Rasa yang terpendam

Ada kalanya kita butuh tempat berbagi cerita akan kesulitan hidup. Bukan karena tidak mampu bersabar, hanya supaya rasa yang dipendam tidak menjadi sebab timbulnya penyakit fisik. DIA, tempat terbaik untuk bercerita.


Pula ada kalanya dibutuhkan seseorang untuk dijadikan tempat berbagi. Bukan karena tidak ingat padaNya, namun sekedar menjadikan objek untuk di'jambak' atau diteriaki sebagai ekspresi dari rasa yang terpendam. Lebih baik lagi jika dia bisa menjadi jalan solusi.

www.baseone.co.uk


Puntang (20-21 Sept 14)

This was my first experience of mountain climbing as a bachelor...

My dream

Sebenanya ini adalah impian lama untuk mendaki puncak Gunung Puntang. Berawal dahulu saat rihlah bersama AI'10 ke Curug Siliwangi Puntang. Aku merasa sangat sayang jika tidak sampai ke puncak karena lokasi gunung yang cukup dekat, apalagi ada teman yang punya tempat tinggal sekitar sini. Waktu terus berlalu hingga akhirnya aku telah menyandang gelar sarjana. Ketika diingatkan dengan mimpi ke puncak Puntang, aku jadi berkeinginan untuk sekalian berfoto seperti di atas.

Kukira pendakian Gede-Pangrango adalah pendakian terakhirku karena aku merasa memang tidak mudah mencari teman mendaki. Selain itu rasa tidak enak terhadap ortu yang selalu mengkhawatirkan kepergianku. Oleh karena itu, pun mau mendaki, aku ingin yang tidak terlalu sulit. Bahkan untuk ke Puntang ini rencana awalnya aku ingin PP, tidak nginap saja supaya lebih ringan. Ya, takdir berkata lain. Alhamdulillah, my dream come true, :D

Berikut ini adalah perkiraan timeline perjalanan kami. Sorry for the long time caused us, the ladies.
 
Sabtu, 20 September 2014
8.00   : Berkumpul dengan Amiril dan MP di Jl Gelap Nyawang
8.30   : Berangkat dengan mobil MP ke Puntang
10.15 : Sampai di rumah Sarah
12.45 : Berangkat ke tempat Fadly
13.30 : Mulai perjalanan mendaki
17.15 : Sampai tempat camping

Minggu, 21 September 2014
05.30 : Berangkat menuju puncak
07.15 : Sampai puncak Mega
08.15: Berangkat turun ke camp
9.15   : Sampai camp lagi
11.15 : Berangkat turun gunung
13.10 : Sampai tempat Fadly
18.00 : Berangkat dari rumah Sarah ke Bandung
20.45 : Arrived at home sweet home

Sarah sudah berada di Puntang terlebih dahulu karena ada pengajian pada malam Sabtu. Sebelumnya saya perkenalkan terlebih dahulu para peserta pendakian ini. Aku sebut saja Genk Puntangers karena ini dari berbagai latar belakang. Fadly dan MP adalah teman SMAku, Sarah adalah teman sejurusanku, Amiril adalah teman sependakian Ge-Pang, Dadan adalah teman SMP Fadly. Rencana awal lebih ramai lagi karena Fadly mengajak temannya, dan temannya mengajak temannya lagi. Namun mereka-mereka tidak jadi hingga tinggal kami berenam. Tapi ada tambahan 2 orang lagi yang menyusul, yaitu Bilvy alias Adung dan Ervan, adik angkatan di SMA.

You see the mountain behind us? The peak behind. Yes, We've been there.

Foto itu diambil sebelum pendakian dimulai. The peak behind, that's Mega Peak, our target. Rute pendakian ternyata kurang bersahabat bagiku. Hegheg. Jalur pendakian selalu menanjak dan cukup sulit dilewati dengan hanya sesekali terdapat tempat datar untuk beristirahat. Beberapa kali kami bertemu dengan rombongan yang turun. Ada yang bilang di atas sudah penuh, tidak ada tempat lagi untuk nge-camp, dan setiap bertemu rombongan berbeda di waktu berbeda selalu dikatakan 2 jam lagi sampai puncak.

Info mengenai lokasi camp yang penuh membuat kami berpikir kembali untuk memutuskan dimana akan mendirikan tenda. Dengan berbagai pertimbangan, kami memutuskan camp di Batu Kaca, ya sekitar Batu Kereta.

Our tent. The photo was taken before down the mountain.
Menu dinner kami adalah Nasi Goreng Mawut Indof**d. Nasi sudah dibawa dari rumah, dicampur dengan mi, sosis sapi, dan baso sapi. Kornet sapi disajikan terpisah. Bumbu siap saji dan mi dicampur saat pembuatan nasi goreng. Hmmm,, Ya, it's delicious for fast food. Setelah makan malam, dilanjutkan dengan ngobrol, saling mengenal dan bercerita. Bertemu dengan orang baru sering memberi kesan tersendiri. Kita jadi semakin mengetahui jenis-jenis makhluk ciptaan-Nya. Dahulu aku hanya sekedar tahu, "Oh, itu Amiril." Dan malam itu aku semakin mengenal dirinya, visi hidupnya, mengapa dia suka naik gunung, serta pengalaman-pengalaman hidupnya yang tidak biasa, cukup menarik. Hegheg. Waktu sesingkat ini tidak mungkin cukup untuk bisa benar-benar mengenal semuanya, terutama Mas Dadan, orang yang baru pertama kutemui. :D I just know about Cigondewah from him.


Candle light dinner

Satu hal yang selalu kutanti saat mendaki gunung adalah bertemu dengan another little stars in the sky. Sayang, beberapa daun-daunan menghalangi pemandangan indah ini. But no problem, just met with them closer made me so happy. :)* 

Satu hal lagi yang sangat disayangkan adalah bintang-bintang di langit ini tidak bisa diabadikan gambarnya dengan kamera biasa. Namun, inilah yang membuatku bersyukur karena bisa melihat dan bertemu langsung dengan mereka. Mungkin memang begitu takdirnya, aku harus berusaha keras untuk bisa melihat dan lebih dekat dengan mereka.

Kami berencana untuk berangkat ke puncak esok hari habis subuh karena kagok waktu subuh. Dan.... Di tengah waktu beristirahat, kebiasaanku tidak bisa tidur dengan nyenyak, tiba-tiba terdengar suara dari luar tenda dan menyenteri tenda kami. Kukira itu adalah Adung dan Ervan yang berkata akan menyusul. Namun aku ragu untuk menyapa mereka. Padahal rencana awalnya mereka mau nebeng tenda.

Adzan subuh kurang terdengar jelas dari tenda. Apalagi udara dingin membuat orang-orang malas keluar dari kepompongnya. -__- Yaaa, sudah bisa ditebak lah ya. Kalau berangkat habis subuh pasti tak keburu sunrise. Hegheg. 

Salah satu kelebihan dengan camp di tempat ini adalah tidak terlalu dingin dan berangin, serta tidak perlu membawa banyak barang saat summit. And YES!! My dream come true. Yes, my dream to take a picture like the first photo in this article.

Puncak Mega, 2223 Mdpl
Disinilah kami bertemu dengan Adung-Ervan dan melanjutkan perjalanan bersama-sama. Mereka tidur di puncak dengan beratap langit. Ya, aku dan fadly sebenarnya menyadari kehadiran mereka. Namun kami sama-sama diam. Haghag. Padahal ada 1 tenda nganggur. Tapi memang sepertinya mereka juga lebih memilih ditakdirkan seperti ini.

Ntahlah. Selalu ada rasa di hati untuk pensiun dari hobi ini. Namun ntah kapan. Ini memang puncak pertama sebagai sarjana, ntah akan ada puncak berikutnya atau tidak. Namun sedikit terlintas keinginan untuk silaturahim lagi dengan Genk Puntangers dalam perjalanan ke Puncak Haruman, tetanggaan dengan Puncak Mega.






Sahabat selamanya

Aku ingin bercerita salah satu kebahagiaan terindah dalam hidup. Yaitu ketika melihat perubahan sahabat menjadi lebih baik dan diberi Tuhan kesempatan untuk bertemu dengannya melihat secara langsung perubahan itu. Aku mengenalnya sekitar 9 tahun yang lalu. Dahulu aku dan dia duduk sebangku saat sekolah. Bahkan kami pernah ngeceng orang yang sama. Dan yang masih kuingat adalah shalat dluha bersama saat jam istirahat. Tuhan menakdirkan kami bersahabat. Sayang, hanya 2 tahun kami berada di kota yang sama. Kami dipisahkan oleh jarak yang tak dekat. Komunikasi pun tak seintens dahulu. Kami bertemu dengan teman-teman baru yang mengisi hari-hari baru.

Suatu hari, aku mendapat kabar bahwa ia akan melanjutkan studinya di Bandung. Inilah takdir Tuhan. Kami dipertemukan kembali di tempat berbeda. Dan tiba saat aku bertemu dengannya. Awalnya memang agak kaku karena sudah lama tidak bertemu. Namun satu kebahagiaan yang kurasakan adalah kami sama-sama sudah hijrah. Subhanallah. Di saat komunikasi kami berkurang karena berpisah, ternyata saat itu pula Tuhan melunakkan dan membukakan hati kami untuk menjadi seorang muslimah yang lebih baik.

Kami memang tidak tinggal di satu kota. Aku di Cimahi, dia di Bandung. Namun jarak ini sudah jauh lebih dekat dibandingkan dahulu. Namun, tetap saja kami tidak sering bertemu. Ya walau sekali-kali bertemu, aku bersyukur karena merasakan cinta yang terus mekar seiring berjalannya waktu. Benih-benih cinta pada sahabat lama semakin terasa. Ah, aku sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. Semoga rasa ini tidak mudah pudar, sahabatku. Sebuah hadis mengatakan bahwa salah satu dari 7 golongan yang dijamin masuk surga adalah dua orang yang saling mencintai karena ALLAH. Kuharap kita termasuk golongan itu. Kehidupan dunia hanya sebentar, sahabatku. Mungkin kita punya cara masing-masing untuk sukses. Semoga walau caranya berbeda, namun berakhir di surga yang sama. :)
Ana uhhibbuki fillah.. Insya ALLAH...


Cemburu

Selalu saja ini terjadi. Bertemu denganmu dan kita berbincang tentang kesibukan masing-masing. Dan aku selalu cemburu. Aku iri dengan kegiatanmu yang selalu positif dan membawa manfaat. Kamu berkata bahwa kamu ingin berhenti menjadi mentor karena malu pada mentee-mentee yang dirasa jauh lebih baik dari dirimu. Di sisi lain aku merasa beruntung sekali menjadi dirimu. Masih diberi kesempatan untuk berbuat baik, menyebar manfaat, dan kesempatan untuk terus memperbaiki diri agar bisa lebih baik daripada mentee. Aku cemburu di saat aku sendiri masih berpikir panjang untuk memenuhi tawaranmu menjadi mentor. Kamu tahu? Hal yang patut kamu syukuri adalah saat kamu masih diberi kesempatan untuk menebar kebaikan lewat lingkaran kebaikan itu. Saat setiap orang di lingkaran itu akan saling memotivasi satu sama lain untuk selalu menjadi lebih baik. Aku cemburu. Cemburu pada sahabatku sendiri. Sahabatku yang sedari dulu selalu membuatku iri. Iri karena sepertinya Tuhan sangat melindungi kamu dari perbuatan buruk. Kuharap aku pun bisa sepertimu.

Wawancara di sebuah perusahaan laboratorium farmasi

3 September 2014
Aku mendapat panggilan lewat telepon dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Bioavailability and Bioequivalence (BA/BE). Ternyata perusahaan ini masih satu grup dengan sebuah perusahaan farmasi Indonesia cukup ternama. Perusahaan ini sedang mencari S1 Kimia untuk posisi Method Development. Aku mempelajari web perusahaan terlebih dahulu, mencari info pada teman yang pernah KP disana, dan mencari informasi dari teman-teman farmasi mengenai ilmu yang berhubungan dengan fokus perusahaan ini. Makasih banyak, ya buat teman-temanku tersayang. :)
 
8 September 2014
Aku bersama 3 teman lainnya datang ke kantornya di Jl. RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Pewawancara adalah Manager Analytical Method Development dan General Manager Operation.  Proses seleksi disini berbeda dengan seleksi pada umumnya. Biasanya psikotes dilakukan pertama kali. Namun disini dimulai dengan wawancara awal, psikotes, lalu wawancara akhir. Manager yang mewawancarai kami adalah lulusan Kimia ITB 2003. Pertanyaan yang diajukan standar, diantaranya mengenai isi CV, pengetahuan tentang perusahaan, perkiraan pekerjaan yang dilakukan jika bekerja disana, prinsip kerja alat, berapa jurnal yang telah dibaca, kemampuan bahasa Inggris, dan kesediaan untuk bekerja disana. Ada beberapa pertanyaan yang ditanyakan pada teman-temanku namun tidak padaku, dan sebaliknya. Pewawancara sempat mengatakan bahwa beliau trauma dengan orang Bandung yang setelah bekerja sekian tahun kemudian keluar untuk kembali ke Bandung. Wawancara berlangsung sekitar 15 menit. Kami diminta untuk menunggu panggilan berikutnya jika lolos tahap ini. Gaji yang diberikan akan menyesuaikan dengan standar gaji fresh graduate perusahaan farmasi Indonesia cukup ternama yang membawahi perusahaan ini.



9 September 2014
Aku mendapat kabar bahwa 2 temanku ditelepon oleh Equilab. Ini dapat menunjukkan bahwa aku tidak lolos untuk tahap selanjutnya. :)

Sang Pemendam Cerita

Tidak semua orang memiliki sahabat yang bisa diajak bicara segala hal, kapan pun dimana pun. Ada orang yang memiliki banyak teman namun tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Dia khawatir salah memilih orang. Itu karena dia butuh teman yang mau mendengar, selalu ada waktu untuk mendengar, dan memberi respon yang sesuai atas ceritanya.

Namun mungkin ada kalanya ia tiba pada saat otaknya jenuh, hatinya gundah karena ingin berbagi cerita. Sebenarnya ada satu tempat untuk bercerita sesuka hati (namun tetap menjaga etika). Ya, blog. Di tempat ini kamu bisa bercerita apapun yang kamu mau. Mungkin blog sangat rela untuk kau curhati sepanjang apapun. Namun mungkin ia tidak bisa memberikan respon balik sesuai yang kau inginkan. Kau ingin orang yang kau tuju membaca tulisanmu, namun blog tidak dapat mewujudkan itu tanpa peran dari manusia itu sendiri.

Hingga akhirnya, ada saatnya Sang Pemendam Cerita memutuskan untuk memilih seseorang yang dipercaya untuk mendengarkan ceritanya. Seseorang yang tidak ceplas ceplos, bisa menjaga rahasia. Ya, sebagai pendengar yang baik kita harus ingat bahwa setiap cerita yang didengarkan padamu adalah RAHASIA, kecuali yang memang diizinkan untuk diberitahukan pada orang lain.

Sang Pemendam Cerita pun memilih seseorang yang ia percayai dan dirasa bisa membantu memberikan solusi terbaik. Ini yang sulit. Mungkin ia pendengar yang sangat baik dan pemberi respon yang baik pula. Namun, belum tentu ia bisa memberikan solusi yang terbaik, bahkan mungkin memberi solusi apapun itu juga tidak bisa. Sang Pemendam Cerita mulai bingung harus bagaimana. Ia pun memilih untuk mencari orang lain yang mungkin bisa membantunya. Maka biarlah waktu yang menjawab apakah orang itu benar-benar bisa membantunya. Jika tidak, Sang Pemendam Cerita mencari lagi orang lain hingga ntah kapan ia menemukan orang yang tepat. Lihatlah apa yang telah ia lakukan. Sang Pemendam Cerita malah membuat semakin banyak orang yang tahu ceritanya. Sang Pemendam Cerita merasa menyesal akan apa yang telah ia lakukan. Padahal awalnya dia berharap hanya satu orang yang bisa menjadi orang kepercayaannya. Namun semuanya telah terjadi. Setidaknya, kini Sang Pemendam Cerita telah menemukan orang yang tepat untuk membantunya mencari solusi terbaik. Selamat, ya. Ini bisa dianalogikan untuk proses pencarian hal lainnya.  
Mungkin kamu akan menemukan hal-hal yang kurang atau bahkan tidak cocok sebelum menemukan sesuatu yang benar-benar cocok untuk dirimu. Bersabarlah dan terus berusaha. :)


Tes perusahaan microfinance

21 Agustus 2014
Hari ini aku mendapat SMS untuk seleksi posisi ODP di sebuah lembaga keuangan non bank skala mikro (microfinance). Aku melamar pekerjaan ini saat jobfair 2 hari sebelumnya di Landmark. SMS panggilan diterima sekitar jam 8 pagi untuk tes pada jam 1 siang di sebuah ruangan seminar yang ada di sebuah masjid Bandung. Waktu seleksi total yang kujalani sekitar 2 jam (pk 13.00-15.00). Sebelum psikotes dilakukan, HRD menerangkan terlebih dahulu bahwa ODP merupakan program yang disiapkan untuk kemudian menjabat sebagai Branch Manager atau Quality Assurance. Branch Manager bukan yang bekerja di kantor dan enak-enakan, melainkan bekerja lapangan dan panas-panasan. Lalu, seleksinya sistem gugur. Training berlangsung selama 3 bulan. Selama training akan ada ujian akhir dan jika nilai <80 dikeluarkan dari program. Jika resign saat training, kena pinalti 24 juta. Setelah lolos training, kontrak kerja selama 2 tahun dengan pinalti 24 juga. Setiap bulan kerja berkurang 1 juta. Jadi, misalnya keluar setelah 1 bulan bekerja, maka pinalti yang dikenakan sebesar 23 juta. Jika tidak berminat, bisa mengundurkan diri dari proses seleksi saat itu juga supaya tidak buang-buang energi. Saat itu aku berpikir, “ya coba dulu saja”.

Tes pertama adalah psikotes hitung-hitungan, waktu mengerjakan 30 menit. Aku merasa cukup mudah mengerjakannya dan selesai sebelum waktu berakhir. Setelah itu, kami diminta menunggu pengumuman di luar ruangan. Hasil pengumuman pun mengatakan 2 orang yang lolos, yaitu aku dan seorang wanita bernama Lusi. Kami pun masuk kembali ke ruangan tes dan mengerjakan psikotes kepribadian. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan wawancara HRD. Isi wawancara diantaranya membahas CV, pengalaman organisasi, keahlian untuk posisi tersebut, pengalaman menghadapi situasi tertentu (situasi yang mungkin dihadapi saat menjabat posisi tersebut), latar belakang keluarga, dan lebih suka kerja sendiri atau tim. Wawancara berlangsung sangat lancar dan mudah bagiku. Hegheg. Ntahlah, mungkin ini karena efek jiwaku lebih cenderung ke hal-hal seperti itu.

26 Agustus 2014
Saya menerima SMS panggilan untuk tahap seleksi berikutnya, yaitu wawancara direktur di lobi Hotel Grand Royal Panghegar pk 09.30. Sembari menunggu hari H, aku banyak mencari info dari orang-orang dan hatiku mulai ragu dengan pekerjaan ini. Kalau dari jenis pekerjaannya, sebenarnya aku suka-suka saja karena memang merasa passionku disitu. Namun, ada kegalauan dalam hati karena orang-orang seperti tidak mendukungku untuk bekerja disana. Selain itu, kebanyakan teman-temanku yang sudah bekerja tidak kena pinalti jika keluar dari perusahaan. Kalau menurut kakak kelasku, kontrak kerja 2 tahun itu terlalu lama. Apalagi ada pinalti. Kontrak kerja yang aman adalah 1 tahun. Aku pun menjadi tidak terlalu bersemangat menjalani tes berikutnya. Aku mempersiapkan apa saja yang perlu kukatakan pada pewawancara. Aku menjadi tidak berharap untuk diterima di perusahaan ini. Namun aku ingin mengikuti tahap wawancara akhirnya untuk pengalaman.

5 September 2014
Sebenarnya aku sudah siap lebih awal dari rumah untuk berangkat ke lokasi. Namun aku memilih untuk datang mepet dengan waktu pertemuan. Aku pun memberi kabar lewat SMS kepada pewawancara tepat waktu. Namun, ternyata pewawancara sedang mewawancarai orang lain sehingga aku perlu menunggu. Ya, namun cukup lama juga. Saat menunggu itu aku bertemu dan berkenalan dengan seorang lelaki yang ternyata juga mau menjalani wawancara yang sama. Namun, ia datang jauh sebelum jadwalnya. Waktu wawancara pun tiba. Pewawancara mengatakan bahwa seharusnya aku yang diwawancara duluan. Namun, ada peserta yang datang duluan (kurasa namun belum pada jadwalnya) sehingga aku harus menunggu. Pewawancara melihat hasil psikotes dan membahas catatan-catatan HRD pada saat dulu aku diwawancarai HRD. Pewawancara mengatakan bahwa rekrutmen dilakukan pula di Surabaya dan Semarang (kalau tidak salah seingatku). Program training akan dimulai awal Oktober. Kupikir, masih cukup lama juga mulainya. Aku bisa sambil menunggu hasil tes-tes yang lain juga. Sepertinya itu dikarenakan cukup banyak pula yang diwawancara. Bapaknya juga mengatakan sedang dibutuhkan kandidat sekian banyak (aku lupa, 20 apa ya). Di akhir, pewawancara menanyakan kembali mengenai peraturan jika lolos dan aku mengatakan keberatan dengan waktu kontrak 2 tahun itu. Sepertinya ini adalah jawaban skak mat. Pewawancara menyatakan akan mereview lagi hasil wawancara dan tunggu kabar kemudian. Hingga saat ini (aku menyelesaikan tulisan ini pada 9 Oktober 2014), aku tidak mendapat kabar lagi dari perusahaan ini. Ya, sesuai dugaanku. Sepertinya jawaban skak mat itulah penyebabnya. Aku bisa merasakan bahwa aku telah melakukan hal yang membuat perusahaan akan memikir-mikir ulang untuk menerimaku. Dari penampilan saja, sudah berbeda dengan saat tes pertama. Penampilan kedua ini bisa dibilang lebih tidak menarik. Haghag.


Cerita masa depan

Inilah pertama kalinya aku menceritakan rencana masa depan lebih detail di depan beberapa teman-temanku karena aku belum bisa menjadikanmu sebagai orang pertama yang mendengarkan rencana bisnisku lebih detail. Namun, lebih lebih mendetailnya lagi aku ingin kau yang mendengarnya pertama kali.

Manusia boleh berencana, Tuhan yang menentukan.

Aku tidak tahu apa pendapatmu mengenai bisnis yang kurencanakan. Aku pun tak yakin kamu memiliki mimpi untuk terlibat dalam bisnis tersebut walaupun aku berharap kamu menjadi orang terpenting bagiku yang terlibat dalam rencana bisnis ini. Karena menjalani bisnis bahkan hanya memulainya pun amat sangat sulit jika hanya sendiri. Dan aku butuh teman yang selalu ada untuk memberi semangat dan bantuan kapanpun kubutuhkan. Kuharap itu adalah kamu. Kamu yang memiliki mimpi yang sama denganku sehingga kita bisa bekerja sama untuk mewujudkan mimpi kita. Kamu yang bisa mengerti aku dan aku yang mengerti kamu agar mimpi ini tak sekedar menjadi bunga tidur, namun menjadi nyata di kemudian hari.

Ya, kamu. Ntah siapa dirimu...

Masih berminat?

Dia telah menunjukkanku akan beberapa sifat aslimu. Aku jadi merasa, 'Pantas saja orang-orang berkata begini begitu tentang dirimu.' Atas segala hal yang baru kuketahui ini, aku menjadi ingin berpikir ulang. Seseorang bahkan berkata, "Masih berminat?" Sepertinya aku perlu mempertimbangkan pertanyaan ini.

Ntah kenapa, aku tidak (atau mungkin belum) dengan lugas menjawab 'Tidak'. Bukan karena ingin memaksakan kehendak. Ingin rasanya melihat perubahan pada dirimu ke arah yang lebih baik. Minimal ada kemauan karena untuk mengubah sifat, karakter, atau bahkan hanya sekadar kebiasaan bukanlah hal yang mudah. Aku tahu itu. Tapi keinginan untuk melihatmu berubah bahkan turut berperan dalam perubahanmu itu sebenarnya bukan pula hal yang spesial karena pada dasarnya hati ini selalu 'berteriak' saat melihat ada teman apalagi sahabat yang masih memiliki 'kekurangan'. Aku bukan makhluk yang sempurna. Mohon maklumi jika aku memiliki harapan akan perbaikan dirimu ke arah lebih baik sedangkan diriku sendiri masih sangat jauh dari kesempurnaan. Aku tidak ingin ketidaksempurnaanku menghalangi untuk berusaha membuatmu lebih baik.

Tidak ada manusia sempurna. Namun, sudah seharusnya setiap orang memiliki keinginan untuk terus memperbaiki diri. Karena diri yang lebih baik insya ALLAH akan membawa pada kehidupan yang lebih baik pula. Aku berharap kita bisa saling mengingatkan dalam kebaikan. Mungkin aku masih bermimpi untuk bisa mengubah dengan tangan, bahkan hanya dengan nasihat sekalipun. Tapi semoga saja Tuhan masih mengingatkanku padamu dalam do'aku. Mungkin aku bukan menjadi orang yang berperan langsung dalam perubahanmu. Setidaknya aku berharap Tuhan masih berkenan mengabulkan harapanku untuk melembutkan dan membuka hatimu agar bisa menyadari kekuranganmu serta memberi kemampuan padamu untuk berusaha berubah lebih baik. Jika perlu, kuharap Dia mengirimkan orang yang pantas untuk menjadi agen perubahan terhadap dirimu. Tidak perlu atas kontribusiku. Melihatmu menjadi lebih baik saja sudah sangat cukup buatku. :)

Satu hal lagi. Luruskan niatmu. Setiap perbaikan yang kau lakukan, niatkan untuk ALLAH Subhanahu wata'ala. Niatkan dirimu untuk menjadi agen muslim yang baik. Seorang muslim yang menjadikan Rasulnya sebagai teladan hingga dirimu bisa diteladani pula oleh orang lain karena kebaikan yang kau miliki. Jadilah sebaik-baik manusia yang bermanfaat dan menginspirasi orang lain. Hidupmu bukan hanya untuk dirimu sendiri. Perlahan turunkan dan hilangkan egomu, bukalah hati dan mata untuk lebih peduli pada sekitar.

Aku tidak lebay dalam berharap, kan?


Keep trying

Kenapa ya? Cinta itu pasti berawal indah. Seseorang bisa membuat orang lain kagum karena daya tarik tertentu yang ada dalam dirinya. Ini adalah awal yang mungkin kita sendiri belum menyadari apakah ini cinta sejati atau hanya sesaat. Ingat, bahwa hanya cinta sejati karena ALLAH yang abadi. Pengalaman mengajarkanku bahwa cinta tidak bisa hanya mengandalkan perasaan. Kita juga harus melibatkan logika disana.

Satu pelajaran yang bisa kuambil dari pengalaman hidup.
When you are getting to know someone, then you will get to know as what they should be positioned in your life.  
Semakin kita mengenal seseorang, maka kita akan semakin mengetahui sebagai apa ia sebaiknya diposisikan dalam hidupmu. Kita akan semakin mengerti seperti apa orang itu dan merasa sepertinya dia lebih cocok untuk dijadikan teman, sahabat, atau mungkin pasangan hidup.

Itulah pentingnya perkenalan. Penentuan pasangan hidup bukanlah hal main-main yang bisa kita pastikan tanpa pemikiran panjang. Kita tidak bisa hanya bermain perasaan tanpa logika. Kita tidak bisa mengedepankan nafsu tanpa pemikiran lebih jauh.

Buat kamu yang lagi galau dalam memilih atau sedang menanti datangnya sang pujaan hati, keep trying. Tetap berusaha untuk terus perbaiki diri jadi lebih baik dan berdoa hingga ALLAH mempertemukanmu dengannya pada waktu yang tepat.


'Perjuangan yang Membebaskan' Arthinkle

Dari duluuu sudah sangat lama berniat untuk aktif mengikuti lomba menulis. Namun, ternyata sedikit juga lomba menulis artikel, sedangkan aku belum ingin untuk menulis yang panjang-panjang seperti cerpen apalagi novel atau buku.

Kebenaran arthinkle.com sedang mengadakan lomba menulis dan ternyata ini rutin diadakannya. Setiap member mengirimkan tulisannya untuk kemudian difilter dan dipublish oleh admin bagi yang layak terbit. Alhamdulillah aku mendapat kesempatan untuk artikel buatanku ini dilombakan. Tema yang kuikuti adalah 'Perjuangan yang Membebaskan'. Dalam artikel buatanku yang berjudul 'Skrip-sweet' dibahas perjuangan menghadapi Tugas Akhir sebagai jalan untuk bisa memperoleh kelulusan dan gelar pendidikan.

Isi lebih lengkapnya silakan baca disini.
Pemenang dari lomba ini ditentukan dari jumlah like. Oleh karena itu, butuh banyak dukungan nih. Haghag.
Namun, harus login/register dulu untuk bisa comment, like, dan rate alias harus sebagai member arthinkle.com.

Bagaimana kelanjutannya? Insya ALLAH dilanjutkan setelah pengumuman ya ceritanya. :D


#galaujurusan

Ada beberapa profesi yang sering muncul menjadi jawaban dari mulut anak-anak atas pertanyaan, "Apa cita-citanya?". Profesi itu diantaranya adalah dokter dan guru. Ntah jawaban ini memang keluar dari lubuk hati terdalam atau hanya sekedar ikut-ikutan tren yang beredar di kalangan anak-anak.

Hingga anak-anak ini semakin dewasa, semakin mengenal apa yang mereka suka, perlahan jawaban atas pertanyaan yang sama mulai berubah. Beruntunglah bagi yang mudah untuk menjawabnya. Kenyataannya, banyak pula remaja yang masih bingung mau menjadi apa kelak dan harus masuk jurusan apa.

Sumber gambar: nauvaladam.wordpress.com

Ada banyak hal yang patut dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk memilih jurusan. Persaingan semakin sulit. Bahkan perlu dibuat plan A-Z mengenai jurusan apa saja yang akan dipilih. Berikut ini aku mau sharing supaya teman-teman jangan sampai 'terjebak'. :)

Pertama kali yang harus dipikirkan adalah TUJUAN HIDUP. Apa tujuan hidupmu? Apa yang ingin kamu lakukan di masa depan? Apakah kamu ingin membangun bisnis? Ingin berprofesi sebagai guru, dosen, PNS, atau profesi lainnya? Kamu harus tahu tujuan hidupmu dan harus JELAS dan TERUKUR. Ketika kamu sudah mengetahui tujuan/cita-cita di masa depan, maka tak akan sulit dalam menentukan jurusan apa yang kamu pilih.

Bagi sebagian orang, mungkin perjuangan belum berakhir sampai disitu. Sebagian orang tidak mendapatkan jurusan yang sesuai keinginannya. Dalam hal ini, ada dua pilihan yang dapat kamu lakukan, yaitu tetap keukeuh dengan keinginan awal atau berubah pilihan. Kedua pilihan ini tidak ada yang benar maupun salah. Keduanya memiliki resiko masing-masing. Tinggal resiko mana yang mau kamu ambil atas pilihan tersebut.

Ada lagi 2 pilihan yang mungkin bisa kamu hadapi, yaitu memilih jurusan tertentu dimana pun tempat kuliahnya atau lebih memprioritaskan ketenaran suatu perguruan tinggi (PT) apapun jurusannya.

Pilihan pertama: Keukeuh dengan jurusan tertentu
Seseorang akan lebih termotivasi dan lebih besar pula kemungkinan suksesnya ketika ia melakukan sesuatu yang ia senangi. Betapapun sulitnya, segala sesuatu yang disenangi akan terasa lebih mudah dijalani. Untuk tetap memperoleh jurusan yang sesuai harapan, beberapa orang memilih untuk mendaftar ke berbagai perguruan tinggi pada jurusan tersebut. Walaupun tidak diterima di PT pilihan pertama, ia tetap memilih untuk masuk ke PT lain dengan jurusan yang ia harapkan. Namun, berbeda untuk sebagian orang lainnya. Beberapa temanku memilih untuk mendaftar ujian masuk lagi tahun depan dengan break setahun atau menjalani kuliah di jurusan/PT lain sembari menunggu kesempatan kedua. Bukan merupakan hal yang tabu kok menjadi satu angkatan dengan teman-teman yang lebih muda beberapa tahun dari kita.

Pilihan kedua: Berubah pilihan
Untuk pilihan ini, biasanya hal yang paling mempengaruhi adalah 'sayang waktu'. Setahun buatmu adalah waktu yang sangat berharga. Pindah jurusan atau pindah PT biasanya membuatmu harus mengulang semuanya dari awal. Sedangkan di sisi lain, kamu ingin segera lulus dari bangku kuliah. Namun kamu juga harus siap dengan segala resiko. Jika kamu berada di jurusan atau PT yang tidak sesuai harapan, mungkin kamu akan menghadapi kekurangnyamanan baik dalam mata kuliah yang dipelajari maupun lingkungan sosial. Tapi ketika kamu telah memilih pilihan ini, siapkanlah dirimu untuk menanggung segala risiko. Mulailah timbulkan kecintaan pada dunia yang sedang kamu jalani. Ingat bahwa kamu tidak salah pilih, kok. Setiap pilihan akan ada pelajaran hidup yang sangat berharga dan insya ALLAH bermanfaat untuk kehidupanmu ke depan. Satu hal yang ingin kutekankan adalah bahwa apa yang kau jalani di kehidupan kuliah, seyogyanya itu akan mengarahkanmu menjadi seperti apa kehidupanmu kelak. Alangkah lebih baik jika kamu ingin menjadi seorang pebisnis, maka kamu pun mengambil kuliah yang mendukung untuk berjalannya bisnismu kelak. Memang tidak sedikit pula pengalaman orang lain yang mengalami kesulitan mencari pekerjaan karena dia berpikir bahwa dia tidak ingin 'terjebak' lagi. Padahal, kebanyakan perusahaan akan mencari kandidat yang kualifikasinya sesuai untuk setiap posisi yang berbeda.

Lalu bagaimana jika ini terlanjur terjadi?
Mungkin ini agak #curhat karena hal inilah yang kualami. Dalam keadaan ini, aku berusaha untuk tetap mencari apa yang aku suka. Aku kembalikan lagi ke cita-citaku di masa depan dan aku berusaha menjadikan pekerjaan yang akan kujalani sebagai jalan mencapai cita-cita utamaku. Kembali lagi, this is the risk. Tetap berusaha menjalani semuanya dengan senang hati. Dari setiap yang kita lakukan ada pembelajaran yang sangat berarti. Itu yang aku cari.

Untuk mengurangi rasa galau, pelajarilah macam-macam jurusan yang ada di PT seluruh negeri bahkan bimasakti ini (zaman sekarang jurusan sudah sangat beragam bahkan aneh-aneh). Pergunakan internet untuk hal yang bermanfaat, misalnya dalam membantumu mencari info tentang suatu jurusan/PT. Tanyakan pada kakak kelas atau konsultasi pada orang yang lebih berpengalaman.

Buat adik-adik yang ingin info lebih lengkap mengenai pengalaman kakak-kakak pada suatu jurusan, coba deh buka link berikut. Tulisanku juga ada disana loh, mengenai jurusan Kimia. Selamat membaca. Semoga bermanfaat, ya. :)


Psikotes dan interview HRD di perusahaan farmasi (berbeda dengan yang pertama)


28 Agustus 2014
Aku mendapatkan SMS dan email Undangan Psikotes dan Interview dari sebuah perusahaan farmasi yang memproduksi suplemen dan obat-obatan penyakit tertenu. Hasil googling mengatakan bahwa dahulunya perusahaan ini termasuk grup dari perusahaan pertama yang kumaksud dalam tulisan ini. Namun, kemudian perusahaan ini memilih untuk berdiri sendiri.

31 Agustus 2014
Oleh karena tes dimulai pukul 8.00, maka dady menyarankan untuk menginap terlebih dahulu malam sebelum tes. Kami pun datang H-1 dan mencari kosan harian sekitar lokasi tes, yaitu head office di Jakarta Barat.

1 September 2014
Psikotes dimulai pukul 08.00 wib. Kami diminta mengisi biodata terlebih dahulu. Form biodata kurang lebih berisi seperti CV, ada status (jika single kapan rencana nikah), kelemahan & kelebihan, gaji diharapkan, dan pengalaman kerja+pencapaian. Dari lembar yang diberikan, dapat diketahui bahwa tes ini dikeluarkan oleh Psikologi UI. Tes yang diberikan cukup banyak, ada menggambar manusia, menggambar pohon, dan melanjutkan gambar. Jika melakukan tes seperti ini, aku jadi teringat saat psikotes USM ITB dulu. Setelah tes tertulis dengan pensil HB, tes selanjutnya menggunakan komputer. Sebelum tes menggunakan komputer dimulai, HRD memberitahu bahwa tes selanjutnya (wawancara) akan dilakukan pada pukul 13.00 wib. Soal-soal yang diberikan banyak berupa soal-soal TPA yang kita pelajari untuk persiapan SNMPTN. Ada pula soal perkiraan kuantitatif, seperti perkiraan tinggi badan dan jarak antara dua kota. Tes terakhir berupa hitung-hitungan (penjumlahan) koran (ntah aku lupa namanya). Oleh karena tesnya menggunakan komputer, tangan kita tidak capai menulis dan kemahiran kita dalam mengetik sangat bermanfaat. Hegheg. Aku mengakhiri psikotes sekitar pukul 12.00 wib dan sempat isoma terlebih dahulu.

Kami kembali ke ruangan tes sekitar pukul 13.00. Di ruangan tersebut terdapat ruangan-ruangan kecil lagi yang digunakan untuk wawancara. Kami menunggu panggilan untuk wawancara secara bergantian. Wawancara berlangsung sekitar 15 menit. Aku selesai pada pukul 14.00. Pertanyaan wawancara yang diajukan HRD seputar form biodata yang kami isi sebelum melaksanakan tes, psikotes mana yang dirasa sulit, pengetahuan mengenai perusahaan dan produknya, kesediaan penempatan kerja, pengetahuan mengenai posisi yang dilamar (meliputi keahlian yang dibutuhkan untuk posisi tersebut dan pengalaman yang berhubungan dengan keahlian tersebut), serta kelebihan dan kekurangan diri. Pada perusahaan ini saya melamar posisi Purchasing. HRD menanyakan berapa calon vendor yang menurut saya harus disurvei sebelum menentukan vendor mana yang dipilih sebagai penyuplai barang.

Tes selanjutnya (wawancara user) diberitahukan dalam waktu 1–2 minggu ke depan jika lolos dan dilaksanakan di lokasi penempatan kerja (Bogor).