Fa aina tadzhabun?

Sepertinya pikirannya sudah jenuh. Tugasnya belum juga selesai, Tapi waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Ia juga butuh istirahat.
Tak lama kemudian, sesosok lelaki menghampirinya. "Belum selesai juga tugasnya?" seru sosok tampan itu.
Sang wanita hanya bisa menggelengkan kepala. Dia seperti sudah terlalu penat. Sesaat sosok lelaki itu tersenyum simpul. Duh, betapa manisnya. Sang wanita sedikit merasa bebannya berkurang. Ya, sosok lelaki itu adalah suaminya. Senyumnya membuat wanita ini kembali optimis, kembali semangat.
Ya, inilah jalan yang ia pilih. Ia memilih untuk menikah setelah menyelesaikan sarjananya. Dan ia memilih untuk melanjutkan program doktornya. Pasti bukan jalan yg mudah. Tapi ia sudah mempersiapkan ini semua. Inilah jalan yg ia pilih & sudah dia perkirakan risikonya.
Tapi dia bersyukur memiliki suami yg perhatian. Suaminya tdk banyak menuntut, bahkan sering membantunya menyelesaikan tugas"nya.

"Berhenti dulu, ya. Kita QL dulu, yuk!"
Inilah salah satu kebanggaannya. Seorang imam yg tak lupa untuk mengingatkannya bangun malam, untuk bersujud kepadaNYA, memohon ampun atas segala dosa, & mengharapkan pengabulan do'a.
Suasana QL berlangsung dg khusyu'nya. Alunan ayat" Qur'an yg betapa indah dilantunkan.
Do'a penuh harap dipanjatkan. Dalam hati wanita ini mengucap syukur yang begitu dalam. Ia bersyukur karena memiliki sosok yg selalu bisa mengingatkannya bahwa hidup ini hanya sementara. Jgn sampai kesibukan dunia melalaikan dari mengingatNYA.

Sama sekali tak ada rasa menyesal dalam dirinya memilih jalan ini. Walau mungkin terasa lebih berat, tapi ia yakin, inilah awal dari kesuksesannya. Dalam setiap langkahnya, setiap pilihannya, selalu diawali dg bacaan basmalah. Smg ALLAH meridlai langkah kita. Smg ALLAH selalu merahmati kita. Smg ALLAH memudahkan jalan kita. Untuk satu 7an, RIDLA ALLAH!

1 komeN: