Usia 22

Ntah kenapa, milad ke-22 ini terasa cukup lebih berbeda dibandingkan milad beberapa tahun belakangan. Mungkin karena ini adalah milad pertamaku sebagai sarjana. Atau mungkin karena ini adalah milad yang aku merasa mendapat perhatian lebih dari orang-orang sekitarku.

Melalui tulisan ini aku ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberi warna tersendiri pada miladku ke-22 ini. Walau aku menuliskan tentang milad, bukan berarti aku sangat menyukai milad, kok. Aku pun tidak suka jika suatu milad dirayakan terlalu berlebihan karena perayaan milad sendiri merupakan budaya yang awalnya berkembang di dunia barat.

Di usia ke-22 ini, aku merasa bukan usia remaja apalagi anak-anak lagi. Ini adalah usia peralihan menuju kedewasaan. Namun aku merasa di usia yang sudah tidak remaja lagi ini, apalagi sudah lulus sarjana, pencapaianku belum begitu bagus. Banyak cita dan mimpi yang belum tercapai. Kuharap ke depan ALLAH akan memudahkan jalan mencapai cita-citaku.


Orang terdekat dan terberarti dalam hidupku. Sepertinya mereka benar-benar tahu apa yang sedang kubutuhkan di saat belum mendapatkan penghasilan. Mungkin ini akan menjadi milad terakhir diberi kado seperti ini karena menurutku seseorang yang sudah memiliki penghasilan tidak lagi diberikan mentahan. Haghag.



Seseorang yang sedari dulu sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri. Ternyata sesuatu yang kau berikan dan kau minta untuk dibuka tepat pada tanggal lahirku itu tidak sesuai dengan yang kau katakan sebelumnya yang kukira kau benar akan memberikan itu. Hag
Namun yang kau berikan dengan bantuan orang lain yang sepertinya sangat berharga dalam hidupmu ini jauh lebih indah daripada yang kau katakan sebelumnya.
Aku selalu berharap kamu menjadi lebih baik dan lebih baik terus. Jadilah pribadi yang semakin baik selalu, jadilah contoh yang baik, jadilah contoh yang baik. Semoga ALLAH selalu membukakan hatimu untuk bisa membedakan kebaikan dan kebatilan dan memberikan kemampuan padamu untuk menjalankan yang baik dan benar.



Sahabat akhwat yang kukenal sedari SMA. Alhamdulillah ALLAH masih menjaga ukhuwah kita. Terima kasih banyak atas semua yang kalian berikan padaku. :)
Aku harap kalian bisa terus menjadi motivasiku untuk selalu menjadi lebih baik. Kita memang berasal dari SMA yang sama, ekskul yang sama, namun mungkin kita melalui jalan masa depan yang berbeda.




Merekalah sahabat terdekatku selama kuliah. Kami sejurusan dan berjuang bersama di dunia kekimiaan ini. Alhamdulillah, setelah 4 tahun akhirnya ada juga something buatku, ya. Haghag. Kalianlah orang-orang yang belakangan ini sangat dekat denganku. Mungkin itu pula yang membuat kalian paling mengetahui keadaan terkiniku termasuk apa yang kuinginkan/harapkan dan kubutuhkan.
Perlahan kita mulai menempuh jalan yang berbeda setelah kurang lebih 3 tahun ini kita berada di lingkungan yang sama. Insya ALLAH setiap jalan yang kita lewati adalah yang terbaik untuk kita. Walau kita akan menempuh jalan yang berbeda-beda, kuharap ukhuwah kita tetap terjaga hingga ke jannah-NYA kelak.





Aku rasa hampir atau mungkin semua anggota organisasi ini setuju bahwa ekskul ini adalah ekskul yang kita pernah ikuti saat SMA tereksis hingga saat ini. Ya, mungkin semua ini memang tidak lepas dari peran pemimpin yang baik dan kehendak ALLAH untuk tetap menjaga ukhuwah kita. Semoga kita bisa bertemu kembali di dunia ini pada kesempatan-kesempatan berikutnya dan hingga ke jannahNYA kelak.
 


Kamu memang termasuk dalam daftar orang menyebalkan dalam hidupku. Haghag. Tapi biasanya orang yang memiliki sisi buruk pasti juga memiliki sisi baik. Ya, mungkin salah satu kebaikanmu adalah menyempatkan hadir untuk turut memberi su-surprise-an ini. Tak ada dus, kresek pun jadi. Makasih juga buat kado ‘zonk’ tapi justru itu pula yang kurindukan belakangan ini. Haghag. Benda itu pula yang kugunakan untuk menulis ini. Btw, ka Puntang ulah wacana nya.



Makasih banyak buat semuanya. Jazakumulkah khairan katsiraa. Semoga kalian juga didoakan oleh malaikat atas doa-doa kalian padaku. :)



0 komeN: