Membangun kelurga samawa

18 Ramadlan di siang hari dalam perjalanan ke RS Santosa mendengarkan MQ FM di radio mobil.

Ceritanya sedang ada wawancara dengan seorang ustadz nampaknya, topiknya mengenai membangun rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah.

Jadi, bapak ini sudah membangun rumah tangga 40tahun++ dan keluarganya harmonis gitu ceritanya. Maka si penyiarnya bertanyalah bagamana caranya membangun keluarga harmonis seperti itu.

Untuk yang baru akan menikah, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih calon adalah:
1. Lihat agamanya 
Ini yang utama pastinya. Baikkan dirimu agar bisa mendapatkan jodoh yang baik. Shalihkan dirimu agar bisa mendapatkan jodoh yang shalihah (& sebaliknya).
2. Nasab (keturunan)
Hmmm faktor keturunan/adat keluarga memang seringkali menjadi faktor ketidakcocokan juga lo. Karena pernikahan itu membangun hubungan antara keluargaku dengan keluarganya, tak hanya sekedar diriku dan dirinya.
3. Bisa membahagiakan mertua
Yaa agak nyambung dengan nomor 2. Jangan sampai pernikahan kita dengan anak mertua tidak membuat mertua bahagia.

Ketika calonnya sudah ada, jangan dipersulit, percepat pernikahan. Ya, untuk menghindari zina. Karena sesungguhnya yang berat itu adalah setelah nikahnya. Setelah nikah itu, bukan hanya menghalalkan yang semula haram, namun juga mengharamkan yang semula halal (misalnya ga boleh sembarangan ngomong, apalagi bilang cerai). So, nikahnya mah ya ga usah lah dipersulit juga.

Sebaik-baik seorang suami adalah yang baik pada istrinya.

Sabda Rasulullah SAW:
Orang Mukmin yang paling sempurna Imannya ialah yang paling baik akhlaqnya, dan sebaik-baik kamu adalah yang paling baik kepada istrimu.” (HR. Tirmidzi no. 2537)
 
"Sebaik-baik kalian adalah kalian yang terbaik terhadap isterinya. Dan aku adalah yang terbaik diantara kalian terhadap isteriku." (HR. Ibnu Majah no. 1967)
 Itu untuk suami, untuk istrinya gini.

Sabda Rasulullah SAW:

Kalau seandainya saya boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain tentu akan saya perintahkan perempuan sujud kepada suaminya.” (HR Abu Dawud, Hakim dan di shahihkan oleh Imam Tirmidzi)

Ada sebuah cerita. Mungkin boleh dicari sendiri haditsnya :D
Seseorang bilang ke Rasulullah SAW, disana ada seorang istri yang rajin shalat & puasa. Orang itu merasa istri tersebut pasti dijamin masuk surga. Lalu Rasulullah SAW menanyakan siapa orang tersebut? Seseorang tadi memberitahunya. Kemudian Rasulullah SAW malah berkata bahwa sesungguhnya istri tersebut dijamin masuk neraka karena suka bertengkar dengan suaminya.

Masya ALLAH. Ternyata istri yang rajin shalat puasa tidak menjamin seseorang masuk surga jika dia tidak berhubungan baik dengan suaminya.
Ternyata pernikahan tidak hanya bisa menjadi jalan menuju surga, namun juga bisa menjadi jalan menuju neraka.

Bagaimana membangun surga di dunia & akhirat?

Doa kebaikan dunia akhirat: 
 Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil 'akhirati hasanatan waqina 'adhaban-nar [QS. 2:201]
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka."

Sifat-sifat yang harus dijaga: toleran, sabar, pemaaf, senang menolong.

Sejak awal, bapak dan istrinya ini berkomitmen untuk tidak marah. Wah bisa jadi contoh nih. Setiap ada masalah harus langsung diselesaikan saat itu juga. Ga boleh ditunda-tunda supaya ga jadi beban pikiran. Ya, beban pikiran itu yang ujung-ujungnya bisa jadi penyakit tuh, bro.

Wallahu'alam

*dengan tambahan-tambahan dari penulis :D

Aku takkan menjadi dirimu

Aku akan menjadi kekuatanmu saat kau lemah
Aku akan menjadi tanganmu saat kau tak dapat menggenggam
Aku akan menjadi kakimu saat kau tak dapat melangkah
Namun aku tak dapat menjadi dirimu
Maka, jangan tinggalkan aku...