Kajian Asma'ul Husna - Al Qahhar

Ust Bachtiar Nasir
Masjid Baitul Ihsan (BI)
28 Jumadil Akhir 1436 H/18 April 2015


AL-QAHHAR
(Allah Yang Maha Menundukkan dan Menaklukkan Segala Sesuatu)

Barangsiapa yang bisa menundukkan hatinya adalah orang yang mulia, orang yang diberi nikmat tauhhid.

Ada orang yang dari awal sudah tidak mampu mengendalikan hatinya, ada orang yang sudah berjuang tapi masih kalah dengan hawa nafsu.

Dzikir Al-Qahhar
"Laa ilaaha illallaahul waahidul qahhaar rabbus samaawati wal ardhi wamaa bainahumal 'aziizul gaffaar." (HR Nasa'i, Ibnu Hibban, Hakim, & Baihaqi)
-Tiada Tuhan selain ALLAH, Yang Maha Esa, Yang Maha Memaksa, Tuhan di langit dan di bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya, Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengampuni.-

Dzikir ini dapat dibaca ketika gelisah/terbangun di malam hari/susah tidur. Kenapa insomnia? Mungkin karena tidak bisa menaklukkan matanya, perasaan, maupun pikiran. Maka memohonlah pada ALLAH, Sang Maha Penakluk.

Salah satu ciri orang munafik adalah sedikit berzikir kepada ALLAH.
"Mereka tidak berdzikir kepada Allah kecuali hanya sedikit." (QS. An-Nisa: 142)
Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang munafik. Dzikir Al Qahhar bisa menjadi tambahan list dzikir kita.

Musuh terbesar kita adalah hawa nafsu kita sendiri. Maka mohonlah kepada Allah untuk dapat menaklukkan hawa nafsu kita.

Kata hati nurani itu penting. Tapi jangan ikuti ketika hati merasakan ketakukan, kesedihan, bukan lagi karena ALLAH, karena kata hati itu bukan datang dari Allah.

Semua yang tidak mampu kita tundukkan, maka sebut Al-Qahhar, dzikir Al-Qahhar, maka Dia yang akan menundukkan.

Ayat-ayat tentang sifat Allah, Al-Qahhar

  يَوْمَ هُمْ بَارِزُونَ ۖلَا يَخْفَىٰ عَلَى الَّهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ ۚلِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ۖلِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ
"(yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman): "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan." (QS Al-Gaffir [40]: 16)

Pada hari kebangkitan kelak, Allah akan berkata, "Limanil mulkul yaum (kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini)". Lillaahil waahidil qahhar.



لَّوْ أَرَادَ ٱللَّهُ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا لَّٱصْطَفَىٰ مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ ۖ هُوَ ٱللَّهُ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّارُ
"Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan." (QS Az-Zumar [39]: 4)

Allah tidak memiliki anak dan Allah tidak membutuhkan anak. Pada hari akhir kelak, semua akan mati kecuali Allah. Pada hari saat manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar dalam keadaaan telanjang. Pada saat itu ada hal yang jauh lebih mereka pikirkan sehingga tidak akan terpikirkan mengenai syahwat lagi.

"Kamu akan dibangkitkan pada hari kiamat tanpa sandal, telanjang bulat dan tidak dikhitan. Aisyah bertanya, "Ya Rasulullah, laki-laki dan perempuan saling melihat (aurat) yang lain?" Nabi Saw menjawab, "Pada saat itu segala urusan sangat dahsyat sehingga orang tidak memperhatikan (mengindahkan) hal itu." (Mutafaq'alaih)

"Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Mushir dari Dawud dari Asy Sya'bi dari Masruq dari 'Aisyah dia berkata; Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang firman Allah Azza Wa Jalla: 'Pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan begitu pula langit……' (QS. Ibrahim (14): 48), maka dimanakah umat manusia ketika itu, ya Rasulullah?' Jawab beliau: 'Di Titian (shirath)!" (HR Muslim - 4999)

يَوْمَ تُبَدَّلُ ٱلْأَرْضُ غَيْرَ ٱلْأَرْضِ وَٱلسَّمَٰوَٰتُ ۖ وَبَرَزُوا۟ لِلَّهِ ٱلْوَٰحِدِ ٱلْقَهَّارِ
"(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa." (QS. Ibrahim: 48)

Pada hari itu, Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa akan menggiring manusia sehingga berada berada di shirath. 


Makna Al-Qahhar
Perbedaan Al-Qahhar dan Al-Qahhir
Al-Qahhir (Yang Mengalahkan dan Menundukkan makhluk): menunjukkan Allah sebagai subjek.
Al-Qahhar (Yang Menundukkan segala sesuatu, menundukkan penguasa zalim): bermakna lebih dari sekedar subjek.
Penjelasan Ust mengenai perbedaan ini agak kurang mudah dipahami ane. Pada intinya, Al-Qahhar bermakna jauh lebih daripada Al-Qahhir, dimana Al-Qahhar bermakna Allah Menundukkan segala sesuatu.

وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ
"Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya." (QS. Al-An'am: 61)

Malaikat hafadzah adalah salah satu pencatat amal manusia.

Wallahua'lam bishshawab.


0 komeN: