Dady, the best man in this world

Malam ini, di hari milad Dady yang ke-61, aku membaca status FB Idham Padmaya Mahatma (pemilik akun blog sketsastra) bertuliskan ini.


Harapan terbaik dari ayah untuk anak perempuannya:
"Ayah harap kamu mendapatkan suami yang lebih baik dari Ayah."
Padahal beliau tahu, mustahil ada yang lebih baik darinya.


Sebenarnya hal ini sudah terpikirkan dalam benakku sekian lama belakangan ini. Sampai sekarang, jika ditanya, "Siapa lelaki terbaik di dunia ini?"
Jawabanku masih sama, "Dady."

Dady is the best man in this world. I dont know whether my husband later can replace this number one position. 

Terlontar komentarku untuk Idham, "Jangan merasa sudah menjadi suami yang baik kalau belum bisa membahagiakan istrimu seperti ayahnya membahagiakannya." 

Ya, ntah karena kasih sayang orang tua memang tidak dapat mengalahkan kasih sayang pasangan hidup sekalipun.

Dady yang mengajariku untuk tidak menjadi wanita lemah. Dady yang mengajariku menjadi wanita mandiri, tidak manja. Dan aku bahagia dengan itu. Aku bahagia beliau mendidikku begitu sehingga aku bisa menjadi seperti sekarang. Aku yang punya pandangan bahwa wanita ga boleh lemah, ga boleh cengeng, ga boleh bergantung pada orang lain. Wanita harus kuat, fisik maupun mental. Kenapa? Mungkin kita baru akan menyadarinya setelah (jika) diberi kesempatan untuk merasakannya nanti, bahwa tugas seorang istri dan ibu sangat menguras tenaga dan pikiran. Pasti juga akan menguras kesabaran, karenanya dibutuhkan mental yang kuat pula.


Di bawah langit bertabur kedamaian
2 Ramadlan 1435H

Teristimewa untuk Dady, selamat hari ayah dan selamat milad :)
Semoga ALLAH memberkahi kehidupanmu, membahagiakanmu di dunia dan akhirat kelak..
Hanya kado tulisan tak berharga ini yang kupunya untukmu...
Aku cinta dan sayang Dady, insya ALLAH karena ALLAH... :)


2 komeN: