaMu Rabb

Jika belum saatnya aku jatuh cinta
Tangguhkan rasa ini hingga saatnya Ya Rahim...

(ntahlah lupa ini kapan ditulisnya)

Dilema cinta

Aku berdebar melihatnya, tapi ke yang lain tidak
Dia sering teringat dalam benakku, padahal itu hanya mengganggu pikiranku
Aku takut kehilangan dia, padahal dia bukan siapa-siapa
Aku bahagia mengenalnya, aku senang berada di dekatnya
Walau sering kumerasa dia terlalu indah, dan aku merasa tak pantas untuknya

Inikah yang dinamakan "dilema cinta"? Dimana aku merasakan rasa yang tak biasa. Tapi rasa ini datang bukan pada saatnya. Terlalu cepat! Ya, terlalu cepat... Semua 'kan ada waktunya... Ya, 'kan ada waktunya
Lalu, apa yang harus kulakukan? Bersyukur... Ya, bersyukur... Bersyukur karena Dia masih menjadikanku bisa merasakan yang namanya cinta. Tinggal bagaimana aku bisa me-manage rasa itu

Kan kujaga hati ini
Untuk siapa?
Untuk sosok yang aku pun tak tahu siapa...

31 Maret 2010

Cerminan pemuda

Wahai pemuda
Tahukah kau bahwa betapa banyak amanah yang kau pikul. Sudahkah menyadari semuanya?


Wahai pemuda!
Berapa umurmu sekarang? Siapa yg merawatmu sejak kecil? Berapa byk keringat keletihan yg mereka keluarkan demi engkau? Berapa byk materi yg mereka habiskan untuk kehidupanmu? Berapa byk waktu yg mereka korbankan untuk kebahagiaanmu? Berapa kali ucapan/perilaku kasarmu ditanggapi dg senyum & sabar dari mereka?

Lalu, apa balasanmu? Adakah terbersit dalam pikiranmu untuk membahagiakan mereka? Untuk sedikit membalas budi mereka? Tapi dg cara apa? Apakah IPK yg bagus bisa mengukir senyum di bibir mereka? Aapakah waktu kelulusanmu yg singkat dapat menoreh kebanggaan di hati mereka? Jika ya, maukah kau usahakan itu?

Wahai pemuda!
Engkau sudah dewasa. Sudah saatnya kau bisa mandiri. Setidaknya untuk mengurangi beban orang tuamu. Masihkah kau dmanja? Hal-hal yg bisa kau kerjakan sendiri, kerjakanlah sendiri. Tenaga orang tuamu sudah tidak sekuat dahulu. Adakah pekerjaan rumah yg bisa kau bantu? Walau hanya untuk hal-hal kecil, seperti mencuci piring/menyapu.

Wahai pemuda!
Lingkunganmu bukan hanya rumah & kampus. Bagaimana kontribusimu untuk masyarakat? Kau yg akan meneruskan perjuangan orang terdahulu. Nasib masa depan bangsa ada di pundakmu mujahid!
Ada sebuah cerita dari seorang kakak tingkat. Beliau dan kawan"nya pernah melakukan riset ke masyarakat. Mereka menanyakan pada masyarakat Indonesia apa harapan mereka pada mahasiswa. & tahukah kamu apa jawaban mereka? Mereka berharap para mahasiswa belajar dg sebaik"nya, mereka berharap para mahasiswa bisa mengubah nasib bangsa.
Wahai pemuda!
Siapa yg mereka maksud? Kamu!! Ya, kamu! Mereka menaruh harapan yg besar padamu.
Wahai pemuda!
Siapa yang membiayai kuliahmu? Tak sadarkah kau negara berperan besar dalam biaya pendidikanmu? Biaya mahal yang kamu bayar sebenarnya tidak cukup untuk melunasi semua fasilitas yang kamu peroleh. Lalu darimana biaya kekurangannya? Dari pemerintah. & tahukah kamu darimana uang negara itu? Tentu saja dari warga Indonesia juga. Sobat, kau punya tanggung jawab thd amanah rakyat.

Wahai pemuda!
Kau org yg beragama. Kehidupanmu akan berlanjut ke akhirat. Jangan terlena dg dunia ini. Dunia ini ibarat pelabuhan yg kau singgahi sebelum ke kampung halamanmu (akhirat). Sobat, kau punya kewajiban berdakwah. Tegakah kamu melihat teman"mu yg awam agama? Kau pasti ingin masuk surga. Tapi apakah kau ingin sendiri disana? Tidak bisa kawan. Jangan egois. Kau butuh teman untuk bisa saling mengingatkan. Bukankah akan sangat indah jika kita semua bisa berkumpul bersama di JannahNYA kelak?

Wahai pemuda!
Itu hanya sebagian dari kewajiban yg kau tanggung. Kawan, kewajibanmu akan semakin bertambah, tanggung jawabmu akan semakn berat, tapi waktumu takkan bertambah, justru akan semakin sempit. Kawan, semua ini akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Kau a/ org yg kuat. Hadapi setiap masalah yg hadir dalam perjalananmu mencapai tujuan. Luruskan niatmu, ikhlashkan hanya untuk ALLAH SWT. Tenangkan hatimu, sabar dalam menghadapi setiap kesulitan.Ingat kawan! ALLAH selalu di dekatmu. Masalahmu Dia yang berikan. Mintalah solusi padaNYA. Dia ingin menguji kesabaranmu. Dia ingin menguji kecintaanmu padanya. Jika kau lolos, Dia akan meninggikan derajatmu, sobat! Bukankah itu indah?


Fa aina tadzhabun?

Sepertinya pikirannya sudah jenuh. Tugasnya belum juga selesai, Tapi waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Ia juga butuh istirahat.
Tak lama kemudian, sesosok lelaki menghampirinya. "Belum selesai juga tugasnya?" seru sosok tampan itu.
Sang wanita hanya bisa menggelengkan kepala. Dia seperti sudah terlalu penat. Sesaat sosok lelaki itu tersenyum simpul. Duh, betapa manisnya. Sang wanita sedikit merasa bebannya berkurang. Ya, sosok lelaki itu adalah suaminya. Senyumnya membuat wanita ini kembali optimis, kembali semangat.
Ya, inilah jalan yang ia pilih. Ia memilih untuk menikah setelah menyelesaikan sarjananya. Dan ia memilih untuk melanjutkan program doktornya. Pasti bukan jalan yg mudah. Tapi ia sudah mempersiapkan ini semua. Inilah jalan yg ia pilih & sudah dia perkirakan risikonya.
Tapi dia bersyukur memiliki suami yg perhatian. Suaminya tdk banyak menuntut, bahkan sering membantunya menyelesaikan tugas"nya.

"Berhenti dulu, ya. Kita QL dulu, yuk!"
Inilah salah satu kebanggaannya. Seorang imam yg tak lupa untuk mengingatkannya bangun malam, untuk bersujud kepadaNYA, memohon ampun atas segala dosa, & mengharapkan pengabulan do'a.
Suasana QL berlangsung dg khusyu'nya. Alunan ayat" Qur'an yg betapa indah dilantunkan.
Do'a penuh harap dipanjatkan. Dalam hati wanita ini mengucap syukur yang begitu dalam. Ia bersyukur karena memiliki sosok yg selalu bisa mengingatkannya bahwa hidup ini hanya sementara. Jgn sampai kesibukan dunia melalaikan dari mengingatNYA.

Sama sekali tak ada rasa menyesal dalam dirinya memilih jalan ini. Walau mungkin terasa lebih berat, tapi ia yakin, inilah awal dari kesuksesannya. Dalam setiap langkahnya, setiap pilihannya, selalu diawali dg bacaan basmalah. Smg ALLAH meridlai langkah kita. Smg ALLAH selalu merahmati kita. Smg ALLAH memudahkan jalan kita. Untuk satu 7an, RIDLA ALLAH!

Makin pintar, makin berbahaya

Udah hampir basi dipeyeum di draft -.-
Baru skg dipost. Rencananya emang didraft dulu, dibaca lagi nanti untuk melihat apakah ada yg perlu disunting atau ga. Ternyata setelah dipost jg ga ada suntingan yang berarti, paling hanya perubahan huruf yang salah. Hoghog

"Makin pintar, makin berbahaya." Sebuah kutipan kata2 yang muncul ketika jam kuliah kimia, oleh seorang bapak bernama Pak Indra. Ya, beliau adalah dosen kimiaku. Salah satu kesenangaku pada Beliau adalah Beliau sering memberikan ilmu di luar ilmu kimia yang sangat berarti buatku n.n

Sebuah kalimat sederhana, tapi memiliki makna mendalam.
Kata Pak Indra, intinya, ketika qmu menuntut ilmu & menjadi pintar, tinggal menjadi pilihan, mau digunakan u/ apa ilmu yg telah qmu peroleh. Ketika itu, kami sedang berdiskusi tentang bom. Seseorang yg telah berilmu, tau cara merakit bom, akan menjadi berbahaya ketika ia menggunakan ilmunya untuk kejahatan. Membuat bom yg digunakan u/ membunuh banyak org tanpa alasan yg jelas.

Pastinya harus dari awal kita menentukan tujuan hidup kita. Kita ingin menjadi apa? Ingin menjadi orang pintar? Jika ya, pintar yg seperti apa? Pintar & baik hati, atau pintar tapi jahat? Semua bergantung diri teman2. Kembali ke niat awal kita dalam menuntut ilmu. Buat kita semua nih, yg mgkn blm begitu ngerti apa sih 7an menuntut ilmu? ?

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang- orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”(Q.S al-Mujaadilah: 11)

Subhanallah kawan.. Renungkanlah. Ini adalah firman ALLAH. ALLAH akan meninggikan derajat org2 berilmu. Wow! Bukankan itu keren?? Ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu itu sangat penting kawan. Tentu kita semua bisa ngerti kalo ilmu itu emang penting banget, sangat dibutuhkan. Ilmu memberikan kita informasi yg belum kita ketahui. Nah, tapi, ga semua ilmu baik kawan. Contohnya nih, ilmu hitam :DD

Oleh karena itu, kita harus bisa membedakan nih kawan, ilmu yg benar & ilmu yg salah/sesat. Jgn sampe deh kita salah jalan. Apalagi nih kalo mpe tersebar kemana2. Bisa bahaya tuh, berarti telah menyebarkan ilmu yg salah. Dan semua itu akan dipertanggungjawabkan. Nah lo, klo udah terlanjur gmn? Ya klo kita sudah menemukan yg benar, kita koreksi kawan. Bilang ke org yg pernah kita sampaikan berita yg salah tersebut. Ya klo misalnya lupa, makanya kita sering2 beristighfar kawan. Astaghfirullahal'adzim.. Semoga ALLAH mengampuni dosa2 kita yg disadari maupun tak disadari.

Nah, sekarang pilihan temen2 nih, mau jadi org pintar? Jadilah org pintar yg baik hati, mempergunakan ilmunya untuk kebaikan, bisa bermanfaat buat org banyak. Bukankah ketika kita mengajarkan ilmu kepada org lain, lalu ilmu itu diajarkan kpd org lain lg, lalu diajarkan ke org2 lain lagi, dst, bisa menjadi amal jariyah buat kita??

Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya. (HR Muslim)

Tentu saja sangat jelas disebutkan dalam hadis tersebut teman, bahwa ilmu yg dimaksud adalah ilmu yg bermanfaat. :)

Menuntut ilmu adalah kewajiban. Jadi, berlomba-lombalah dalam menuntut ilmu. Dengan ilmu, kita bisa mengerti apa yg sebelumnya tidak kita mengerti. Dengan ilmu, hidup menjadi lebih mudah. Dengan ilmu, derajat meningkat, dengan ilmu, surga menanti kita n_n

Tafsir Al-Mishbah QS. Yunus: 75-97

18 Agustus 2012
@Metro TV
oleh Ust Quraish Shihab

Bismillahirrahmanirrahim

Tak banyak yang dishare, tak lama pula diriku menonton acara ini. Kau tau kenapa? Karena diriku ketiduran -.- (haghaghag)
Tapi ilmu ALLAH itu begitu luas. Walau hanya sebentar, tapi tetap ada ilmu yang kuperoleh.
Subhanallah :)

Saya pun tak hafal ilmu yang sy peroleh ini masing2 didasari pada ayat yang mana. So, sangat dianjurkan bagi pembaca untuk melihat dulu isi Surat Yunus :75-97 ya :D

Jangan berusaha tanpa berserah diri. Dan jangan berserah diri sebelum berusaha.

Ya, berusaha tanpa berserah diri artinya kita sombong. Ga inget kalo yang menentukan hasil ikhtiar kita adalah ALLAH SWT. Bahkan bisa berarti lupa juga kalo yang menggerakkan tubuh kita untuk berikhtiar a/ ALLAH SWT. Maka, setelah ikhtiar, langsung ingat u/ berserah diri ya ;)

Berserah diri tanpa usaha pun takkan menghasilkan apa2. Ingat kan? ALLAH berfirman,

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS 13:11)

Jadi, kalo kita ga berusaha mengubah nasib, ya nasib kita ga bakal berubah.

ALLAH tidak akan mengakibatkan baik pada keburukan.

Maksudnya???
Maksudnya adalah ALLAH tidak akan membuat akibat dari suatu perbuatan buruk adalah baik. Jadi, kalo kita melakukan perbuatan buruk, pastilah akibatnya juga buruk.
So, berlaku baik selalu, ya.. Biar akibatnya pun baik :)

Fitnah (dalam bahasa Arab) yang dimaksud pada ayat tersebut (ayat yg mana nih? Ayo cari! :D) bukan memiliki arti seperti fitnah di dalam bahasa Indonesia, melainkan adalah fitnah yang arti sebenarnya yaitu menguji kadar emas yang dibakar. Jadi, maksudnya adalah ujian. Oleh karenanya di ayat tersebut fitnah diartikan dengan ujian. :)
Wah, jadi tau nih kalo fitnah itu ternyata artinya macem2. 

Ada pula nih ayat yg menerangkan tentang sihir. Nah, kata Ustadz ini, sihir yaitu percaya adanya kekuatan lain yang bisa membawa manfaat atau mudharat. Padahal kan kita tau nih, tiada kekuatan lain selain ALLAH SWT yang bisa membawa manfaat atau mudharat.
Jadi, sihir itu sebenarnya merupakan tipuan. Pasti kita udah tau cerita Nabi Musa as. yang ber'tarung' dengan tukang sihir utusan Firaun. Nah, ular dari tukang sihir itu adalah merupakan sihir, hanya tipuan mata. Orang2 menjadi membayangkan kalo ada ular. Sedangkan, tongkat Nabi Musa as. benar2 menjadi ular dan memakan semua tipuan para tukang sihir itu, karena memang yang dilakukan Nabi Musa as. bukan sihir, melainkan mukjizat dari ALLAH Subhanahu wata'ala..

wallahu'alam bishshawab..

Sadaqah

Ceramah qabla tarawih
@Masjid KotBar Parahyangan
Malem 24 Ramadlan 1433H

Bismillahirrahmanirrahim

Sering kan kita baca ayat ALLAH yang mengikuti zakat setelah shalat (shalati wazzakati)? Ini menunjukkan kalo zakat menyempurnakan shalat kita. Makanya, jika mampu kita harus selalu ingat untuk menunaikan rukun islam ke-3 ini ya :)

Ada 3 yang akan kembali:

1. Ruh kepada ALLAH

Ya, ruh kita kelak akan kembali kepada ALLAH. Percaya kan?

2. Jasad kepada tanah

Jika orang atheis ga percaya pada point 1, seharusnya semua orang pun percaya jika jasadnya akan kembali ke tanah.

3. Diri sendiri

Hmm.. Ya kembali ke diri sendiri. Sejujurnya saya pun kurang mengerti ketika dijelaskan yang point 3 ini -_- (maaf)


Sedekah itu....

1. Menaikkan derajat

Bukankah tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah? Mungkin ini bisa menjadi analogi kalo bersedekah itu menaikkan derajat kita. So, mau naik derajat? Ayo sedekah :D

2. Menghilangkan sifat bakhil

Tebak2an yuk! :D
Disebut apa orang mampu yg gamau sedekah?
Yup, pelit/kikir. Gamau kan disebut pelit/kikir? Makanya sedekah :)
Dengan bersedekah, berarti kita ga kikir, ga pelit, artinya, kita telah menghilangkan sifat bakhil dalam diri kita. Ga cuman kikir, kita juga jadi ga sombong, jadi peduli sama orang lain, hatinya jadi lembut. Waaahhhhh ternyata sedekah banyak keutamaan dan manfaatnya yaa..
n.n

3. Menyucikan harta

Emang kita tau uang yg sekarang kita pegang asalnya dari mana? Mungkin kita ga sadar nih kalo uang kita ini pernah mampir di tukang judi, dijadikan taruhan, atau mungkin pernah digunakan untuk membeli barang haram, dsb. Nah, dg bersedekah artinya kita menyucikan harta kita dari hal2 yang kotor. :)


Kalo ga sedekah...?

Terus kalo ga sedekah gmn? Nanti yah, di akhirat kelak harta kita itu akan dikalungkan di neraka. Hiiiiiiiiiiiiii.... Sereeemmmm.. Gamau kan? Sedekah itu menyuburkan harta kok, bukan malah mengurangi harta. Hal ini karena ALLAH akan memberi ganti kebaikan hambaNYA dengan yang berkalikali lipat :)

Tau kan teman, dalam harta kita terdapat hak orang lain, Karenanya kita harus mau berbagi. Kenapa ada yang kaya & miskin? Ya supaya yang kaya bisa memberi yang miskin. Kan jadi pahala juga buat yang ngasih. Yang menerima pun akan mendapat pahala ketika dia bisa mensyukurinya :)

wallahu'alam...