Jajak Pendapat 1 - Lebih shalih siapa?

Jajak Pendapat 1
Lebih baik mana, calon suami atau calon istri yang lebih shalih?

Teorinya, suami adalah imam bagi istri dan keluarganya. Dengan begitu, sudah sepantasnya suami memiliki ilmu dan pengamalan yang lebih baik agar bisa menjadi contoh bagi keluarganya. Namun, salahkah jika seorang lelaki  berjodoh dengan wanita yang lebih baik, misalnya seorang preman yang berjodoh dengan wanita hafidzah anak ustadz? Siapa yang bisa memastikan bahwa wanita penghafal Al-Qur’an itu lebih baik daripada si preman? Bukankah setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing? Bukankah hanya Allah saja yang berhak memberikan penilaian?

Dalam survey kali ini, saya mengumpulkan pendapat dari para lelaki dan wanita mengenai kecenderungan awal hati mereka dalam memilih pasangan hidup. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah benar bahwa dalam praktiknya pun lelaki memang diinginkan lebih shalih daripada wanitanya.

Pertanyaan untuk lelaki:
Prefer calon istri yang lebih shalih atau si lelaki harus lebih shalih daripada calon istrinya?

Pertanyaan untuk wanita:
Prefer calon suami yang lebih shalih atau tidak masalah jika calon wanitanya yang lebih shalih?

Shalih disini tidak ada parameter baku yang saya ditentukan. Jadi bisa dibilang subjektif sesuai penilaian diri masing-masing saja. Mengapa saya sebut seperti ini? Karena setiap orang punya penilaian masing-masing terhadap calon pasangannya dengan parameter yang sesuai penilaiannya. Si A menilai keshalihan dari intensitas ibadah mahdhah. Si B menilai keshalihan dari akhlak dalam pengamalan agama, misalnya dalam keteguhan untuk tidak menyentuh yang bukan mahramnya. Si C menilai keshalihan dari cara seseorang menjaga pandangan dan hubungan dengan lawan jenis sehingga tidak bersifat playboy atau playgirl.

Responden diminta untuk tidak terpengaruh dengan kondisi lingkungan yang bisa membuat bingung dalam menjawab pertanyaan survey. Mungkin bagi beberapa orang akan sulit untuk memilih satu dari dua pilihan jawaban yang diajukan. Hal ini bisa dikarenakan orang tersebut sudah pernah memiliki pengalaman yang membuat mereka lebih toleran dalam memilih. Mau tidak mau, pengalaman ini memberikan pengaruh dalam menjawab pertanyaan dan responden pun tidak bisa dipaksa untuk tetap memilih satu pilihan. Dalam survey ini, saya hanya memasukkan responden yang bisa memberikan kecenderungan pada satu pilihan saja. Jawaban tidak ada yang salah karena setiap jawaban memiliki alasan masing-masing. Pada dasarnya, kalau sudah cinta, harus bisa menerima kondisi masing-masing, baik kelebihan maupun kekurangannya, kan? 😊


Pertanyaan diajukan lewat media sosial whatsapp dan facebook penulis sehingga dapat dipastikan > 80% responden adalah orang yang cukup dikenal oleh penulis. Total responden sebanyak 23 orang dengan jumlah responden laki-laki 11 orang dan jumlah responden wanita 12 orang. Usia responden berkisar 23 – 29 tahun, dengan rata-rata usia 25 tahun.


Dari hasil survey, 7/11 lelaki prefer jika dirinya lebih shalih daripada calon istrinya. Alasan utama adalah karena lelaki merupakan pemimpin bagi keluarga sehingga harus bisa mengarahkan keluarga sesuai tuntunan agama. Tidak menampik pula bahwa mereka merasa malu/gengsi jika tidak lebih shalih dari calon istrinya. Kemudian, karena keshalihan pula yang menjadi parameter wanita dalam memilih pasangan hidup.

Sebaliknya, 4/11 responden lelaki prefer jika calon istri lebih shalih daripada dirinya. Lelaki yang memilih jawaban ini sebagian adalah tipe yang suka ber-fastabiqul khairat (bersaing dalam kebaikan), dimana istri yang lebih shalih akan memotivasi dirinya supaya menjadi sosok yang lebih baik. Alasan lainnya adalah karena wanita merupakan faktor dominan kokohnya rumah tangga. Kita sering dengar bahwa wanita adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Tentu saja seorang lelaki tidak menolak jika berjodoh dengan wanita yang lebih shalih dari dirinya. Wanita dengan segala kelebihannya itu dapat dengan mandiri mendidik anak-anaknya di rumah walaupun suami sibuk di luar rumah. Tentu dalam hal ini suami akan merasa lebih tenang karena ada sosok yang sudah ia yakini dapat menjalani tugasnya lebih baik dari apa yang ia perkirakan. Lelaki juga berpendapat bahwa wanita yang lebih shalih akan lebih mudah diarahkan dan dinasihati. Tentu saja hal ini bergantung juga dari kepribadian personalnya, ya. Kemudian, istri yang lebih shalih diharapkan dapat menjadi pengingat ketika suami melakukan kesalahan. Di balik imam yang baik ada makmum yang senantiasa mendampingi dan mengingatkan dalam kebaikan. Imam/pemimpin juga bisa melakukan kesalahan, bukan? 😊

Baiklah, sekarang kita lihat bagaimana pandangan dari sisi wanita. 10/12 wanita prefer untuk memiliki suami yang lebih shalih dari pada dirinya sendiri. Hal ini dikarenakan lelaki diciptakan sebagai pemimpin keluarga dan perlu mengaplikasikan keimanannya dalam kehidupan rumah tangga. Wanita sebagai makmum memiliki sifat bawaan ingin dibimbing. Kebanyakan para wanita beralasan bahwa mereka ingin di-drive untuk menjadi lebih baik. Sebagian wanita berpendapat bahwa bawaan lelaki bersifat superior sehingga suami akan menetapkan aturan dalam keluarga sesuai dengan apa yang ia telah pahami. Tapi, kepala keluarga yang baik tentunya mau menerima masukan dan nasihat dari anggota keluarganya, kan? 😉 Sebagian wanita juga merasa bukan tipe yang bisa menasihati dengan baik. Dia khawatir malah tidak bisa membantu suami menjadi sosok yang lebih baik atau membuat suami merasa tersinggung ketika dinasihati. Tidak menampik pula bahwa wanita mencari suami yang lebih shalih agar tenang hidupnya karena suami akan mengarahkan keluarga ke arah yang baik sesuai tuntunan agama, tidak hanya untuk kehidupan di dunia ini, lebih penting lagi untuk kehidupan yang kekal di akhirat kelak.

Sebaliknya, 2/12 wanita tidak masalah jika dirinya lebih shalih daripada calon suami. Seseorang yang shalih hari ini belum menjamin esok akan tetap shalih, bukan? Begitu pula sebaliknya, seseorang yang kurang shalih hari ini, masih punya kesempatan untuk menjadi lebih baik, bukan? Kelompok wanita yang memilih jawaban ini dimungkinkan merupakan sosok wanita yang siap untuk membantu membimbing suami menjadi sosok yang lebih baik. Tentu saja suami juga harus siap untuk menerima masukan sehingga kedua belah pihak tidak ada yang merasa tersinggung, melainkan saling berpikir positif bahwa suami-istri bertugas untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing.

Alhamdulillah. Saya selalu merasa senang melihat pandangan dari berbagai sisi sehingga kita bisa memahami pendapat orang lain. Hasil survey menunjukkan bahwa sesuai teori, baik dari sisi lelaki ataupun wanita, lelaki diharapkan merupakan sosok yang lebih shalih daripada pasangannya. Namun, menjadi baik adalah sebuah proses. Bukankah iman itu selalu naik turun? Ada suatu waktu ketika lelaki harus menjadi sosok yang ‘lebih’ daripada wanita, dan ada suatu waktu ketika wanita harus menjadi sosok yang ‘lebih’ dari lelaki. Ada kalanya wanita berada dalam kondisi lemah sehingga suami harus menguatkan. Tidak menampik pula akan ada saatnya lelaki berada dalam kondisi lemah sehingga istri tidak boleh ikut-ikutan lemah. Ia harus bisa menjadi sosok yang menguatkan. Saling menetralkan.

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari sisi A, mungkin wanita memiliki nilai lebih daripada lelaki. Tapi dari sisi B, lelaki memiliki kelebihan daripada wanita. Pada akhirnya, resultan dari plus-minus setiap diri memberikan hasil yang seimbang. Inilah yang bisa disebut jodohmu adalah cerminan dirimu. Seorang hafidz tentu akan lebih pantas jika berjodoh dengan hafidzah. Namun, seseorang yang masih sulit bangun dini hari untuk tahajud, tidak salah juga kan jika mendapatkan pasangan hidup yang rajin tahajud sehingga pada akhirnya mereka bisa sama-sama mengamalkan kebaikan? Yang mana ketika keduanya masih single, kebaikan itu hanya dilakukan oleh salah satu pihak. Tapi ikatan pernikahan menularkan virus kebaikan itu sehingga keduanya akan saling mengisi lubang-lubang kekurangan.

Setelah membaca review ini, saya harap para lelaki akan lebih bersemangat menjadi sosok yang lebih shalih karena memang kenyataannya wanita akan memilih sosok imam yang memenuhi kualifikasi untuk ia berani titipkan masa depannya dirakit bersama. Saya juga berharap para wanita akan lebih bersemangat menjadi sosok yang lebih shalihah karena walaupun kebanyakan lelaki berharap ia lebih shalih dari pada istrinya, para lelaki juga akan mempertimbangkan kualifikasi minimum seorang istri yang menyenangkan dan ia berani titipkan masa depan anak-anaknya kelak.

Wallahu a’lam bishshawab. Mohon maaf atas segala kekurangan dan yang berlebihan dalam tulisan ini. Semoga manfaatnya lebih banyak daripada mudharatnya. Kritik dan saran silakan disampaikan langsung pada penulis.


Bogor, 1 Safar 1439H

Oleh: Kartika Trianita


Trust in Allah

Setiap luka akan ada obatnya.
Setiap harapan akan ada jawabannya.
Setiap pengorbanan akan ada hasilnya.

Utk doa-doa yg terus kau panjatkan dan belum terkabul, akankah kau menyerah? Di doa yg telah kau panjatkan ke 98 kalinya, padahal bisa jadi pada doa ke 99 kali akan terkabul.

Utk doa-doa yg tertunda terkabulnya, yakinlah ada saat yg tepat Dia merasa cukup dengan ikhtiar yang kau lakukan. Maukah kau sedikit bersabar untuk takdir yang indah pada waktunya?

Utk kenyataan yg tak sesuai harapan, tidakkah kau merasa bahwa Allah sedang menunjukkan sesuatu yg lebih baik utk kau peroleh? Selama itu masih baik, tidak salah untuk dijalani, bukan?

Maka serahkan pengharapan secara kaffah padaNya. Minta petunjuk dan keridlaan hati menerima yg terbaik menurutNya.

Biarkan Dia menuntun hatimu supaya menerima dengan ikhlash keputusanNya dan menghilangkan segala keraguan.

Jakarta, 9 Syawal 1438H

Warung Mbledos Bandung

Review Warung Mbledos - Pasteur, Bandung

Location: 5/5
Parking: 4/5
Taste: 4/5
Price: 4/5
Service: 4/5

Lokasinya mudah ditemui, berada di seberang Biofarma. Parkirannya cukup untuk sekitar 10 mobil kayaknya kalau ditambah dengan yang di belokan.

Overall rasanya oke. Buatku, kuah tomyamnya terlalu asam. Hihi..

Harganya cukup terjangkau.
Dimsum: 12.5K
Nasi: 4K
Paket Suki Max: 45K
Kwetiau: 12K
Hot cappucino: 8K
Orenji jusu: 10K
Kimono (mix kiwi): 15K

Servicenya oke lah. Kami datang saat sepi dan pas maghrib. Habis solat, makanan sudah ada di meja. Tinggal disempurnakan aja pelayanannya. :)

Foto-foto silakan visit my IG.

#littlestarculinary
#littlestarculinarybandung
#dimsumbandung
#sukibandung
#warungmbledos
#kulinerbandung
#kulinerpasteur

Dimsum Choie

Review Dimsum Choie - Surapati Bandung

Location: 4/5
Parking: 4/5
Price: 4/5
Taste: 4/5
Service: 2/5

Kalau dari arah Pasteur, lokasi terletak setelah Hotel Aston Surapati di kiri jalan. Ada plang bebek, suki, dimsum, masuk ke kiri. Dari luar sendiri gak ada tulisan Dimsum Choie-nya. Parkiran ada di dalam. Mungkin cukup untuk sekitar 6 mobil.

Harga dimsum 1 bakul 18 ribu.
Harga paket bebek 26 ribu.
Harga bakso suki 20 ribu.

Rasa makanannya lumayan oke. Dimsumnya lumayan enak. Bebeknya enak dengan bumbu pedas. Pas cobain bebeknya, ntah mengapa jadi lebih enak makan bebek daripada dimsum. Hihi.

Sorry to say, pelayanannya kurang bagus. Ketika kita datang tidak langsung disapa dan dilayani. Kita yg harus aktif duluan bertanya. Sebaiknya biasakan mengulang pesanan. Saat itu saya gak minta diulang karena masnya keburu caw. Alhasil, gak jadi makan bakso suki. Padahal pengen banget cobain. Kemudian, pesanannya lama datangnya. Padahal saat itu lagi sepi banget.

Kalau ditanya mau gak kesana lagi, sesungguhnya males, tapi mau aja kalau lagi gak dikejar waktu atau laper dan nyantai. Hihi.. Soalnya rasanya lumayan enak. Buat yang belum pernah kesana, saya rekomendasikan untuk mencoba kesana. Itung-itung buat bandingin rasa.

Foto-foto silakan visit my IG pakai hashtag #littlestarculinary.

Punya pengalaman makan dimsum/suki di tempat lain? Share yah. :)

#littlestarculinary
#littlestarculinarybandung
#dimsumchoie
#dimsumsurapati
#dimsumhalal


Karimunjawa (27-30 Sept 2016)

Yeay! Alhamdulillah, impian ke Karimunjawa dari jaman kuliah akhirnya tercapai juga. Dulu itu mikirin perjalanan yang cukup ribet, belum lagi adanya kemungkinan gak bisa pergi atau pulang dikarenakan cuaca yang tidak mendukung. Bahkan rencana perjalanan kali ini saja sampai gak berani terlalu diceritakan ke orang lain karena takut gak jadi. Hihi...

Empat puluh hari kepergian Bundo jatuh pada tanggal 25 Sept 2016. Kami sekeluarga berencana untuk sekalian melakukan liburan bersama. Setelah melakukan diskusi, kami memutuskan untuk ke Karimunjawa. Segala persiapan kami lakukan dengan searching2 pengalaman orang dan cari-cari penginapan di booking.com.

Buat kamu yang berencana ke Karimunjawa, sebaiknya baca-baca dulu pengalaman orang lain, terutama jika kamu tidak ingin menggunakan jasa travel. Sharing pengalaman kami berikut ini mungkin bisa membantu kamu dalam membuat itinerary. :)
Kalau ada pertanyaan juga boleh disampaikan di comment atau cari saja kontak saya. Haghag.

Awalnya kami mencari tahu tentang jadwal kapal terlebih dahulu. Dalam hal ini saya cuti 5 hari kerja, Senin-Jumat sehingga kami harus menyesuaikan dengan jadwal kapal yang tepat. Sebenarnya kami prefer berangkat dan pulang dari Kendal karena lebih dekat. Namun karena kami bawa mobil sehingga harus start dan finish di pelabuhan yang sama, maka kami memilih Jepara karena jadwal kapalnya lebih banyak dan lebih memungkinkan. Jalur Kendal sendiri lebih sepi dari Jepara. Tapi karena kami datang saat weekdays, jadi di Jepara juga tidak terasa ramai.

Okay, saya akan mulai sharing pengalaman kami sekeluarga (berempat) ke Karimunjawa. Start point saya dari Jakarta, yang lain dari Bandung. Kami bertemu di Pemalang untuk 40 harian Bundo dulu. Kemudian, kami menggunakan mobil sebagai transportasi ke Jepara.


Samudra Hotel, Jepara
Kami sudah booking penginapan di Samudra Hotel yang letaknya di dalam kawasan wisata Pantai Kartini, bersebelahan dengan Pelabuhan Kartini.

Review Hotel Samudra
Plus:
+ Lokasi sangat dekat dengan pelabuhan, jadi keesokan harinya bisa gak terlalu diburu-buru.
+ Kamar tidur dan kamar mandinya cukup besar.
+ Harga murah.
+ Ada parkir mobil, cukup untuk 3 mobil.
+ Staffnya cukup ramah walau setiap mau sesuatu harus dicari dulu karena mereka gak spontan menghampiri ketika kita mendatangi meja resepsionis. Saya cukup senang karena staffnya mau menawarkan pindah kamar.

Minus:
- AC kurang dingin. Setiap kali ingin menginap di hotel biasa dan ingin kamar ber-AC, sebaiknya dipastikan dulu apakah ACnya menyenangkan. Awalnya kami dapat kamar yang ACnya sangat panas, bahkan angin pun kecil sekali. Akhirnya, saya sempatkan untuk komplain dan kebenaran ada 1 kamar serupa yang kosong. Di kamar yang satunya, ACnya lebih baik sehingga kami gak kepanasan. Sayang aja gitu kan kalau sudah pakai kamar AC tapi gak adem. :D

Terdapat penginapan lain di dekat Hotel Samudra tapi kami tidak sempat untuk menanyakan lebih lanjut. Awalnya memilih Hotel Samudra ini karena murah dan ada kamar besar untuk berempatnya.

Malam sebelumnya menyeberang, kami sudah melakukan survei lokasi Pelabuhan Kartini. Pihak Hotel Samudra sempat menyatakan bahwa penitipan mobil di Pelabuhan 70.000/2 hari. Kalau di Hotel Samudra hanya 70.000 sampai kembali. Ternyata, setelah di pelabuhan aslinya hanya Rp 50.000 sampai kembali.

Hari Selasa, jadwal kapal ferry berangkat jam 7 pagi dan kapal cepat berangkat jam 9 pagi. Lama perjalanan kapal ferry sekitar 4 jam, sedangkan kapal cepat sekitar 2 jam. Kami naik kapal Express Bahari berangkat sekitar pukul 9.15 tiba sekitar pukul 11.15. Jadwal penyeberangan dengan kapal bisa digoogling. Pastikan merencanakan jadwal berangkat dan pulang dari Karimunjawa. Kami sendiri sudah merencanakan untuk menyeberang ke Karimunjawa Hari Selasa dan balik dari Karimunjawa pada Hari Jumat. Bagi kamu yang mabuk laut, sebaiknya mempersiapkan antimabuk. Untuk airport sendiri lokasinya cukup jauh dari pusat kota, sekitar sejaman.


Cocohuts Inn
Panorama dari Resto Cocohuts Inn
Setiba di Pelabuhan Karimunjawa (letaknya di timur), sudah ada beberapa penjemput dengan papan nama penginapan masing-masing. Kami menghampiri mas-mas yang memegang papan Cocohuts. Namanya Mas Ridho. Dari Pelabuhan ini, jika kita melihat ke arah bukit, Cocohuts akan terlihat berupa bangunan kayu yang terletak di atas. Ternyata, posisinya memang cukup tinggi. Dari parkiran masih harus naik lagi melewati jalan berbatu ke resto/kamar yang di atas. Kami menempati kamar bungalow dengan extra 1 bed. Kamar itu aslinya cuman untuk berdua. Tapi, isinya ada 2 lantai. Lantai 1 ruang tamu dengan sofa cukup lebar bisa buat tidur, ada TV, VCD player, juga kipas angin. Lantai 2 adalah kasur untuk tidur beserta AC. Ada balkon di lantai 1 dan 2 untuk melihat pemandangan di luar. Cocohuts ini tidak direkomendasikan untuk dikunjungi oleh orang tua. Mungkin kalau menginapnya di kamar yang ada dekat parkiran masih ok. Tapi kalau yang lokasinya di atas kasihan sih kalau orang tua. Hegheg.

Pada dasarnya setiap penginapan punya referensi paket tur laut. Kamu bisa tanya-tanya dan bandingkan harganya. Saat weekdays, seharusnya kamu bisa nego-nego karena pengunjung sepi. Mas Ridho sempat menawarkan paket tour laut private. Sebelumnya kami sudah melakukan komunikasi dengan travel lain, yaitu Pak Anto (pemilik penginapan Wisma Salami). Menurutku, penawaran dari Pak Anto ini yang paling rendah.

Review Cocohuts Inn
Plus:
+ Pemandangan sangat indah dari atas bukit yang tinggi. Hamparan laut membentang dari timur ke barat. Fresh banget rasanya.
+ Bungalownya cocok banget buat keluarga karena ada 2 lantai dan tidak sempit.

Minus:
- Lokasi berada cukup tinggi, tidak disarankan untuk orang tua yang tidak bisa mendaki. Kalau menginap di kamar dekat lobby masih oke. Tapi kalau mau cari wifi baru bisa terjangkau di resto yang letaknya di atas.


Sesuai rencana, kami menyewa motor untuk tur darat. Mas Ridho bertugas di Cocohuts hanya sampai jam 11 sehingga dia ikut tur darat menjadi guide dan tukang foto kami. :D
Kamu bisa lihat di google peta Karimunjawa. Tanpa tour guide pun kamu bisa keliling-keliling sendiri.


Bukit Joko Tuwo
Salah satu spot foto Bukit Joko Tuwo
Namanya juga bukit, jadi letaknya di atas. Hegheg. Perjalanan menuju bukit cukup menanjak. Saat itu ada lalu lalang mobil berat yang sedang melakukan pekerjaan sehingga kami parkir di tempat yang lebih rendah, tapi untuk menuju lokasi perlu menaiki tangga-tangga terlebih dahulu. Di Bukit Joko Tuwo ini ada banyak spot-spot buat foto, seperti foto dengan bangkai ikan hiu, naik ayunan kapal, ayunan biasa dengan pohon tak berdaun, tasbih raksasa, sarang burung, bingkai love, dan foto di balkon. Ohya, di bukit ini banyak jambu mete. Kalau Dady dan kakak2ku sih doyan. Aku kurang sreg karena sepet. Highig.


Bukit Love
Salah satu spot foto Bukit Love
Jalan menuju bukit ini juga cukup menanjak. Bahkan ke bukitnya kami ber5 dengan 2 motor :D
Ada spot foto dengan bendera, ikan kakatua, sarang burung, tulisan Karimunjawa dari batu, dan tulisan Bukit Love. Masuk sini dapat air mineral. Hehe..


Pantai Tanjung Gelam
Spot foto andalan Pantai Tanjung Gelam
Pantai ini biasa menjadi salah satu destinasi tur laut. Namun, kali ini kami menuju kesana dengan motor, datang dari arah timur kita belok kiri. Ada bayarnya tapi saya gak tahu berapa, dapat air minum lagi. ^^
Di pantai ini yang terkenal adalah pohon kelapa melengkung. Kita juga bisa memanjat pohon ini, sudah ada pijakan-pijakan buat manjatnya. Namun agak licin sehingga agak sulit juga manjatnya. Hehe..


Alun-alun Karimunjawa
Menu favoritku, mi ayam baso ikan

Jangan bayangkan alun-alun yang besar seperti biasa kita lihat di ibukota :D
Alun-alun Karimun jawa hanya 1 lapangan sepak bola kecil dengan penjual makanan yang memenuhi hanya setengah keliling alun-alun. Pilihan makanan pun tidak terlalu banyak. Pada hari ini kami kesampaian untuk mencoba mi ayam baso ikan yang tidak kami temukan lagi selanjutnya. Huhu.. Jadi, kalau kamu ketemu sama penjual mi ayam baso ikan ini, saya sarankan untuk mencobanya. Enak, loh. Mi ayamnya juga mi ayam beneran. Haghag (mi bo'ongan kayak apa coba). Mie-nya sesuai dengan mi ayam yang pertama kukenal dalam hidup gitu, lo. Gak kayak mie ayam yang belakangan ditemui, mie-nya beda.


Wisma Apung
View subuh hari di Wisma Apung
Kami menginap di Wisma Apung Ibu Nurul. Pada saat kami kesini, bapaknya Ibu Nurul sedang ada di wisma. Katanya beliau mau memperbaiki ada yang rusak. Bapak ini jg mengisi waktunya dengan memancing. Ikan yang diperoleh dijadikan makanan hiu dan tambahan ikan di penangkaran. Wisma apung ini terletak di laut, sehingga perlu memakai kapal untuk menuju kesana. Kami menginap disini 1 malam saja. Sebelumnya kami berencana 2 malam karena berpikir capek pindah-pindah penginapan terus.

Wisma Apung melayani sekali transportasi gratis dari/ke Wisma Apung. Di luar itu, kalau mau menyeberang dikenai biaya 10.000/orang. Kami menuju Wisma Apung dengan kapal sewaan Pak Anto. Dari pelabuhan Karjaw ke Wisma Apung menaruh barang-barang dahulu sebelum melakukan tur laut. Jadi kami masih punya jatah penyeberangan gratis saat pulangnya.

Review Wisma Apung
Plus:
+ Ada penangkaran ikan hiu, kalau kamu gak sempat ke menjangan besar, kesini juga sudah cukup dan tidak perlu bayar lagi. Kalau ke Menjangan Besar harus bayar Rp40.000 untuk berenang dengan ikan hiu.
+ Bangun tidur bisa langsung nyebur karena lokasinya enak banget di laut yang tidak terlalu dangkal dan tidak terlalu dalam, kedalaman sekitar 1 meter. Pada pagi hari airnya agak pasang jadi lebih enak untuk rendam-rendam kaki dan berenang. Tapi mungkin buat beberapa orang kurang sreg nyebur disini karena saluran pembuangan kamar mandi langsung ke laut juga.
+ Adem. Bahkan saya yang di kamar AC tapi ACnya tidak dinyalakan pun tidak kepanasan. Cuman ya sayang aja udah bayar dengan harga kamar AC. Haha..

Minus:
- Lokasi jauh dari pusat kota, harus pakai kapal/perahu. Kami sempat kesulitan mencari makan malam karena tidak memesan dari awal sehingga waktu itu ada perwakilan kami yang ke darat untuk mencari makan. Namun jika kita sudah memesan dari pagi/siang, sebenarnya pihak Wisma Apung bisa menyediakan makan malam. Segala sesuatu di Wisma Apung ini berasal dari darat juga. Contohnya saja saat kami belum mendapat handuk, maka Mas2nya harus mengambil ke darat dulu.
- Setiap ada yang jalan di dekat kita akan terasa goyangannya. Apalagi saat itu aku habis mabuk laut jadi rasanya kayak goyang-goyang terus. Haha..
Untuk tour laut, penawaran Pak Anto adalah sbb.
Saya sempat mencoba nego dan diberi penawaran Rp 970.000,-. Kupikir sudah cukup murah karena sudah turun dari kalkulasiku. Sayangnya, kita tidak menegaskan dari awal itinerarynya. Saran saya, buat kamu yang juga ingin private tour, sebaiknya dipertegas breakdown paket tournya supaya tidak merasa rugi ketika actualnya tidak sesuai rencana awal. Jika kamu datang saat weekdays, mungkin kamu bisa mencoba tour yang diprovide oleh Karimun Lumbung karena info dari Dady bahwa mereka tidak membuat kuota minimal agar bisa berangkat tur laut. Jadi walau hanya 1 orang pun tetap jalan. :D
Biasanya, tour laut itu mengunjungi 2 pulau, 2 spot snorkeling, dan 1 pantai sunset. Malam sebelumnya bertemu dengan Pak Anto, sebenarnya kami berencana ke pulau yang di timur karena katanya lebih bagus terumbu karangnya. Sayangnya, ketika kami berangkat, cuaca cukup mendung dan sempat hujan kecil. Angin bertiup dari arah timur sehingga jika mau ke timur akan lebih sulit. Maka rencana pun tetiba berubah menjadi ke barat. Kami sempat menunggu cuaca membaik di Wisma Apung. Ketika sudah cukup cerah, kami memulai perjalanan. Ada 3 tour guides. Di perjalanan, ombak mulai membesar, gerimis, lalu menjadi hujan besar. Kami tetap berada kapal bagian atas sehingga kehujanan. Alhasil, saya malah pusing dan mulai mabuk. Saya tidak mampu berlama-lama snorkeling di spot pertama ini karena mulai mual dan akhirnya muntah juga. -_- #sosad
Bahkan sampai pucat dan menggigil. Pada saat itu, saya merasa benar-benar tak berdaya. Huhu... Maka, saya pun tidak ada foto snorkeling di spot pertama ini.
   

Pulau Cemara Kecil
Kalau lagi surut, ada gosong/gundukan pasir di tengah air laut
Kapal tidak bisa bersandar karena tidak ada dermaga. Jadi, kapal berhenti di tengah laut lalu kita harus berjalan ke pulau.Oleh karena kondisiku sangat lemah, maka saya pun naik kano dan didorong sampai pulau. Saat itu benar-benar situasi yang sangat menyedihkan buatku, bahkan sampai dibopong sama kakakku sampai tempat peristirahatan. Saya langsung tepar di tikar dan istirahat karena sangat pusing. Ketika sudah tidur dan makan, kondisiku mulai membaik. Sedikit masih merasa oleng saja. Disini kami makan siang BBQ ikan bakar ditemani nasi, sayuran, sambal 2 jenis (selalu ada 2 jenis sambal ini di Karimunjawa), semangka, dan kerupuk. Hmm.... Yummy! Mas2nya yang bakarin ikannya sih, kita terima jadi aja. Haghag.
Sebelum tur laut, saya sudah memakai baju untuk basah-basahan di dalam baju kering. Saya sudah siapkan peralatan jikalau nanti perlu untuk ganti baju. Saya sarankan teman-teman juga mempersiapkan baju ganti. Hal ini untuk menghindari kedinginan/masuk angin saat perjalanan di kapal. Jadi saat mampir pulau bisa jemur baju yang basahnya untuk bisa dipakai lagi saat baju satunya gantian basah. Hehe..


Snorkeling
Foto snorkeling paling bagus. Lainnya kayak lagi sirkus. Haha..
Dengan kondisi yang sudah membaik, saya gak mau tur laut ini sad ending. Haghag. Di spot kedua, saya mulai snorkeling lagi dan alhamdulillah dapat foto yang oke juga walau gak bisa berenang. ^,^
Buat kamu yang masih takut/gak bisa berenang, yakinkan diri bahwa ini kesempatan langka yang bisa kamu alami. Jadi sebisa mungkin sempatkan snorkeling dan berfoto sampai dapat foto yang bagus. :D
Siapkan pose terbaik, kalau bisa snorkeling tanpa kacamata juga. Saya pun ada foto tanpa kacamata, tapi karena kerudungnya kurang bagus disitu jadi gak diposting. Hegheg.

Jujur saja, saya sendiri saat snorkeling tidak begitu kelihatan pemandangan bawah lautnya. Ntah karena rabun jg kali. Hag. Jadi baru merasa amazingnya malah setelah melihat hasil fotonya. Haghaghag.


Pulau Menjangan Kecil
Ayunan di air
Pulau ini adalah tempat terakhir tur kami. Disini ada resort dan ayunan yang dibuat di tengah laut. Kami menikmati sunset disini. Setelah itu, kami kembali ke Wisma Apung dan terjadi tragedi kebingungan soal makan malam yang tidak disiapkan sebelumnya. Haghag.


Karimun Lumbung
Kamar berbentuk lumbung yang unik
Disini ada 5 kamar lumbung, semuanya fasilitas AC. Satu lumbung dipakai sendiri jadi hanya ada 4 lumbung available. Kalau lihat di booking.com, biasanya sudah penuh. Tapi ketika kami datang langsung, ternyata masih ada kosong. Jadi, buat kamu yang mau mencoba menginap di tempat lain, bisa coba saja datangi langsung. Lagian kalau di booking.com biasanya tertulis tidak bisa extra bed. Padahal kenyataannya, apalagi saat weekdays, extra bed masih diperbolehkan dan biasanya masih banyak kamar kosong. Saran saya, jika kamu juga mau tur darat dulu saat baru datang, sekalian kelilingin Karimunjawa lihat-lihat penginapan yang ada disana. Siapa tahu tertarik untuk menginap di tempat lain esoknya, bisa langsung tanya-tanya. Kalau malam pertama saran saya sudah booking 1 tempat saja jadi bisa dijemput juga di pelabuhannya karena biasanya setiap hotel/penginapan menyediakan antar-jemput.
  
Review Karimun Lumbung
+ Desainnya unik, cocok buat foto-foto.
+ Dekat dengan pusat kota.
+ Boleh minta minum (teh, jahe, kopi, etc.) sesuka hati. Tapi gak boleh bikin/ambil sendiri jadi ya kitanya gak enak juga kalau mau minta sering2. Haghag. Namun pas pagi hari gak ada petugas, kami akhirnya ambil sendiri juga sih. 
+ Menyediakan tur laut tanpa kuota minimal. Biaya tur laut Rp 170.000/orang.

- Ada nyamuk. Di dalam kamar sudah disediakan semprotan nyamuk juga.
Itinerary kami awalnya mau tur laut 2 hari. Namun, karena semuanya sudah merasa cukup dengan 1 hari tur kemarin dan biaya cukup mahal juga kalau mau 2 hari (kami terlambat tahu Karimun Lumbung menyediakan tur tanpa kuot), maka kami memutuskan untuk sewa motor lagi. Sewa motornya dihitung 24 jam. Kami sewa dari jam 1 siang. Jadi esok harinya masih bisa dipakai. Biaya sewanya sama dengan waktu di Cocohuts. Mungkin kalau dinego juga bisa kali. Tapi, motornya bagusan yang Cocohuts. Highig. Motor Cocohuts masih baru. Sedangkan motor yang kami sewa kedua ini lebih tua dan tidak kuat jalan rusak, esokannya kempes makanya kami gak jadi jalan2 bareng besoknya. ^^''
Dari Karimun Lumbung kita dikasih peta, tapi tur darat yang ingin kami jalani sudah tidak terbaca di peta tersebut karena sudah agak jauh dari pusat kota. Ada 2 pilihan, yaitu arah timur ke pantai sunrise atau ke barat dengan banyak destinasi, hutan mangrove, pantai2, hingga airport. Kami memilih untuk tracking Mangrove dan ke Pantai Annora. Silakan googling atau instagraman dulu sebelum memilih destinasi.
 
Tracking Mangrove
Ada menara di Hutan Mangrove yang bisa dinaikin
Pilihan wisata darat selain yang telah disebutkan di atas adalah tracking hutan mangrove dan beberapa pantai. Kami memilih untuk ke Hutan Mangrove terlebih dahulu. Perjalanan ke arah barat sekitar setengah jam. Awalnya jalanan mulus, makin ke barat jalanan mulai rusak dan sangat tidak nyaman melewatinya. Oleh karenanya, kalau mau ke lokasi melewati jalan rusak ini, disarankan memakai kendaraan yang masih oke.

Panjang track Mangrove ini sekitar 1.3 km. Cocok buat olahraga pagi/sore. Tapi, nyamuknya juga lumayan banyak. Sebaiknya sudah prepare lotion anti nyamuk. Hihi.. Di tengah perjalanan kita akan menemukan menara cukup tinggi untuk melihat pemandangan dari atas. Pemandangan dari atas telihat cukup indah. Pepohonan mangrove yang bertebaran dan hamparan lautan. Disini bisa dijadikan untuk melihat sunset.


Pantai Annora/Hanora
View dari Bukit Anora, indah bangeeetttss
Hari sudah sore ketika kami menuju pantai ini. Ternyata, dari jalan utama masuknya masih cukup jauh dan jalannya agak menyeramkan karena ada yang belum beraspal. Ketika kami tiba disana, suasana pantai sangat sepi. Di pantai ini ada ayunan di atas air dan taman batu kecil.

Ada seorang bapak yang menyarankan kami untuk naik ke bukit. Ternyata, pemandangan dari bukit ini tidak mengecewakan. Lautan jernih berwarna degradasi hijau-biru yang sangat cantik. Aaahh.. Belum pernah melihat yang seindah ini. Masya Allah..

Ohya, ada wisata darat yang tidak kami kunjungi, yaitu Taman Kupu-Kupu. Sebenarnya kami ingin kesana esok hari sebelum kembali ke Jepara. Namun dikarenakan motor satunya kempes dan tidak ada pompa ban yang sudah buka, gak jadi deh.

Kalau Mas Okta belum pesan tiket pesawat balik ke Malay, mungkin kita extend 1 hari lagi disini. :D

Explore Karimun jawa, one of unforgettable journey in my life with my lovely family. Can not wait for our next trip. ;)

Untuk rincian pengeluaran akan ditambahkan segera, ya.
Untuk foto-foto, silakan visit IGku dengan hashtag #littlestarvacation