Aku sudah berjanji

Aku sudah berjanji pada diriku untuk menjaga hati ini dari noda-noda yang bisa merusak kesuciannya. Aku sudah berjanji pada diriku untuk menjaga lisan dari perkataan yang mendekatkanku pada keburukan. Aku sudah berjanji pada diriku untuk menjaga mataku dari melihat yang berlebihan pada bukan mahramku, apalagi terhadap kamu, yang kukagumi. Aku berjanji pada diriku untuk menjaga otakku dari memikirkanmu yang kukhawatirkan akan merusak imanku. Aku berjanji pada diriku untuk menjaga telingaku dari bisikan-bisikan setan yang berusaha melunturkan imanku melalui dirimu.

Namun bolehkah aku minta satu jawaban untuk saat ini? Apakah aku harus sabar menanti? Atau aku harus merelakanmu?


Kamukah lelaki shalih yang ditakdirkan untukku?

Baru saja, aku diberikan beberapa quotes oleh Bundo.

"Istri yang shalihah dibentuk oleh suami yang shalih."
Bagaimanapun, suami adalah imam dalam rumah tangga. Jadi, shalih atau tidaknya seorang istri sangat bergantung pula dari suaminya.

Bundo tidak mau disalahkan jika nanti suamiku adalah orang yang tidak baik untukku. Oleh karena itu, Bundo membebaskanku untuk memilih siapa yang paling cocok dengan diriku.

Bagaimana bisa aku meyakinkan orang tuaku bahwa kamu adalah yang terbaik kalau aku sendiri belum yakin kau terbaik diantara lelaki lainnya di dunia ini.

Diamku sedang berpikir sembari menanti jawaban dariNya. Ntah kapan suatu saat nanti, waktu akan menjawab apakah aku harus terus tetap bersabar berada di jalur ini atau berhenti, pindah jalur, merelakan apa yang kuperjuangkan selama ini untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik.

 

Panggilan psikotes perusahaan farmasi


21 Juli 2014
Aku mendapatkan SMS panggilan psikotes untuk esok harinya dari sebuah perusahaan farmasi. Sebenarnya aku tertarik dengan perusahaan tersebut. Apotek dari perusahaan ini sudah cukup banyak tersebar di seluruh Indonesia. Namun dady kurang sreg dan memang keadaan saat itu kurang memungkinkan untuk mengikuti psikotesnya. Panggilan pertama ini waktunya bertepatan dengan hari pulangnya Bundo dari RS. Beberapa minggu kemudian, aku mendapat SMS panggilan lagi dari perusahaan yang sama untuk waktu tes yang berbeda. Aku pun mencari tahu tentang perusahaan tersebut lebih jauh di internet. Catat. Penting untuk kita memperlajari dengan teliti mengenai perusahaan yang kita lamar. Biasanya kita belajar lewat website perusahan tersebut. Ternyata perusahaan ini tidak memiliki website resmi. Selain itu, sebuah jejaring sosial di internet membahas tentang proses perekrutan perusahaan tersebut dan kebanyakan not recommended. Aku juga sempat bertanya kepada temanku yang sudah bekerja. Beliau pun mengatakan untuk berhati-hati terhadap sesuatu yang tidak jelas. Aku menjadi semakin yakin untuk tidak menghadiri panggilan psikotes itu. Namun sebagai bentuk penghargaan, kita perlu untuk memberikan konfirmasi kepada perusahaan tersebut. Hmmm tapi sepertinya aku lupa untuk memberikan konfirmasi untuk panggilan yang kedua. Aku mendapat info dari situs di internet bahwa konfirmasi itu penting. Jadi, saat kita mendapat panggilan, konfirmasilah untuk hadir/tidak hadir. Jika tidak hadir dan tidak memberi konfirmasi sebelumnya, bisa menjadi blacklist perusahaan tersebut.

Ohya, cara pemanggilan suatu perusahaan juga menjadi aspek yang perlu dipertimbangkan, lho. Contohnya di atas. Perusahaan tersebut hanya memberi panggilan lewat SMS. Berdasarkan pengalamanku, panggilan tes yang paling baik adalah pemberitahuan lewat telepon/SMS dan email. Di email tersebut berisi info panggian yang lengkap, lebih baik lagi jika peta lokasi tes beserta cara mencapai lokasi tersebut juga dicantumkan. Kita juga dapat menilai suatu perusahaan dari cara pemanggilan tes kerjanya ini.

 

Wawancara perusahaan produsen produk merek-merek terkenal di Indonesia bahkan dunia




20 Juli 2014
Dari grup jurusan, saya menemukan info lowongan kerja di bagian Fatty Acid Plant sebuah perusahaan besar yang produk-produknya sangat terkenal di Indonesia. Syaratnya harus siap ditempatkan di Sei Mangkei, Medan. Aku pun melamar loker ini melalui e-mail. Ada juga temanku lainnya yang melamar dan sekarang dia sudah berada di lokasi kerja.

21 Juli 2014
Pagi hari, sekitar pukul 7.30, dalam perjalanan ke RS untuk operasi mata Bundo, saya mendapat telepon dari perusahaan tersebut yang mengatakan bahwa saya akan diwawancara lewat telepon oleh seseorang pukul 12. Mungkin aku cukup kaget sehingga aku sama sekali tidak ada persiapan bahkan tidak tahu siapa yang akan mewawancaraiku, apakah HRD atau user. Hingga waktu wawancara pun tiba (masih berada di RS). Aku diwawancara oleh 2 orang, seorang bapak dan seorang ibu. Wawancara pun dimulai dengan berbahasa Inggris. Perkenalan diri, penjelasan Tugas Akhir, hingga akhirnya masuk pada ilmu yang benar-benar kimia, yaitu prinsip kerja alat. Lalu juga membahas lokasi kerja, yaitu pabrik yang terletak 4 jam dari Kota Medan. Saat wawancara aku benar-benar merasa hanya bisa mengandalkan ingatanku mengenai ilmu yang kuperoleh selama ini. Mana ini pengalaman pertama pula. Aku tidak terpikirkan untuk mencari info sebelumnya mengenai posisi ini di internet atau menanyakan pada Bude yang pernah bekerja di perusahaan ini. Aku sibuk memastikan siapa yang akan mewawancaraiku. Ternyata pewawancara adalah user dan aku merasa pantas saja pertanyaan-pertanyaan itu yang disampaikan. Pewawancara pun merasakan bahwa aku kurang persiapan. “Baru dihubungi kapan? Tadi pagi, ya?” Pewawancara mengatakan bahwa jika lolos akan dihubungi untuk tahap selanjutnya. Seorang temanku yang juga mendaftar ditelepon setelah aku.
Suatu hari, temanku mendapat panggilan untuk medcheck. Inilah saat yang menyatakan bahwa aku tidak lolos. Ya, mungkin memang tidak berjodoh dengan perusahaan dan lokasi kerjanya juga.:)

My S.Si Graduation




Thx a lot buat semuanya atas apresiasi yang diberikan. Kehidupan pasca kampus telah menanti. Mohon doanya untuk kelancaran rencana hidup selanjutnya, ya. :)



Love what you do, or do what you love?

Model: Sri Rizky Widyawanti
Kemarin saya baru mendengar cerita dari teman jurusan lain kalau teman-teman seangkatannya ada yang berhenti kuliah karena merasa bukan passionnya disitu. Padahal keputusan untuk berhenti itu diambil di saat-saat terakhir. Sayang sekali. Sedikit lagi langkah untuk mendapat gelar sarjana.

Aku pun pernah mengalami masalah passion. Dari awal aku masuk kimia, sebenarnya bukan passionku disitu. Bahkan aku pernah terpikirkan untuk mendaftar SNMPTN lagi. Namun, aku baru menyadarinya di saat kesempatan untuk SNMPTN itu sudah tinggal 1 kesempatan terakhir. Aku berpikir ulang. Aku merasa sayang sekali sudah setengah jalan. Aku pun memutuskan untuk tetap menjalaninya dan berusaha untuk mulai mencintai kimia dengan tulus. Gimana pun juga, sesuatu yang dilakukan secara terpaksa hasilnya kurang baik, berat pula menjalaninya, Berbeda jika kita sudah menyukai pekerjaan itu dari awal. Walaupun untuk menyelesaikannya sulit, akan menjadi ringan ketika dikerjakan dengan sepenuh hati. Do what you love. Oleh karena itulah aku berusaha untuk mulai mencintai apa yang kukerjakan disana. Love what you do.

Aku tak tahu bagaimana pertimbangan teman-teman lain yang memutuskan berhenti di saat yang menurutku terlalu sayang jika tidak diteruskan sampai selesai dulu. Ya, mungkin bagi sebagian orang tidak bisa menahan gejolak ketika terjebak dalam tempat tidak nyaman. Tentu saja keputusan yang mereka ambil pun tidak dilakukan tanpa pertimbangan yang matang. Resikonya, harus siap menjalani konsekuensi dari pilihan tersebut.

Aku sendiri sudah memilih keputusanku, dan kini aku harus siap dengan segala konsekuensinya. Mungkin tidak mudah untuk mencintai sesuatu yang tidak sreg di hati. Kita harus mencari motivasi sendiri agar tetap bisa bertahan. Mungkin motivasi itu yang sudah kutemui dan harus terus kupegang sampai akhir.

Yakinlah bahwa ini jalan terbaik yang diberikan ALLAH Subhanahu wata'ala. Berusaha lakukan semuanya dengan ikhlash tanpa beban, tujukan pada ALLAH dan orang-orang yang kamu cintai. Kalau kamu punya masalah dengan passion, cari motivasi itu. Apapun keputusanmu, siapkan diri untuk menghadapi resiko dari keputusan itu. Jika ada pilihan yang menentang prinsipmu atau agamamu, tinggalkan. Jika tidak, pertimbangkan. Do what you think right, regardless, whether you love it or not. Seseorang pernah mengatakan itu padaku. Tidak ada salahnya melakukan hal-hal baik ntah itu kau sukai atau tidak. Jika baik tapi tidak suka dan kau memilih itu, berdo'alah agar sedikit-sedikit rasa suka itu bersemi. :)


Ulurkan tanganmu untuk bersedekah semudah kau mengulurkan tangan untuk kesenangan pribadi

Model: Mohammad Soim

Pernahkah kita punya suatu barang yang sangat kita inginkan dan sangat kita perjuangkan pula untuk memilikinya?

Berapa uang yang kau habiskan untuk persiapan wisudamu? Iuran wisuda, iuran wisnight, foto wisuda, pakaian wisuda dan wisnight. Bersyukurlah jika kamu termasuk yang diberi kemampuan untuk memiliki/mendapatkan semua itu. Pernahkah kita bayangkan bagaimana teman-teman kita yang kesulitan?

Anak muda yang suka bertualang/jalan-jalan biasanya punya perencanaan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata. Tentu saja mengunjungi tempat wisata akan sangat kecil kemungkinan tidak mengeluarkan uang, apalagi jika berkunjung ke tempat yang jauh. Tekad yang kuat akan memotivasi kita untuk bisa mewujudkan rencana travelling. Semangat asisten, mengurangi jajan yang tidak perlu, memilih berjalan kaki daripada berkendara rela dilakukan untuk mengumpulkan uang.

Ramadlan bulan yang penuh berkah. Ada yang bilang ini adalah saat berhemat karena puasa. Hmm,, Sepertinya pendapat itu perlu dipikirkan lebih lanjut. Sudah ada berapa tanggal di bulan ini yang menjadi agenda buka bersama? Dimana buka bersama itu dilakukan? Berapa pengeluaranmu untuk itu?

Semua yang dicontohkan di atas mungkin rela kau lakukan demi kepuasan dan kebahagiaan pribadimu. Itu hal yang wajar. Uangmu, kamu yang bertanggung jawab. Setidaknya, ketika kita sedang berjuang mencapai keinginan kita, semoga ketika kita melihat ada kotak amal, mendengar pengumuman dibukanya ladang amal, kita masih tergerak untuk berpartisipasi. Semoga pertimbangan kita untuk bersedekah tidak lebih panjang dibandingkan untuk sekedar kesenangan pribadi.

Bersyukurlah.. 
Di saat orang lain meminta, kamu masih diberi kemampuan untuk memberi.
Ulurkan tanganmu untuk bersedekah semudah kau mengulurkan tangan untuk kesenangan pribadi.

9 Ramadlan 1435H
Tak terasa 1/3 bulan suci ini akan berlalu. Sudahkah kita beribadah dengan maksimal?


Bersyukurlah dan do'akan mereka..

Bersyukurlah,,
Kita masih hidup di negeri yg masih bisa dibilang aman tentram damai, masih bisa berencana untuk shopping baju wisuda, membuat jadwal buka bersama, mengunjungi masjid untuk tarawih, ketika...
Saudara-saudari kita di tempat yang nun jauh di sana untuk keluar rumah pun harus siap jiwa dan raga tak dapat kembali ke rumah dalam keadaan utuh, bahkan berdiam di rumah saja tidak menjamin esok mereka masih bisa merasakan santap saur.

Bersyukurlah,,
Disini kita sibuk berkampanye untuk kemenangan calon yg kita dukung walau siapapun yg terpilih nanti tidak ada jaminan negeri ini pasti lebih baik. Sedangkan, saudara-saudari kita disana sedang berjuang memegang teguh kebenaran tanpa adanya media memberitakan kesulitan yang mereka rasakan.

Bersyukurlah,,
Ketika suara menggelegar disini menghasilkan percikan cahaya yang indah dilihat, sedangkan suara menggelegar disana diikuti oleh gugurnya para mujahid.

Jangan sampai kesibukan kita didukung dengan media yang tidak terbuka mengenai keadaan disana membuat kita lupa pada mereka.

Bersyukurlah,,
Bersyukurlan atas segala nikmatNya pada kita, sempatkan diri kita sejenak setiap harinya untuk menyelipkan harapan untuk keselamatan dan kesejahteraan mereka di sela-sela doa yang kita panjatkan. Doa yang kita panjatkan dengan sungguh2 agar diri kita menjadi orang sukses. Berdoalah untuk mereka dengan kesungguhan yang lebih besar.

Kita lemah ketika hanya bisa diam atas penderitaan yang mereka alami. Bahkan kita sangat lemah ketika ingat untuk mendoakan pun tidak. Yakinlah, kita umat yang kuat dan besar. Do'a adalah senjata kita. Kita memang jauh dari mereka, tapi do'a kita pasti sampai pada Yang Maha Kuasa. Ikutilah dengan perbaikan diri ke arah yg lebih baik agar do'a kita tidak menjadi do'a yang sia-sia, melainkan menjadi do'a yang diijabah..

Sumber: www.theguardian.com

Sumber: photoblog.nbcnews.com


Ikhlashkanlah dia...

Model: Muhammad Fauzan

Pernah ga sih, kita melihat baju dipajang atau dipakai orang lain terlihat bagus, namun tidak cocok/tidak bagus ketika kita mengenakannya. Sama halnya dengan jodoh. Awalnya kita melihat perangai atau karakter seseorang yang baik. Kita merasa sepertinya cocok dengan orang itu. Namun ketika melewati masa ta'aruf untuk lebih mengenal kepribadiannya, bisa jadi kita malah merasa kurang sreg dengan orang itu. Menurutku, itulah perlunya mengenal lebih jauh sebelum memutuskan.

Apakah kamu ditinggalkan seseorang? Hmm,, Atau mungkin orang yang kamu cintai memilih orang lain?
Kita kembali ke analogi baju tadi. Suatu baju mungkin cocok dipakai orang lain tapi tidak cocok kita pakai. Mungkin di memang lebih cocok/lebih baik dengan orang lain, tapi tidak cocok/tidak baik untuk kita. Percayalah, ALLAH telah mempersiapkan yang terbaik untuk kita.

Sumber gambar: puisina.blogspot.com

Ketika kita kehilangan seseorang karena dia lebih memilih orang lain, harapkanlah kebaikan untuknya. Mungkin memang lebih baik jika dia bersama orang lain. Mungkin dia akan lebih bahagia dengan orang lain. Ikutlah bahagia dengan kebahagiaannya. Dari sinilah kita belajar untuk ikhlash. Ikhlash menerima takdirNya. Percayalah, takdir ALLAH akan indah pada waktunya. :)