Kesetiaannya diuji

Pada hari ini saya mendapat sebuah pembelajaran berarti (lagi). Saya beserta orang tua mampir ke rumah teman Dady di Jakarta. Beliau memiliki istri yang sakit dan sudah terbaring tak berdaya selama 6 tahun. Istrinya menderita kanker otak. Foto yang terlihat di ruang tamu menunjukkan perawakan yang segar bugar ketika masih sehat. Istrinya telah dioperasi sebanyak 5 kali hingga keadaannya seperti sekarang. Berdasarkan cerita dari temannya Dady, istrinya sakit sejak tahun 2000 dan tidak berdaya sudah 6 tahun lamanya.

Kami diberi kesempatan untuk melihat keadaan istri beliau. Masya ALLAH. Seperti yang diceritakan oleh beliau bahwa istrinya sudah tidak bisa apa-apa. Tidak bergerak, tidak berbicara, bahkan tidak melihat. Tubuhnya kurus, tulang berbalut kulit. Namun kulitnya halus, tidak keriput. Berat badannya terus turun seiring berjalannya waktu. Setiap makanan yang diberikan dihaluskan terlebih dahulu. Kebersihan pun harus tetap dijaga.

Bapak ini mengatakan bahwa dari awal dokter sudah bilang bahwa keadaan terparah yang akan terjadi adalah seperti ini, seperti mayat hidup. Enam tahun bukanlah waktu yang sebentar. Bapak ini begitu sabar dan telaten merawat istrinya. Disinilah saat kesetiaan seorang suami diuji. Dan beliau memilih untuk tetap sabar merawat istrinya yang tak berdaya. Aku salut pada beliau. Semoga ALLAH menerima kesetiaan beliau sebagai amal shalih yang bisa mengantarkannya ke jannah kelak. Semoga sakit istri beliau menjadi pengugur dosa-dosa. Semoga beliau dipertemukan kembali dengan keluarga yang utuh di jannahNya kelak.


Usia 22

Ntah kenapa, milad ke-22 ini terasa cukup lebih berbeda dibandingkan milad beberapa tahun belakangan. Mungkin karena ini adalah milad pertamaku sebagai sarjana. Atau mungkin karena ini adalah milad yang aku merasa mendapat perhatian lebih dari orang-orang sekitarku.

Melalui tulisan ini aku ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberi warna tersendiri pada miladku ke-22 ini. Walau aku menuliskan tentang milad, bukan berarti aku sangat menyukai milad, kok. Aku pun tidak suka jika suatu milad dirayakan terlalu berlebihan karena perayaan milad sendiri merupakan budaya yang awalnya berkembang di dunia barat.

Di usia ke-22 ini, aku merasa bukan usia remaja apalagi anak-anak lagi. Ini adalah usia peralihan menuju kedewasaan. Namun aku merasa di usia yang sudah tidak remaja lagi ini, apalagi sudah lulus sarjana, pencapaianku belum begitu bagus. Banyak cita dan mimpi yang belum tercapai. Kuharap ke depan ALLAH akan memudahkan jalan mencapai cita-citaku.


Orang terdekat dan terberarti dalam hidupku. Sepertinya mereka benar-benar tahu apa yang sedang kubutuhkan di saat belum mendapatkan penghasilan. Mungkin ini akan menjadi milad terakhir diberi kado seperti ini karena menurutku seseorang yang sudah memiliki penghasilan tidak lagi diberikan mentahan. Haghag.



Seseorang yang sedari dulu sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri. Ternyata sesuatu yang kau berikan dan kau minta untuk dibuka tepat pada tanggal lahirku itu tidak sesuai dengan yang kau katakan sebelumnya yang kukira kau benar akan memberikan itu. Hag
Namun yang kau berikan dengan bantuan orang lain yang sepertinya sangat berharga dalam hidupmu ini jauh lebih indah daripada yang kau katakan sebelumnya.
Aku selalu berharap kamu menjadi lebih baik dan lebih baik terus. Jadilah pribadi yang semakin baik selalu, jadilah contoh yang baik, jadilah contoh yang baik. Semoga ALLAH selalu membukakan hatimu untuk bisa membedakan kebaikan dan kebatilan dan memberikan kemampuan padamu untuk menjalankan yang baik dan benar.



Sahabat akhwat yang kukenal sedari SMA. Alhamdulillah ALLAH masih menjaga ukhuwah kita. Terima kasih banyak atas semua yang kalian berikan padaku. :)
Aku harap kalian bisa terus menjadi motivasiku untuk selalu menjadi lebih baik. Kita memang berasal dari SMA yang sama, ekskul yang sama, namun mungkin kita melalui jalan masa depan yang berbeda.




Merekalah sahabat terdekatku selama kuliah. Kami sejurusan dan berjuang bersama di dunia kekimiaan ini. Alhamdulillah, setelah 4 tahun akhirnya ada juga something buatku, ya. Haghag. Kalianlah orang-orang yang belakangan ini sangat dekat denganku. Mungkin itu pula yang membuat kalian paling mengetahui keadaan terkiniku termasuk apa yang kuinginkan/harapkan dan kubutuhkan.
Perlahan kita mulai menempuh jalan yang berbeda setelah kurang lebih 3 tahun ini kita berada di lingkungan yang sama. Insya ALLAH setiap jalan yang kita lewati adalah yang terbaik untuk kita. Walau kita akan menempuh jalan yang berbeda-beda, kuharap ukhuwah kita tetap terjaga hingga ke jannah-NYA kelak.





Aku rasa hampir atau mungkin semua anggota organisasi ini setuju bahwa ekskul ini adalah ekskul yang kita pernah ikuti saat SMA tereksis hingga saat ini. Ya, mungkin semua ini memang tidak lepas dari peran pemimpin yang baik dan kehendak ALLAH untuk tetap menjaga ukhuwah kita. Semoga kita bisa bertemu kembali di dunia ini pada kesempatan-kesempatan berikutnya dan hingga ke jannahNYA kelak.
 


Kamu memang termasuk dalam daftar orang menyebalkan dalam hidupku. Haghag. Tapi biasanya orang yang memiliki sisi buruk pasti juga memiliki sisi baik. Ya, mungkin salah satu kebaikanmu adalah menyempatkan hadir untuk turut memberi su-surprise-an ini. Tak ada dus, kresek pun jadi. Makasih juga buat kado ‘zonk’ tapi justru itu pula yang kurindukan belakangan ini. Haghag. Benda itu pula yang kugunakan untuk menulis ini. Btw, ka Puntang ulah wacana nya.



Makasih banyak buat semuanya. Jazakumulkah khairan katsiraa. Semoga kalian juga didoakan oleh malaikat atas doa-doa kalian padaku. :)



Bersabarlah, batu itu akan pecah


"Kalau memukul batu, belum tentu 
pukulan pertama langsung pecah."

Pernahkah Anda mendengar cerita tentang seorang Ibu yang berterima kasih pada menantunya yang berhasil mengubah anaknya menjadi lebih baik. Ibu itu mengatakan bahwa selama bersamanya, anaknya tidak berubah-berubah dan ketika telah menjadi suami menantunya, anaknya berubah.

Saat itu, sang menantu kurang lebih mengatakan bahwa usaha yang dilakukan Ibu mertuanya tidaklah sia-sia. Anak mertuanya memang berubah ketika telah bersamanya. Mungkin itu karena saat itulah suaminya luluh. Analoginya adalah sebuah batu yang berusaha dipecahkan. Batu itu akan pecah pada pukulan ke-100, namun 99 pukulan sebelumnya memberikan kontribusi penting. Tanpa 99 pukulan sebelumnya, batu itu tidak akan pecah.

So, pernahkah kita menghadapi orang yang sangat keras kepala atau kebiasaan buruknya sulit diubah walau sudah diingatkan berkali-kali?
Bersabarlah.
Jangan pernah bosan untuk membantunya menjadi lebih baik. Berkeyakinanlah bahwa pukulan berikutnya batu itu akan pecah. Hingga akhirnya tiba pada saatnya batu itu pecah.

Sumber gambar: zharif1.blogspot.com


Psikotes di perusahaan farmasi peternakan



4 Agustus 2014

Pada hari ini aku mendapat SMS dan email panggilan untuk psikotes pada 7 Agustus 2014 dari sebuah perusahaan farmasi peternakan. Sehari sebelum hari H, aku melakukan survei lokasi terlebih dahulu karena dikhawatirkan pada hari H dady tidak bisa mengantarkan. Namun, akhirnya aku diantar oleh ortu tercinta ke lokasi. Aku berada di perusahaan tersebut dalam waktu yang cukup singkat, yaitu pk 9.00-11.00. Aku bilang cukup singkat karena ada perusahaan lain yang melangsungkan psikotes dalam waktu yang sangat lama (seharian). Sebelum psikotes, peserta diberi tampilan video untuk lebih mengenal perusahaan. Waktu bersih psikotes hanya sekitar 90 menit. Di akhir psikotes kami dipersilakan pulang dengan beberapa nama yang disebut dipersilakan untuk tinggal di tempat dulu. Bagi peserta yang lolos seleksi akan dihubungi dalam kurun waktu seminggu ke depan. Aku tidak mendapat panggilan seminggu setelahnya. Lagian, kalau keterima disana, dari jurusanku hanya bisa apply ke satu posisi, yaitu Production Supervisor. Posisi ini ditempatkan di pabrik dan harus bersedia untuk bekerja shift. Hmm.. Untuk hal ini sepertinya cukup berat untuk kualami. Alhamdulillah. Mungkin ALLAH memang tidak mengizinkanku untuk menjalani profesi seperti itu. Dan ntahlah. Sepertinya pada saat psikotes berlangsung, HRD sembari melihat hasil psikotes sebelum psikotes yang sedang berlangsung, lalu nama-nama yang disebut di akhir adalah nama-nama yang memang sudah pasti lolos ke tahap berikutnya. Oh ya, saranku, sebelum mengikuti tes sebuah perusahaan, alangkah baiknya selain mempelajari perusahaannya sendiri, namun juga mempelajari pengalaman orang lain yang sudah pernah menjalani tes di perusahaan itu sebelumnya. Ya, walau tidak semua perusahaan ada share pengalamannya di internet. Tulisan ini adalah salah satu caraku berbagi pengalaman. Namun mungkin tulisanku lebih sulit ditemukan karena banyak 'penyamaran'. Hegheg.

 

Jangan bermain kode


"Jangan bermain kode pada orang yang tidak mengerti kode."

Pada dasarnya wanita bersifat pemalu. Wanita sangat ingin dimengerti. Saking ingin dimengertinya mungkin justru hal ini yang membuat beberapa lelaki tidak menyukai sifat wanita. Ntah mereka menganggap wanita itu manja atau semacamnya.

Oleh karena sifat pemalunya itu, biasanya seorang wanita memilih menggunakan 'kode' untuk berusaha menyampaikan apa maunya. Bagi sesama wanita, mungkin bukanlah hal yang sulit untuk mengartikan 'kode'. Mungkin karena wanita diberikan sensitivitas yang lebih dibandingkan lelaki.

Bagaimana menyikapi hal ini? Mungkin di antara kita ada yang memilih untuk berusaha membuat orang yang kurang sensitif itu untuk berubah menjadi lebih sensitif. Ya alhamdulillah kalau dia bisa menerima. Bagaimana kalau dia tidak bisa? Mungkin metode kita yang salah. Mungkin dia memang tipe orang yang kurang sensitif. Jadi, cara menghadapinya adalah dengan tidak bermain kode dengannya. Kita harus pandai menghadapi seseorang sesuai dengan kepribadiannya. Jika dia memang tidak mempan dikode, katakanlah secara langsung padanya. Mungkin cara itu adalah cara terbaik dan mungkin dia lebih menghargai kita yang mau langsung jujur dan tidak memaksanya untuk mengerti kode kita.

Yuk kita belajar untuk saling mengerti satu sama lain karena saling mengerti itulah yang dapat menjaga hubungan kita tetap baik.