Postingan

Menampilkan postingan dengan label sahabat

Temui aku kapanpun kau butuhkan

Aku masih ingat saat kita masih begitu dekat. Kita sering bertukar cerita, bertukar kegalauan, berbagi kesenangan. Bahkan setiap orang yang melihat menganalogikan kita seperti amplop dan perangko yang ditempel pakai super glue . Kamu pun bercerita tentang dia yang kau sukai. Ah, sayang sekali, aku tidak mengenalnya. Kamu pun semakin dekat dengannya. Bahkan dapat dipastikan bahwa waktumu bersamanya jauh lebih banyak daripada waktumu bersamaku. Aku sangat mengerti keadaanmu yang sedang dimabuk asmara. Lebih disayangkannya lagi, aku tidak bisa berbuat banyak untuk mengingatkanmu. Waktu terus berlalu detik demi detik, melunturkan rasa yang begitu dekat dahulunya. Bahkan hingga menghilangkan pemikiranku untuk memperbaiki hubungan kalian. Kita mulai sibuk dengan kehidupan masing-masing. Lagian, kulihat hubungan kalian rasanya makin dekat dan serius saja. Ya, aku hanya bisa berharap kalian dapat tetap menjaga diri dan bersegera saja menghalalkan semuanya. Kita tidak pernah tahu apa yang...

Waktu yang mendewasakanmu

Gambar
Aku masih sangat ingat ketika itu. Ketika kamu berkali-kali menanyakan padaku, "Bagaimana supaya tahu perasaaan dia padaku?" Aku bertanya, "Buat apa kamu tahu? Oke kalau tidak. Kalau iya, kamu mau apa?" Kamu sendiri bingung harus menjawab apa. Lalu kamu terus mendesak ingin tahu perasaan dia. Aku menyarankan, "Tanyalah padanya. Jika tidak berani, tanyakan lewat orang yang kau percaya untuk menjadi perantara." Sayangnya, kamu tidak punya keberanian untuk menanyakannya, juga tidak ada orang yang bisa kamu percayakan menjadi perantara. Aku sangat memahami keadaanmu. Keadaan orang yang sedang jatuh cinta. Namun memang perlu dipertanyakan dan dipastikan kembali, apakah rasa cinta itu timbul karena nafsu atau bukan. Kamu hanya butuh kepastian. Ntah apapun yang dia rasakan padamu sebenarnya. Katamu, "Jika tidak, maka aku bisa segera berusaha untuk melupakannya. Jika ya, aku akan bersabar menunggunya." Aku pun pernah menyarankan padamu, "Tungg...

It's about dream

Gambar
Everyone has the right to dreams. I hope, every my hopes, of the intention until reach it, make me getting closer to You.  This dream ever existed. A bestfriend has reminded me to this dream after I saw her social media account.  Ukh, insya ALLAH, we'll be there, ya. Together with they are we love so. :) Aamiin Ya Rabb.. Sumber: solusiumroh.net    

Teman cerita

Aku memang bukan siapa2.. Tapi mungkin kamu cocok untuk berbagi cerita denganku. Bukan karena aku sok sok mau jadi pahlawan dan punya segudang solusi atau penenang. Minimal aku punya keinginan untuk mendengarkanmu.   Ntah kenapa, dahulu waktu SMP, teman-temanku merasa aku adalah tempat yang enak untuk dicurhati. Aku sendiri merasa memiliki bakat dalam hal konseling. Sejak itu pula aku punya keinginan untuk menjadi psikolog. Cita-cita yang sedari awal ini terus bertahan hingga saatnya mendaftar kuliah. Tuhan memang tidak menakdirkanku untuk menjajaki kehidupan kampus di jurusan psikologi. Namun, aku masih merasa bakat itu tetap ada hingga sekarang. Ntahlah, mungkin bukan bakat, melainkan hanya kesenangan menjadi tempat curhat orang lain. Tentu saja aku pun berharap orang yang curhat padaku bisa puas dan merasa nyaman denganku. Aku memang bukan siapa-siapa. Aku bukan seorang psikolog. Namun, aku punya keinginan mendengarkan ceritamu. Mungkin dengan kita saling bertuk...

Is he not to be real?

Gambar
I dreamed someone last night. And maybe it was a sign that he isn't to be real. It was not a bad dream . In my dream , he gave writing principally if the time has come, he will come . And this is very ambiguous . The sentence is too general . Perhaps the time will come and he will come too . And maybe the time will come , but may be not him who will come .   He is someone who I have been admiring for a year. I haven't communicate d with him for a long time . Yes , we are not close physically . It also makes me hesitate . How could last for a person who is far and without certainty ? Since then, I just need to believe that if he is the best for me, ALLAH will ease the way . www.ubfriends.org

Puntang (20-21 Sept 14)

Gambar
This was my first experience of mountain climbing as a bachelor... My dream Sebenanya ini adalah impian lama untuk mendaki puncak Gunung Puntang. Berawal dahulu saat rihlah bersama AI'10 ke Curug Siliwangi Puntang. Aku merasa sangat sayang jika tidak sampai ke puncak karena lokasi gunung yang cukup dekat, apalagi ada teman yang punya tempat tinggal sekitar sini. Waktu terus berlalu hingga akhirnya aku telah menyandang gelar sarjana. Ketika diingatkan dengan mimpi ke puncak Puntang, aku jadi berkeinginan untuk sekalian berfoto seperti di atas. Kukira pendakian Gede-Pangrango adalah pendakian terakhirku karena aku merasa memang tidak mudah mencari teman mendaki. Selain itu rasa tidak enak terhadap ortu yang selalu mengkhawatirkan kepergianku. Oleh karena itu, pun mau mendaki, aku ingin yang tidak terlalu sulit. Bahkan untuk ke Puntang ini rencana awalnya aku ingin PP, tidak nginap saja supaya lebih ringan. Ya, takdir berkata lain. Alhamdulillah, my dream come true, :D ...

Sahabat selamanya

Aku ingin bercerita salah satu kebahagiaan terindah dalam hidup. Yaitu ketika melihat perubahan sahabat menjadi lebih baik dan diberi Tuhan kesempatan untuk bertemu dengannya melihat secara langsung perubahan itu. Aku mengenalnya sekitar 9 tahun yang lalu. Dahulu aku dan dia duduk sebangku saat sekolah. Bahkan kami pernah ngeceng orang yang sama. Dan yang masih kuingat adalah shalat dluha bersama saat jam istirahat. Tuhan menakdirkan kami bersahabat. Sayang, hanya 2 tahun kami berada di kota yang sama. Kami dipisahkan oleh jarak yang tak dekat. Komunikasi pun tak seintens dahulu. Kami bertemu dengan teman-teman baru yang mengisi hari-hari baru. Suatu hari, aku mendapat kabar bahwa ia akan melanjutkan studinya di Bandung. Inilah takdir Tuhan. Kami dipertemukan kembali di tempat berbeda. Dan tiba saat aku bertemu dengannya. Awalnya memang agak kaku karena sudah lama tidak bertemu. Namun satu kebahagiaan yang kurasakan adalah kami sama-sama sudah hijrah. Subhanallah. Di saat komunikasi ...

Cemburu

Selalu saja ini terjadi. Bertemu denganmu dan kita berbincang tentang kesibukan masing-masing. Dan aku selalu cemburu. Aku iri dengan kegiatanmu yang selalu positif dan membawa manfaat. Kamu berkata bahwa kamu ingin berhenti menjadi mentor karena malu pada mentee-mentee yang dirasa jauh lebih baik dari dirimu. Di sisi lain aku merasa beruntung sekali menjadi dirimu. Masih diberi kesempatan untuk berbuat baik, menyebar manfaat, dan kesempatan untuk terus memperbaiki diri agar bisa lebih baik daripada mentee. Aku cemburu di saat aku sendiri masih berpikir panjang untuk memenuhi tawaranmu menjadi mentor. Kamu tahu? Hal yang patut kamu syukuri adalah saat kamu masih diberi kesempatan untuk menebar kebaikan lewat lingkaran kebaikan itu. Saat setiap orang di lingkaran itu akan saling memotivasi satu sama lain untuk selalu menjadi lebih baik. Aku cemburu. Cemburu pada sahabatku sendiri. Sahabatku yang sedari dulu selalu membuatku iri. Iri karena sepertinya Tuhan sangat melindungi kamu dari pe...

Sang Pemendam Cerita

Tidak semua orang memiliki sahabat yang bisa diajak bicara segala hal, kapan pun dimana pun. Ada orang yang memiliki banyak teman namun tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Dia khawatir salah memilih orang. Itu karena dia butuh teman yang mau mendengar, selalu ada waktu untuk mendengar, dan memberi respon yang sesuai atas ceritanya. Namun mungkin ada kalanya ia tiba pada saat otaknya jenuh, hatinya gundah karena ingin berbagi cerita. Sebenarnya ada satu tempat untuk bercerita sesuka hati (namun tetap menjaga etika). Ya, blog. Di tempat ini kamu bisa bercerita apapun yang kamu mau. Mungkin blog sangat rela untuk kau curhati sepanjang apapun. Namun mungkin ia tidak bisa memberikan respon balik sesuai yang kau inginkan. Kau ingin orang yang kau tuju membaca tulisanmu, namun blog tidak dapat mewujudkan itu tanpa peran dari manusia itu sendiri. Hingga akhirnya, ada saatnya Sang Pemendam Cerita memutuskan untuk memilih seseorang yang dipercaya untuk mendengarkan ceritanya. Seseorang ...

Masih berminat?

Dia telah menunjukkanku akan beberapa sifat aslimu. Aku jadi merasa, 'Pantas saja orang-orang berkata begini begitu tentang dirimu.' Atas segala hal yang baru kuketahui ini, aku menjadi ingin berpikir ulang. Seseorang bahkan berkata, "Masih berminat?" Sepertinya aku perlu mempertimbangkan pertanyaan ini. Ntah kenapa, aku tidak (atau mungkin belum) dengan lugas menjawab 'Tidak'. Bukan karena ingin memaksakan kehendak. Ingin rasanya melihat perubahan pada dirimu ke arah yang lebih baik. Minimal ada kemauan karena untuk mengubah sifat, karakter, atau bahkan hanya sekadar kebiasaan bukanlah hal yang mudah. Aku tahu itu. Tapi keinginan untuk melihatmu berubah bahkan turut berperan dalam perubahanmu itu sebenarnya bukan pula hal yang spesial karena pada dasarnya hati ini selalu 'berteriak' saat melihat ada teman apalagi sahabat yang masih memiliki 'kekurangan'. Aku bukan makhluk yang sempurna. Mohon maklumi jika aku memiliki harapan akan perbaik...

Usia 22

Gambar
Ntah kenapa, milad ke-22 ini terasa cukup lebih berbeda dibandingkan milad beberapa tahun belakangan. Mungkin karena ini adalah milad pertamaku sebagai sarjana. Atau mungkin karena ini adalah milad yang aku merasa mendapat perhatian lebih dari orang-orang sekitarku. Melalui tulisan ini aku ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberi warna tersendiri pada miladku ke-22 ini. Walau aku menuliskan tentang milad, bukan berarti aku sangat menyukai milad, kok. Aku pun tidak suka jika suatu milad dirayakan terlalu berlebihan karena perayaan milad sendiri merupakan budaya yang awalnya berkembang di dunia barat. Di usia ke-22 ini, aku merasa bukan usia remaja apalagi anak-anak lagi. Ini adalah usia peralihan menuju kedewasaan. Namun aku merasa di usia yang sudah tidak remaja lagi ini, apalagi sudah lulus sarjana, pencapaianku belum begitu bagus. Banyak cita dan mimpi yang belum tercapai. Kuharap ke depan ALLAH akan memudahkan jalan mencapai cita-citaku. Orang...

Bersabarlah, batu itu akan pecah

Gambar
"Kalau memukul batu, belum tentu  pukulan pertama langsung pecah." Pernahkah Anda mendengar cerita tentang seorang Ibu yang berterima kasih pada menantunya yang berhasil mengubah anaknya menjadi lebih baik. Ibu itu mengatakan bahwa selama bersamanya, anaknya tidak berubah-berubah dan ketika telah menjadi suami menantunya, anaknya berubah. Saat itu, sang menantu kurang lebih mengatakan bahwa usaha yang dilakukan Ibu mertuanya tidaklah sia-sia. Anak mertuanya memang berubah ketika telah bersamanya. Mungkin itu karena saat itulah suaminya luluh. Analoginya adalah sebuah batu yang berusaha dipecahkan. Batu itu akan pecah pada pukulan ke-100, namun 99 pukulan sebelumnya memberikan kontribusi penting. Tanpa 99 pukulan sebelumnya, batu itu tidak akan pecah. So, pernahkah kita menghadapi orang yang sangat keras kepala atau kebiasaan buruknya sulit diubah walau sudah diingatkan berkali-kali? Bersabarlah. Jangan pernah bosan untuk membantunya menjadi lebih baik. Berkeyaki...

Jangan bermain kode

Gambar
" Jangan bermain kode pada orang yang tidak mengerti kode. " Pada dasarnya wanita bersifat pemalu. Wanita sangat ingin dimengerti. Saking ingin dimengertinya mungkin justru hal ini yang membuat beberapa lelaki tidak menyukai sifat wanita. Ntah mereka menganggap wanita itu manja atau semacamnya. Oleh karena sifat pemalunya itu, biasanya seorang wanita memilih menggunakan 'kode' untuk berusaha menyampaikan apa maunya. Bagi sesama wanita, mungkin bukanlah hal yang sulit untuk mengartikan 'kode'. Mungkin karena wanita diberikan sensitivitas yang lebih dibandingkan lelaki. Bagaimana menyikapi hal ini? Mungkin di antara kita ada yang memilih untuk berusaha membuat orang yang kurang sensitif itu untuk berubah menjadi lebih sensitif. Ya alhamdulillah kalau dia bisa menerima. Bagaimana kalau dia tidak bisa? Mungkin metode kita yang salah. Mungkin dia memang tipe orang yang kurang sensitif. Jadi, cara menghadapinya adalah dengan tidak bermain kode dengannya ...

My S.Si Graduation

Gambar
Thx a lot buat semuanya atas apresiasi yang diberikan. Kehidupan pasca kampus telah menanti. Mohon doanya untuk kelancaran rencana hidup selanjutnya, ya. :)

Kartika Trianita, S.Si

Gambar
Sidang sarjana merupakan salah satu pengalaman yang sangat berharga dalam hidup. Rentang waktu sidang sudah diberitahu jauh-jauh bulan, yaitu 9-20 Juni 2014. Beberapa kali aku mengatakan pada teman-teman, “Kita mau sidang tanggal 9?” dan kebanyakan menjawab tidak ingin di awal banget.  Kamis, 5 Juni 2014 Hari ini kami bertemu dengan pembimbing kami, Pak Zeily, sebelum beliau pulang. Bapak mengatakan bahwa kami sidang Hari Selasa. “Selasa hari pertama, kan?” Kami menjawab, “Bukan, Pak. Hari Senin. Tapi jangan jadi Hari Senin juga, Pak.” Bapak hanya senyum-senyum. Hari ini jadwal sidang tanggal 9 keluar dan tidak ada namaku. Aku dan teman-teman sebimbingan memerkirakan 10 Juni.  Jumat, 6 Juni 2014 Hari ini jadwal sidang keluar hingga 11 Juni dan tidak ada juga nama kami. Kami pun memerkirakan 12 Juni. Alam yang sudah mendapat jadwal tanggal 10 mengajak untuk simulasi sidang esok hari, Sabtu, 7 Juni. Inin mendaftarkanku, dirinya, dan Anisah. Malam hari tiba. Se...

Selamanya kita sahabat

Gambar
Aku dan dia bersahabat sejak kecil. Dia teman mainku, teman tidurku, teman makanku, walau kami dilahirkan dari status orang tua yang berbeda. Aku dilahirkan dari keluarga berkecukupan, ibuku selalu memberikan kue soes yang ia dapatkan dari setiap pertemuan kerja. Setiap jam makan setidaknya ada 6 piring di meja makan berisi nasi dan bermacam lauk. Sedangkan dia dilahirkan dari keluarga biasa saja. Jangankan untuk makan kue soes, makan 3 kali sehari saja sangat jarang. Pun makan, dia hanya bisa makan nasi kering dengan terasi dan kerupuk. Suatu hari, aku makan di rumahnya. Aku merasakan kenikmatan makanan yang disediakan. Dan ini kulakukan selama sepekan. Ibuku menyadari aku tidak makan di rumah sehingga beliau bertanya padaku. Betapa polosnya diriku yang masih kecil. Ibuku memarahiku karena aku telah merepotkan keluarga sahabatku dengan menumpang makan selama sepekan. "Kamu harus membayar atas kesalahan yang telah kamu lakukan," begitu kata Ibu. Ibuku memintaku untuk mem...

Sahabat

Gambar
Mungkin memang baru kusadari, ternyata orang yang bisa mengembalikan kebahagiaanku, selama ini dekat denganku...

Al-Ikhlash '10 keliling Bonbin

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah,, Bisa silaturahim lagi dengan sahabat Al-Ikhlash '10 .. Seperti biasa, untuk mengadakan silaturahim yang bersifat refreshing ini butuh persiapan jauh-jauh hari untuk menentukan waktu dimana banyak yang bisa ikut. Namun kendala yang sudah terprediksi dari jauh-jauh hari adalah waku libur yang tidak beririsan antarperguruan tinggi. Seperti kita ketahui bahwa anak AI'10 tersebar dimana-mana . Hoghog Yaaa,, Panjang cerita dan kebingungan antara melanjutkan silaturahim ini atau tidak (setiap mengadakan silaturahim memang seperti ini. Banyak pertimbangannya), akhirnya diputuskanlah silaturahim tetap diadakan dengan perubahan plan. Awalnya, ingin diadakan kunjungan tempat wisata yang agak jauh dari pusat kota Bandung. Akhirnya, kami memutuskan untuk keliling-keliling Bandung saja. Saya, Lia, MP, Hadi, dan Ajib berkumpul di Manjabal 2 Pasteur (markas biasa). Lalu karena terjadi perubahan plan, maka kami memutuskan untuk berkunjung ke r...