Waspada pada makanan bersih

Ada ilmu bagus nih dari Dosen Favoritku, Pak Rukman :DD
kurang lebih seperti ini..

"Berhati-hatilah dengan makanan yang bersih sekali, tidak dikerumuni lalat. Itu perlu diwaspadai. Lalat saja tidak mau."
;DD

Iya juga sih. Kalau suatu makanan, misalnya ke pasar, ada daging, ayam, atau apa. Jualannya tuh bersiiihhhh banget. Justru itu perlu dicurigai tuh ;))

Adzan di YOMART

Sudah beberapa kali aku ke YOMART PASTEUR..
Kebeneran selalu pas magrib..
Dan saat tiba waktunya shalat, distel adzan dari speaker.. Diingatkan untuk sholat..
 
Ntah sudah dari dulu atau tidak, baru sadar beberapa hari lalu pas kesana lagi, setelah itu distel lagu2 islami...
Belum melakukan observasi di jam-jam yg lain sih.. :P

Kubilang ini jarang terjadi untuk tempat2 seperti itu :)
Walau transaksi jual beli tidak dihentikan, menurutku itu sudah suatu kemajuan dibandingkan tempat lain yang jangankan untuk menyetel adzan, untuk mengingatkan pun tidak..
Semoga bisa jadi contoh buat yang lain ;) 

Lampu kedap kedip

Ada pengalaman menarik. :)
Hmm,, lucu juga sih..

Di sebuah kamar yg sedang kutempati ini, lampunya sgt terang. Nah, suatu ketika, hm, kalo ga salah sih karena dalam 1 kamar yg berisi 2 t4 tidur ini ada yang ingin tidur dengan lampu dimatikan & ada yg masih ingin melek dengan lampu dinyalakan.
So, dikurunglah lampunya dengan kresek kecil.

Suatu saat, aku mulai berpikir. 'Bukankah kreseknya bisa terbakar?'
Dan daaannn....
Di suatu malam...
9 Muharram 1434H sekitar pk 9.30 pm
Kedip kedip. Kedip kedip.
Ya, lampu itu kedip kedip. Aku sempat ingin melihatnya, lalu memegangnya. Agak panas. Dan, kresek yang sedang mencantol sebagian di lampu meleleh -.-
Hingga akhirnyaa.. Lampunya mati.
Digantilah dengan yang lain.

Alhamdulillah, tak sampai terjadi peristiwa yang lebih menyeramkan. Masih dilindungi ALLAH Subhanahu wa ta'ala :)

Semoga bermanfaat dan bisa jadi pelajaran.
*bukanuntukdicontoh

Kesalahan aktivis

Pembuka kajian kali ini sangat menggugah nih..

Sangat perlu buat kita memperbaharui ingatan tentang kematian, yang merupakan pemutus harapan.
Menurut Ibnu At-Thailah, kesalahan-kesalahan aktivis yang seringkali dilakukan adalah sebagai berikut. (Mungkin kita sering tidak menyadarinya.)

1. Bergantung pada amal
Bagaimanapun juga, amal tidak bisa membayar nikmat yang ALLAH berikan kepada kita. Dalam sebuah hadis qudsi dikatakan bahwa dari 100% rahmat ALLAH, 1%nya diberikan di dunia. Artinya, yang 99%nya lagi akan diberikan di akhirat. So, maukah kita mengejarnya? :)

2. Putus asa kalau berdosa
Padahal ALLAH itu Maha Pengampun pada yang memohon ampun.. Mungkin kita pernah merasa berbuat salah dan ini membuat kita bisa melakukan hal yang ketiga.

3. Berniat berhenti dari aktivitas duniawi
Padahal,  kita diciptakan untuk menjadi rahmatan lil 'alamin.

4. Ingin melakukan hal-hal fantastis
Misalnya, terlalu bersemangat sehingga menjadi salah kaprah, melakukan pengeboman.

5. Tergesa-gesa ingin mencapai sesuatu.
Hal ini menyebabkan si Fulan berdo'a kepada ALLAH supaya keinginannya segera dikabulkan. Namun kenyataannya ALLAH tidak mengabulkan do'anya dengan cepat.. Maka, si Fulan memutuskan untuk berhenti berdo'a saja. Padahal, seharusnya tetap saja terus berdo'a. Dalam sebuah hadis dikatakan, ketika do'a kita setelah sekian lama tidak dikabulkan, itu karena ALLAH suka dengan suara kita.
Atau kasusnya gini, karena si Fulan ini maksa-maksa banget untuk doanya segera dikabulkan, maka ALLAH bilang, Ya sudah kabulkan saja, Aku sudah tidak suka dengan doanya.

Orang shalih ketika doanya dikabulkan akan bersyukur, sedangkan
orang tidah shalih ketika doanya dikabulkan akan kufur.
Pilih mana? :)

6. Beramal dengan satu jenis amal, tapi melupakan amal lain
Ibnu At-Thailah berkata: Adanya beragam amal karena pengaruh dari amal-amal itu beda-beda, makanya harus semua dilakukan.
Nih contohnya:
Shalat -> menghapus kesombongan
Zakat -> menghapus kikir
Puasa -> menghapus kekuatan hawa nafsu
Haji -> menimbulkan ma'rifat

Ada yang bagus nih :D

Bismillahirrahmanirrahim

Ada ilmu bagus nih..
Mungkin sering kita alami sehari2 tapi kurang disadari :)

Fiqih Shalat
"Sunnah berjalan ke masjid dengan tenang."

Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
إِذَا سَمِعْتُمْ الْإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصّ&#1614
;لَاةِ وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلَا تُسْرِعُوا فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا
Jika kalian mendengar iqamat dikumandangkan, maka berjalanlah menuju shalat, & hendaklah kalian berjalan dgn tenang & jangan tergesa-gesa. Apa yang kalian dapatkan dari shalat maka ikutilah, & apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah.” (HR. Al-Bukhari no. 117 & Muslim no. 602)

Dari Abu Qatadah -radhiallahu anhu- dia berkata:
بَيْنَمَا نَحْنُ نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ سَمِعَ جَلَبَةَ رِجَالٍ. فَلَمَّا صَلَّى, قَالَ: مَا شَأْنُكُمْ؟ قَالُوا: اسْتَعْجَلْنَا إِلَى الصَّلَاةِ. قَالَ: فَلَا تَفْعَلُوا إِذَا أَتَيْتُمْ الصَّلَاةَ فَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا
“Ketika kami sedang shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka tiba-tiba beliau mendengar suara gaduh beberapa orang. Maka setelah selesai, beliau bertanya, “Ada apa dgn kalian?” Mereka menjawab, “Kami tergesa-gesa mendatangi shalat.” Beliau pun bersabda, “Janganlah kalian berbuat seperti itu. Jika kalian mendatangi shalat maka datanglah dgn tenang, apa yang kalian dapatkan dari shalat maka ikutilah, & apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah.” (HR. Al-Bukhari no. 599 & Muslim no. 603)
Katanya nih ya, orang yang tidak tenang dalam berjalan ke masjid auranya tidak putih lagi.

Conclusion.
Bagaimanapun keadaannya, tetaplah tenang dalam berjalan ke masjid, tak perlu tergesa-gesa.
  

Shahih Al-Bukhari: KItab tentang Salam

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Seorang pengendara hendaknya mengucapkan salam kepada pejalan kaki dan pejalan kaki mengucapkan salam kepada orang yang duduk dan jamaah yang beranggota lebih sedikit mengucapkan salam kepada jamaah yang beranggota lebih banyak. (Shahih Muslim No.4019) 

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Ada lima kewajiban bagi seorang muslim terhadap saudaranya yang muslim; menjawab salam, mendoakan orang yang bersin, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit dan mengiring jenazah. (Shahih Muslim No.4022)  

Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:

Rasulullah saw. bersabda: Apabila Ahli Kitab mengucapkan salam kepadamu, maka jawablah: Wa`alaikum. (Shahih Muslim No.4024) 

Conclusion.
- Berilah salam terlebih dahulu bagi yang berkendara kepada yang berjalan kaki, berjalan kaki kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak.
- Penuhilah hak-hak sesama muslim, salah satunya menjawab salam.
- Jika ada non muslim yang memberi salam,  maka jawablah dengan "Wa'alaikum."


Tafsir Al-Qur'an: QS. Al-Kafirun

Mengenai surat ini, ada ulama yang menyatakan bahwa karena kejahilan orang kafir Quraisy, mereka mengajak Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk beribadah kepada berhala mereka selama satu tahun, lalu mereka akan bergantian beribadah kepada sesembahan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (yaitu Allah Ta’ala) selama setahun pula. Akhirnya Allah Ta’ala pun menurunkan surat ini. Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk berlepas diri dari agama orang-orang musyrik tersebut secara total.

Faedah Berharga dari Surat Al Kafirun
  1. Dalam ayat ini dijelaskan adanya penetapan aqidah meyakini takdir Allah, yaitu orang kafir ada yang terus menerus dalam kekafirannya, begitu pula dengan orang beriman.
  2. Kewajiban berlepas diri (baro’) secara lahir dan batin dari orang kafir dan sesembahan mereka.
  3. Adanya tingkatan yang berbeda antara orang yang beriman dan orang kafir atau musyrik.
  4. Ibadah yang bercampur kesyirikan (tidak ikhlas), tidak dinamakan ibadah.
Penjelasan mengenai tafsir di atas, diperoleh dari sini.

Conclusion.
Berdo'alah, berharap agar kita semua mati dalam keadaan muslim, dijauhkan dari mendekati kafir.