Percayalah, wanita baik untuk lelaki baik,,

Percayalah, wanita baik untuk lelaki baik..
Jika dia bukan jodohmu, mungkin dia memang tidak sebaik dirimu..
Atau mungkin juga justru dirimu yang tidak sebaik dirinya..
Jika kemungkinan kedua adalah kemungkinan terburuk, maka solusinya adalah
"memperbaiki diri".

Berbaik sangkalah bahwa saat ini orang yg kau harapkan masih terlalu baik untuk dirimu, sehingga kamu akan selalu berusaha memperbaiki diri untuk menjadi pantas baginya..
 
Kartika Trianita
5 Syawal 1434H
15:50
 
 

Cinta bisa jadi benci

Hati2 cinta bisa berubah menjadi benci, benci bisa berubah menjadi cinta..
Jangan terlalu yakin dengan perasaan hingga lupa bahwa ALLAH sangat mudah membolak-balikkan hati seseorang, bahkan lebih mudah daripada kita menghitung 1x1..


Kartika Trianita
4 Syawal 1434H
14:50 

Berhenti merokok

Sekarang kan sedang bulan Ramadlan nih. Di tivi sedang ditayangkan pula iklan berhenti merokok oleh Kementerian Agama.
Terinspirasi dari iklan tersebut, maka saya pun memasang status facebook seperti berikut. 

Buat para perokok, kemenangan mereka adalah ketika berhenti merokok.
*Terinspirasi dari iklan kementerian agama yg bilang,

"Berhenti merokok adalah kemenangan kita."


Buat para perokok pasif, berarti kemenangannya tergantung sama perokok aktif -___- 

Temanku, Iman Sulaiman (kami berkenalan di UBT) dan Ardian Firmansyah (kami satu jurusan di Kimia), memberi komentar bagus nih.

Iman:
Kemenangan perokok pasif ya kalau bisa mengajak perokok aktif berhenti merokok. 

Tapi kan tidak gampang juga bikin perokok berhenti merokok.


Iman:
Tapi banyak yang berhasil kok. Tergantung usaha kita juga dan cara kita membujuknya. Semoga orang-orang tersebut sadar. 


Ardian:
Berbanggalah orang yang berhenti dan memberhentikan merokok.

Benarkah karena ALLAH?

Saat pinangan belum terjadi,,
Menurutku,,


Mencintai karena ALLAH itu,,

Takkan memberikan perhatian lebih dari sekedar teman
Takkan menginginkan pacaran
Takkan menginginkan berkhalwat
Takkan memberikan janji-janji tak pasti
Takkan mendekatkan pada maksiat
Takkan ingin mengusik pikiran


Bagaimana aku bisa meyakini cintamu karena ALLAH?

Jika kau beri perhatian berlebih

Jika kau ingin menjalin pacaran, meskipun itu pacaran tanpa status
Jika kau selalu ingin bertemu bahkan berlama-lama denganku
Jika kau terlalu yakin dengan janjimu yang tak pasti
Jika kau mendekatkanku pada maksiat
Jika kau menjauhkanku dari mengingat Rabbku


Lebih baik,,

Perlakukan aku seperti teman biasa
Biarkan hubungan kita selayaknya
Jangan biarkan kita berzina mata karena terlalu sering bertemu
Tak usah lah kau janjian sesuatu yang tak pasti

Jaga hati kita
Jaga perilaku kita
Atasi semua ini dengan mendekatkan diri padaNYA

Malam 28 Ramadlan 1434H
22:00

Istiqamah

Setelah mendengar ceramah tarawih, makin mantap aja nih dengan mendengarkan kajian i'tikaf disebutnya.


Istiqamah itu adalah teguh di atas jalan yang lurus, seperti kata Saidina Umar bahawa istiqamah itu adalah berdiri mematuhi suruhan dan menjauhi larangan Allah tanpa berubah-ubah. (dicopas dari sini)

Jadi, istiqamah itu berarti berada di jalan din yang lurus, tidak bengkok kanan kiri. Kalo doa dari Surat Al-Fatihahnya adalah ihdinashshiratal mustaqim.


HAKIKAT ISTIQAMAH

1. Berjalan di shiratal mustaqim

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya[1]; dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan beragama Islam. - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-ali-imran-ayat-102-109.html#sthash.pCHWic96.dpuf
 "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS 3:102)

2. Kontinuitas, teguh sampai mati

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." (QS 41: 30)


Orang yang istiqamah tidak akan

1. Takut pada yang akan terjadi di masa mendatang
2. Sedih akan apa yang terjadi di masa lalu
3. Bahagia dengan surga yang dijanjikan ALLAH SWT


CARA ISTIQAMAH

1. Memahami & mengamalkan 2 syahadat dengan baik
"Allah menetapkan (pendirian) orang-orang yang beriman dengan kalimah yang tetap teguh dalam kehidupan dunia dan akhirat dan Allah menyesatkan orang-orang yang berlaku zalim (kepada diri mereka sendiri) dan Allah berkuasa melakukan apa yang dikehendakiNya." (QS 14:27)

2. Membaca & menadaburi Al-Qur'an

3. Konsisten menjalani perintah ALLAH SWT
ALLAH lebih menyukai amal yang sedikit namun terus-menerus.

4. Membaca kisah orang shalih
Jangan sampai semua tokoh pemimpin di setiap negara, pemimpin organisasi di Indonesia kita tahu, namun kisah Rasulullah malah tidak tahu.

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya[1]; dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan beragama Islam. - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-ali-imran-ayat-102-109.html#sthash.pCHWic96.dpuf

Meraih Lailatul Qadr

Ceramah Tarawih malam 26 Ramadlan 1434H @Masjid An-Nuur Biofarma

Kusebut ceramah karena terlalu pendek jika disebut kultum. Kalau kultum, biasanya update status facebook juga sudah cukup. Ini sampai dibikin artikel karena isinya yang lumayan panjang, sebanding dengan ilmu yang diperoleh pun lebih banyak.

Umur manusia rata-rata adalah 60-70 tahun. Manusia mengisi hidupnya dengan bekerja, beribadah, tidur/istirahat, bermain, dan lain-lain. Jika pun kita mengambil contoh umur manusia 80 tahun, maka waktu beribadah kita seumur hidup bisa dikira-kira tidak lebih dari 10 tahun.


Aisyah mengatakan, “Apabila Nabi saw masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, beliau mengencangkan kain sarungnya (tidak berhubungan suami istri), menghidupkan malamnya (dengan ibadah), dan membangunkan keluarganya (untuk ibadah)." (HR. Bukhari & Muslim)

Rasul SAW tidak hanya menghidupkan malam sendiri, namun juga mengajak keluarganya.


"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri´tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa." (QS 2:187)

Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa pada saat i'tikaf tidak diperbolehkan untuk bergaul dengan istri. Jika itu dilakukan, maka i'tikafnya batal. Sedangkan untuk orang yang tidak beri'tikaf, hukumnya makruh bergaul dengan istri pada 10 malam terakhir. 
Jika pembaca belum memiliki pasangan hidup (biasanya kebanyakan yang i'tikaf adalah pemuda-pemudi lajang :D), ini bisa menjadi ilmu yang dapat diaplikasikan, mungkin di Ramadlan tahun berikutnya, siapa tahu tahun depan sudah melepas status lajang. :)


"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa," (QS 3:133)

Ayat tersebut mengatakan agar kita bersegera dalam meraih ampunan & surgaNYA.
Bersegera artinya fokus. Kita berharap agar di bulan ini meraih ampunan ALLAH.


Cara mengetahui lailatul qadr

Satu-satunya hadits yang shahih mengatakan pada malam itu hujan rintik-rintik dan aku shalat sepanjang malam.
Suatu malam dapat diketahui merupakan lailatul qadr ketika pada pagi esok harinya matahari bersinar lembut, tidak terik, sejuk.


Jika mengetahui suatu malam adalah lailatul qadr
Bacalah,
اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Allahumma Innaka 'Afuwwun, Tuhibbul 'Afwa, Fa'fu 'Anni"

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi ampunan dan menyukai orang yang memohon ampunan, maka ampunilah aku."
(HR: At-Tirmidzi 3760, Ibnu Majah 3850, Ahmad VI/171, Al-Hakim I/530 dan An-Nasa'i dalam Amalul Yaum wal Lailah, silahkan lihat Shahih Jami' At-Tirmidzi).

Jika seseorang mendapatkan lailatul qadr, maka ia diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan akan terjaga selama setahun ke depan dari berbuat kesalahan yang sama. Ini bisa disebut sebagai asuransi tahunan.


Ada pula asuransi mingguan yang dapat diperoleh dengan membaca Surat Al-Kahfi setiap Jumat atau malam Jumat.

Sedangkan asuransi harian dapat diperoleh dengan membaca Sayyidul Istighfar.
Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Sayyidul istighfar adalah engkau mengucapkan:
Allohumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii, wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika, wa wa’dika mastatho’tu, a’udzubika min syarrimaa shona’tu, abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu ulaka bidza(n)bii faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta."

Yaa Allah…
Engkaulah Rabb-ku…
Tidak ada satupun tuhan yang berhak diibadahi melainkan Engkau…
Engkaulah yang telah menciptakanku…
Dan aku adalah hamba-Mu…
Dan aku di atas perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku…
Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku lakukan…
Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku…
Dan mengakui dosaku (kepada-Mu)…
Maka ampunkanlah aku…
Karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau.”

Maka barang siapa yang mengucapkannya di waktu pagi dan meyakininya, lalu dia mati pada harinya itu sebelum petang, maka dia termasuk penghuni Surga. Dan barang siapa yang mengucapkannya di waktu petang dengan meyakininya, lalu dia mati pada harinya itu sebelum pagi, maka dia termasuk penghuni Surga.
Hadits Shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 6306 dan 6323)

Bagaimana dengan jaminan seumur hidup? Ternyata ada juga, lo.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

« كُلُّ أُمَّتِى يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ ، إِلاَّ مَنْ أَبَى » . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ : « مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى »


Semua umatku pasti akan masuk surga kecuali orang yang enggan.” Para shahabat bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang enggan itu?” Beliau menjawab, “Barangsiapa mentaatiku pasti masuk surga, dan barangsiapa mendurhakaiku maka dialah orang yang enggan (tidak mau masuk surga, pent).”. (HR. Al-Bukhari no.6851, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu).

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. 4:59)

Ayat tersebut mengatakan bahwa semua umatKU akan masuk surga, kecuali yang tidak mau. Siapa orang yang tidak mau tersebut? Yaitu orang yang tidak taat.
Bentuk ketaatan hamba terhadap Rabbnya: akidah, akhlaq, dan muamalahnya sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah.


103. Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” 

104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

105.Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. 
106.Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.   
(QS Al Kahfi 103-106)
Orang yang sia-sia perbuatannya adalah yang tidak tahu dalil dari perbuatannya. Jadi, supaya kita tidak salah atau sesat berperilaku dalam melakukan sesuatu hal, kita harus tahu terlebih dahulu dalilnya.

Belajar mencinta

Aku belajar darimu mencintai karena ALLAH
Mencintai dengan sederhana, tidak berlebihan
Mencintai tanpa alasan
Mencintai tanpa syarat

Jika aku mencintai seseorang
Aku ingin mencintai dengan sederhana
Menjaganya dari perbuatan maksiat
Menjaga ingatannya agar tak ada yang lebih ia ingat dibanding ALLAH
Karena aku ingin mencintainya tidak melebihi cintaku pada Rabbku
Dan aku pun ingin ia tak mencintaiku lebih dari Rabbnya

Namun,

Aku tak bisa mencintai tanpa alasan
Aku mencintai karena Islamnya
Jika dia murtad, hilang cintaku padanya
Aku mencintai keshalihannya
Jika keshalihannya berkurang, maka luntur pula cintaku padanya
Jika keshalihannya hilang, maka hilang pula cintaku padanya

Aku tak bisa mencintai tanpa syarat
Terlalu banyak kekuranganku yang harus dapat dia maklumi
Jika dia tak dapat menerima kekuranganku, tak dapat kuteruskan cintaku padanya


Aku tak suka rokok
Jika dia merokok, tak suka lah aku pada dirinya

Mungkin ini memang tidak adil
Seorang yang penuh kekurangan, mengharapkan pendamping yang sempurna


25 Ramadlan 1434 H
8.30 am